
Dio dengan serius memperhatikan Dicky yang mengambilkan motornya di parkiran. Dia terkejut saat melihat anak buah dari Bos Mafia menghampiri Dicky. Mereka terlihat menanyai Dicky tentang sesuatu.
Setelah Dicky menjawab beberapa pertanyaan, mereka pun lalu mengijinkan Dicky untuk lewat. Dicky terlihat susah payah menyalakan motor milik Dio. Setelah motor itu menyala dia langsung keluar dari area kampus.
Dio, Nita, dan Rasya menunggu Dicky di belakang kampus. Tidak banyak orang yang mengetahui itu kecuali mahasiswa di kampus ini. Tempat itu dikhususkan untuk mahasiswa-mahasiswa yang ikut dalam BEM atau UKM.
Dicky datang membawa motor Dio dengan tersenyum puas. Dia kemudian memarkirkan motornya di depan UKM Chipcom. Disana ternyata ada Wisnu yang sedang nongkrong di UKM Chipcom.
"Tumben lo menaruh motor disini…" ucap Wisnu pada Dio.
"Ceritanya panjang bro…" Dio menanggapi ucapan Wisnu sambil mengajak Nita menaiki motornya.
"Lo tunggu kami di kos aja…" ucap Dicky memberi usul. "Gue pengen dengerin penjelasan lo disana…" tambahnya.
"Oke…" ucap Dio lalu menyalakan motornya.
Nita menaiki motor Dio dengan memakai helm yang diberikan Wisnu. Motor Dio lalu pergi meninggalkan kampus. Mereka melewati jalan yang menembus ke kos mbak Dara.
Diperjalanan Dio tidak ingin banyak pada Nita. Dia terus fokus mengendarai motornya agar tidak terjadi apa-apa. Sebab dia tidak ingin terjadi apa-apa pada Nita.
Sesampainya di kos Dio mengajak Nita ke kamar kosnya. Dia membuatkan Nita segelas susu coklat untuk menenangkan Nita. Sementara dia dengan gelisah menunggu kedatangan Dicky, Rasya, dan Wisnu.
"Yo…" ucap Nita pada Dio.
"Iya…" jawab Dio dengan datar.
"Sorry...gara-gara gue lo harus masuk dalam masalah gue…" ucap Nita dengan tulus.
"Lo gak perlu minta maaf...guna gue disini itu buat lo…" ucap Dio dengan serius, tapi dia tetap tidak menatap Nita.
"Lo kesel dengan gue?..." tanya Nita kemudian.
"Sama sekali gak…" jawab Dio.
"Terus kenapa lo seperti jauhin gue?..." tanya Nita lagi sambil mendekati Dio.
__ADS_1
"Itu buat kebaikan lo…" jawab Dio dengan serius.
"Kebaikan gue yaitu saat gue bersama lo…" ungkap Nita penuh harap.
"Lo akan lebih baik lagi jika gak bersama gue…" Dio menanggapi ucapan Nita dengan lesu.
"Apa karena gue adalah cewek simpanan Bos Mafia?..." tanya Nita hampir berurai air mata.
"Bukan itu...karena kalau lo bersama gue, lo pasti akan menderita…" jawab Dio menahan emosinya.
"Gue boleh jujur Yo?..." tanya Nita kemudian.
"Gue suka sama lo…" ungkap Nita dengan jujur.
Ungkapan hati Nita membuat Dio terkejut mendengarnya. Dia tidak berharap ini akan terjadi. Dia sama sekali tidak ingin mendengarkan semua itu.
"Maaf gue gak bisa membalas cinta lo…" ucap Dio, tapi matanya berkaca-kaca.
"Apa karena gue bukan cewek yang baik?..." tanya Nita dengan penuh emosi. "Apa lo malu kalau pacaran dengan gue?..."
"Karena gue gak ingin lo menderita bersama dengan gue…" jawab Dio lebih keras.
"Buruk...sangat buruk...bahkan gue gak ingin melihatnya…" jawab Dio seperti menahan luapan kesedihannya.
"Gue akan buktikan bahwa semua itu tak akan terjadi pada gue…" ucap Nita dengan tegas.
"Maaf Ta…" ucap Dio lalu mengambil gitarnya.
Dio kemudian dia memainkan sebuah lagu dari Sheila On 7 Dan. Sementara Nita mendengarkan dengan serius Dio bernyanyi. Dia tau lagu itu dinyanyikan untuknya.
Dio bernyanyi dengan sangat menghayati per bait dari lagu itu. Setiap orang yang mendengarkan lagu itu pasti merasakan pesan yang dalam dari Dio. Tidak terasa air mata Dio jatuh berlinang bersama lagu itu.
Dalam keadaan ini Dio sangat merasa sakit harus menjauh. Dia sangat menderita untuk membohongi perasaannya. Lagu ini membuatnya bisa meluapkan emosinya yang dalam.
Sampai akhirnya lagu yang dinyanyikannya berakhir juga. Nita Menatap Dio dengan penuh perasaan. Dia menghampiri Dio yang tertunduk setelah menyanyikan lagu itu. Kemudian memeluk Dio dengan erat.
__ADS_1
"Lo bohong…" ucap Nita sambil menangis. "Lo sangat mencintai gue…" ucapnya lagi.
"Gue gak cinta sama lo…" Dio berusaha menyangkal, tapi perasaannya berkata lain. "Gue hanya nganggep lo sebagai teman gue…" tambahnya terus menyangkal perasaannya.
"Kalau lo emang gak cinta gue, kenapa lo nyanyiin lagu itu buat gue?..." tanya Nita yang menangis memeluk Dio. "Kenapa lo mau bantuin gue kabur dari orang itu?..." tanyanya lagi.
"Karena gue terpaksa ngelakuinnya...gue terpaksa bantu lo…" jawab Dio berpura-pura, tapi hatinya berkata lain.
"Gue ingin lihat...sampai sejauh mana lo berbohong sama gue…" ucap Nita lalu memeluk Dio dengan keras. "Gue akan buat lo mengakui bahwa lo memang mencintai gue…" ucap Nita dengan serius.
"Jangan paksa gue kasar sama lo…" ucap dio mengancam.
"Kalau gitu...lakukan…" ucap Nita menantang Dio. Dia kemudian melepaskan pelukannya dari Dio.
Dia menunggu apa yang akan dilakukan Dio saat ini. Dia menunggu Dio akan memukulnya atau akan menamparnya seperti Bos Mafia itu lakukan padanya. Namun Dio hanya diam, dia tidak berbuat apa-apa pada Nita.
"Ayo...lakukan hal kadar dari lo untuk gue…" tantang Nita lagi. "Gak bisa kan?..." ucap Nita sambil tersenyum.
"Gue bukan cowok sebangsat itu…" jawab Dio lalu meletakkan gitarnya, lalu dia berjalan meninggalkan Nita menuju balkon kos.
Nita dengan lalu mengambil gitar itu lalu mulai memainkannya. Nita lalu memainkan nada Gitar yang indah. Dia memainkan lagu dari Acha Septriasa yang berjudul Sampaiku Menutup Mata.
Dia kali ini menyanyi dengan penuh penghayatan. Semua emosinya dilepaskan Nita pada lagu itu. Dia menyanyi lebih bagus dari sebelumnya di kampus. Dio terkejut Nita bisa menyanyi sebagus itu. Dia seperti melihat Nita yang selama ini dia cintai. Dia melihat ketulusan dalam setiap bait lirik yang keluar dari mulut Nita.
Saat ini Dio sangat ingin memeluk dan mencium Nita. Namun dia sadar itu tidak mungkin bisa dia lakukan. Dia punya tugas yang sangat besar saat ini, yaitu dia harus nyematin Nita agar tidak berakhir seperti yang dia lihat. Dia tidak ingin melihat Nita kehilangan nyawanya lagi.
Tiba-tiba L muncul di samping Dio yang mendengarkan Nita bernyanyi. L mengusap bahu Dio seperti seorang sahabat yang menyemangati sahabatnya. L sangat tau perasaan Dio saat ini sedang tidak baik-baik saja.
"L...bagaimana kalau gue tidak kuat menjauhinya?..." tanya Dio kemudian.
"Saat ini lo sedang berdiri diantara dua jalan waktu bro...kalo lo tetap bersama Dia...maka takdir lo akan menuntun lo berpisah dengannya lagi...bisa jadi dia yang meninggal atau lo yang meninggal…" jawab L dengan serius.
"Gue ikhlas kalau gue yang akan mati…" ungkap Dio kemudian.
"Lo mau apa?..." tanya L pada Dio.
__ADS_1
"Gue mau Nita bahagia…" jawab Dio dengan mantap.
Bersambung...