Mengubah Takdir Kita

Mengubah Takdir Kita
Bab. 26 Alat yang Bisa Melihat Masa Depan


__ADS_3

Sebelumnya:


Saat dia sedang asyik menyanyi di kamarnya, tiba-tiba dia dengar suara orang yang sedang membereskan barang di kamar yang dibersihkannya tadi pagi. Dia bergegas keluar kama berniat ingin ikut membantu penghuni kos baru itu membereskan kamarnya. Dia kemudian berjalan menuju kamar yang terletak di sebelah kamarnya. 


Disana terlihat seorang cowok sedang meletakkan beberapa barang ke dalam lemari. Dio bergegas menyapanya untuk menawarkan bantuan. "Butuh bantuan?..." tanya Dio dengan ramah. 


Cowok itu lalu berbalik pada Dio sambil tersenyum. "Gak perlu...terima kasih…" jawab cowok itu sambil tersenyum pada Dio. Betapa terkejutnya Dio saat menyadari siapa yang menjadi tetangga kamarnya.


Oke...mari kita lanjutkan... 


"Lo ngapain ada disini?..." tanya Dio cukup terkejut melihat sosok L dalam tubuh manusia. 


"Hai bro…" sapa L sambil tersenyum. "Sepertinya kamar ini udah dibersihin dengan baik…" ucap L memuji hasil pekerjaan Dio dan Wisnu. 


Wisnu kemudian keluar dari dalam kamarnya menemui Dio dan L. "lo pada udah saling kenal?..." tanya Wisnu cukup terkejut. 


"Kami berkenalan saat ada acara band antar anak SMA…" ucap L menjelaskan. "Oh...ya...kenalin nama gue L Leonardo...tapi lo bisa panggil gue L aja…" ucap L menyalami Wisnu. 


"Jadi kenapa lo ngekos disini?..." tanya Dio dengan ketus pada L. 


"Oh…soal itu...gue kemarin mencari info mengenai kos yang kosong di internet...kebetulan gue nemu iklan mengenai kos ini...yaudah...gue hubungi aja tadi pagi…ternyata lo juga ngekos disini?..." ucap L menjelaskan pada Dio. 


Dio tau apa yang diomongin L itu sama sekali tidak benar. L hanya beralasan agar bisa terus mengawasi Dio dalam tubuh manusia. Kemudian dia mulai menarik L mengajaknya bicara. 


"Gue pengen ngomong…" ucap Dio kemudian menarik L untuk menjauhi Wisnu. 


Wisnu terlihat sangat bingung dengan sikap Dio yang seperti kurang bersahabat pada L. Dia hanya bisa diam melihat temannya menarik L dengan kasar. Dia memilih tidak ingin ikut campur dengan apa yang ingin Dibicarakan Dio dengan L.


"Lo ngapain ngekos di kos ini?..." tanya Dio pada L setelah jauh dari Wisnu. 


"Santai bro...gue cuman ingin mengawasi lo lebih dekat…" jawab L sambil tersenyum. 

__ADS_1


"Terus tugas lo dengan orang lain sudah kelar?..." tanya Dio penasaran. 


"Tugas gue ke seorang cowok yang masuk ke dalam tubuh cewek?..." tanya L membenarkan pertanyaan Dio. "Kerjaan gue sudah kelar...gue saat ini sedang bersantai bro…" dia kemudian menjawab pertanyaan Dio. 


"Terus lo bayar uang kos dengan uang dari mana?..." tanya Dio lagi. 


"Soal itu gue juga mendapat gaji dari kerjaan gue sebelumnya...untungnya uang itu bisa gue pakai buat membeli apel dan membayar kos…" L dengan gampangnya menjawab semua pertanyaan dari Dio. "Sekarang gue pengen beres-beresin pakaian gue...lo mau bantuin gak?..." tanyanya kemudian ke Dio. 


"Hedeh...yaudah…" Dio terpaksa membantu L ke kamarnya. 


Dia kemudian membantu L membereskan kamar L bersama dengan Wisnu. L dengan mudah bisa akrab dengan Wisnu dan mbak Dara. L mengaku bekerja freelance sebagai programmer website. 


"Jadi kenapa lo ke kota ini?..." tanya mbak Dara penasaran. 


"Gue kebetulan mendapat pekerjaan yang mewajibkan gue tinggal di kota ini…" jawab L dengan santai sambil menatap Dio dengan tersenyum. 


"Emang sekarang program apa yang sedang lo buat?..." tanya Wisnu yang sangat tertarik pada hal-hal yang berhubungan dengan program. 


"Ada kopi susu gak?" tanya mbak Dara sambil tersenyum. Rupanya mbak Dara mulai tertarik pada L. 


"Kalau gue pengen kopi hitam aja…" jawab Wisnu sambil menguap. Rupanya Wisnu masih merasa mengantuk.


"Sepertinya ada…" jawab L setelah mencek kopi yang ada di tasnya. "Kalau lo Yo?...pengen kopi apa?..." tanya L kemudian. 


"Gue kurang suka kopi...gue lebih suka susu coklat…" jawab Dio berusaha menolak tawaran L. 


"Kebetulan gue punya susu coklat juga…" jawab L sambil mengeluarkan kaleng susu coklat cair. 


"Tas lo kayak kantong punya Doraemon...segala jenis barang…" ledek Wisnu sambil tertawa. Semuanya juga ikut tertawa mendengar ucapan Wisnu tadi. 


"Kebetulan sebelum ke kos gue sempat mampir ke minimarket depan…" jawab L menjelaskan. 

__ADS_1


"Yaudah...biar mbak yang bikinin…" ucap mbak Dara lalu menerima kopi dan kaleng susu coklat dari L. 


"Sepertinya lo mulai terkenal ya Yo?…" ucap L pada Dio. 


"Lo juga nonton video penampilan Dio di Utube?..." tanya Wisnu bersemangat. 


"Gue kebetulan liat di beranda...gak gue sangka orang yang pernah ikut kompetisi band waktu SMA sudah menjadi penyanyi yang dikenal…" puji L pada Dio. 


"Oh ya Yo...gue punya hadiah buat lo…" ucap L lalu mengeluarkan sesuatu dari tasnya. 


Dia ternyata mengeluarkan sebuah jam tangan yang terlihat sangat mahal. Jam tangan itu sama seperti jam tangan pada umumnya. Dio lalu menerima jam tangan tersebut dari L. Saat dia memasang jam tangan itu, tiba-tiba dia seperti bisa melihat sesuatu yang akan terjadi setelah ini. 


Dia melihat mbak Dara yang membawakan empat gelas minuman. Kemudian mbak Dara terpeleset sebelum dia sampai ke tempat mereka. Semua minuman itu jatuh berserakan di lantai. 


Setelah melihat kejadian itu Dio kembali ke keadaannya yang sekarang. Dia sempat melihat waktu kejadian itu terjadi dari jam tangannya. Saat dia kembali ke realitanya saat ini jam itu seakan berjalan mundur.


Dio kemudian berjalan menuruni tangga. Wisnu kebingungan dengan tingkah Dio saat ini. Sementata L hanya tersenyum karena dia tau Dio telah melihat segalanya. Dio berjalan menuju ruangan dapur dimana mbak Dara sedang membuatkan minuman kopi hitam, kopi susu, dan susu coklat. 


"Eh...ada apa Yo?..." tanya mbak Dara melihat kedatangan Dio. 


"Dio cuman mau bantuin mbak membawakan minumannya…" ucap Dio lalu membawa minuman yang sudah mbak Dara buatkan. 


Dio lalu membawa minuman itu dengan sangat hati-hati. Sementara mbak Dara mengikutinya dari belakang. Setelah mereka menaiki tangga, tiba-tiba mbak Dara terpeleset lalu jatuh ke lantai. 


"Au!..." seru mbak Dara meringis kesakitan. 


Wisnu langsung berinisiatif menolong mbak Dara. "Mbak gak apa-apa?..." tanya Wisnu menanyakan keadaan mbak Dara. 


"Iya...mbak gak apa-apa kok, untung Dio yang membawakan minuman itu, kalau gak bisa tumpah semuanya…" ucap mbak Dara kemudian kembali berdiri dibantu oleh Wisnu. 


L cukup puas melihat apa yang terjadi barusan. Dia tau bahwa Dio sudah melihat kejadian yang akan terjadi dari jam tangan itu. Jam tangan itu seperti sebuah alat untuk memberitahukan apa yang akan terjadi di masa depan. 

__ADS_1


Bersambung... 


__ADS_2