Mengubah Takdir Kita

Mengubah Takdir Kita
Bab. 12 Masalah Saat Tampil


__ADS_3

Sebelumnya...


"Lo ngapain disini?..." tanya Anton pada Dio. 


"Gue ingin mengikuti kompetisi band bareng teman gue…" jawab Dio dengan santai. 


"Seriusan?..." tanya Gio terkejut. "Lo mau tampil pakai pakaian lo di kampus?" tanyanya sambil melihat Dio. 


"Gue bakalan memakai ini…" ucap Dio sambil menunjukkan kaos yang diberikan oleh Nita. 


Saat itu juga tanpa mikirin orang yang ada disana, dia langsung membuka pakaiannya. Para cewek yang ada disana melirik ke arah Dio. Terlihat lekuk tubuh Dio yang berisi dan ramping. Setelah dia memakai pakaian hitamnya, baru para cewek membalikkan pandangannya dari Dio. 


Lanjut… 



"Kenapa sih mereka?..." tanya Gio yang bingung melihat semua cewek terpana melihat tubuh Dio. 


"Udah biasa aja kali…" ucap Dio sambil tersenyum. "Lo pada ngapain kesini?..." tanya Dio kemudian. 


"Gue datang karena dipinta Nita, katanya bandnya bakalan main, tapi gue gak nyangka, ternyata lo juga ikut main…" ucap Anton sambil tersenyum. 


"Gue aja baru gabung sekarang…" jawab Dio dengan jujur. 


Rupanya Nita terdiam melihat bentuk tubuh Dio yang bisa dibilang atletis. Dia pernah melihat Kelvin telanjang dada saat mereka latihan di studio, tapi untuk cowok atletis Dio baru kali ini. Abel yang menyadari temannya itu terdiam langsung memanggil Nita. 


"Nit…" ucap Abel pada Nita, tapi temannya tidak mendengar. "Nit…" temannya itu tetap tidak mendengar. "Nita!..." kali ini Abel memanggil Nita lebih keras. 


"Oh...iya...ada apa Bel?..." tanya Nita terkejut dipanggil Abel. 

__ADS_1


"Lo kenapa?..." tanya Abel kemudian. 


"Gak apa-apa…" jawab Nita berusaha tersenyum seolah semua biasa saja. "Gue ganti pakaian dulu ya?..." Nita kemudian pamit pada Dio. 


"Gue ikutan dong...soalnya gue juga mau perbaiki make up gue…" ucap Abel mengiringi Nita. 


"Sepertinya si Nita suka suka sama lo Yo…" ucap Kelvin ke Dio. 


"Apaan sih bro?..." Dio berusaha menyangkal. 


"Gue seriusan…" ucap Kelvin berusaha meyakinkan Dio. "Sebab gue tau betul Nita itu seperti apa...gue temenan sama dia sejak kecil, karena bokap gue kakaknya bokapnya Nita…" tambahnya menjelaskan.


"Ya...gak mungkin lah bro...gue aja sama Nita baru kenalan tadi malam di cafe…" ungkap Dio dengan jujur. 


"Ya...terserah lo deh...tapi pesan gue cuman satu...lo jangan sakitin dia ya?..." pinta Kelvin dengan serius pada Dio. 


Ucapan Kelvin ini sama seperti ucapannya pada Dio saat dia jadian sama Nita di universe Dio. Ini cukup membuat Dio kembali mengingat masa dia jalan bareng sama Nita. Saat itu pertama kali dia jadian sama Nita. 


Jawaban Dio membuat Kelvin merasa aneh. "Melindungi?...emang Nita kenapa?..." tanya Kelvin tidak mengerti maksud ucapan Dio. 


"Gak apa-apa…" ucap Dio lalu tersenyum pada Kelvin. 


"Oh ya Vin...Yo…ini Gitar yang dipinta Nita tadi, dia katanya pengen pinjam dua gitar...yaudah...ini gue bawain…" ucap Gio membawakan dua gitar yang dimasukkan ke dalam satu tas.


"Oh...makasih ya bro…" ucap Kelvin menerima gitar yang dipinjamkan Gio buat mereka. "Ini gitar kapan gue balikin?..." tanyanya sambil membuka isi tas.


"Lo pinta Dio aja buat nyimpen...entar dia yang balikin, atau gue yang ngambil ke kos dia…" jawab Gio sambil tersenyum. 


"Oh...gitu…" tanggap Kelvin lalu menutup tas yang berisi gitar. 

__ADS_1


"Ini gitarnya sudah bener gak senarnya?..." tanya Dio kemudian. 


"Kayaknya udah bener...tapi...kalau lo pengen ngecek lagi silahkan aja…" jawab Anton lalu menyalakan rokok dengan korek apinya. "Lo mau ngerokok?..." tanyanya sambil menyodorkan sebungkus rokok buat Dio. 


Dio lalu mengambil sebatang rokok dari bungkus rokok yang disodorkan Anton. Kelvin juga mengambil satu batang rokok dari Anton. Mereka berdua lalu menyalakan rokok itu, kemudian menghembuskan asapnya. 


Mereka merokok bareng duduk di bangku taman. Mereka menunggu Nita dan Abel berganti pakaian dan berdandan. Sementara itu mereka melihat band-band lain memakai kostum yang sangar menunjukkan layaknya band rock pada umumnya. 


Dio sendiri mulai menyetel senar gitar yang dipinjamkan Gio. Hanya beberapa senar saja yang terdengar tidak sesuai. Kemudian dia mulai menyetelnya sampai senar itu sudah benar. Setelah semuanya beres, dia lalu memasukkan gitar itu kembali ke tas. 


"Lo cukup detail juga ya untuk urusan seperti ini?..." puji Kelvin pada Dio. 


"Soalnya gue pernah pas main...tiba-tiba suara gitarnya kayak kurang enak, ternyata teman gue ngerubah setelan gitar gue...akhirnya pas manggung berantakan…" jawab Dio dengan rapi menyusun gitar ke tas. 


Saat itu juga Nita dan Abel sudah keluar dari ruangan ganti. Mereka sudah siap dengan pakaian gothic cewek. Dio merasa Nita disini lebih berbeda dibanding Nita yang dia kenal. Nita yang dia kenal lebih feminim dan tidak pernah memakai pakaian seperti ini. 


Setelah itu mereka mulai menentukan apa saja yang ingin mereka tampilkan di atas panggung. Dio sudah menyiapkan beberapa skill untuk show off di atas panggung. Setelah mereka merasa persiapan mereka sudah selesai, Dio dan lainnya mulai naik ke atas panggung. 


"Oke...baiklah kita tampilkan bang The Line Band...membawakan sebuah lagu yang berjudul Jengah dari Pas Band…" ucap host acara memperkenalkan band milik Nita, Abel, Kelvin, dan Dio. 


Suara penonton bergemuruh menyambut The Line Band naik panggung. Dio dan lainnya sudah siap dengan instrumen mereka. Nita mulai mengecek sound gitarnya, begitu juga yang lainnya. 


Kemudian Dio memulai intro yang gitar yang luar biasa diiringi suara gebukan drum dari Abel dan bass dari Kelvin. Semua penonton bergemuruh melihat penampilan yang sangat keren dari mereka. Setelah intro yang lumayan panjang lalu dengan cepat Dio masuk ke intro lagu. 


Semua penonton kembali bersorak dengan itu semua. Ada beberapa penonton yang melompat menikmati musik. Dio lalu memulai bernyanyi diiringi suara gitar dari Nita. Mereka menikmati alunan gitar Nita yang sangat indah, diiringi bass dan drum dari Kelvin dan Abel. 


Semuanya awalnya berjalan sesuai dengan apa yang mereka rencanakan. Dio bernyanyi dengan penuh penghayatan di atas panggung. Itu cukup membuat Kelvin terpancing memainkan bassnya lebih keren lagi. Melihat skill kelvin penonton menjadi riuh. Hingga saat di bagian reff pertama gitar Nita tiba-tiba tidak ada suaranya. Itu membuat Kelvin dan Abel jadi gugup saat bermain. Untungnya Dio berhasil menguasai keadaan, dia mulai bermain ritem untuk mengisi part Nita yang kosong. 


Dengan cepat Nita ke bagian sambungan kabel gitarnya. Ternyata kabel gitar milik Nita tidak terpasang dengan benar. Saat Nita sedang sibuk dengan gitarnya, Dio sengaja mulai mengeluarkan skill gitarnya agar penonton tidak menyadari masalah terjadi saat ini. Kelvin sadar Dio berusaha menutupi kekosongan Nita dengan bermain skill gitar yang memukau, dia juga ikut mengeluarkan skillnya bermain bass. Kemudian Abel juga ikut mengeluarkan skill drumnya yang sekeren mungkin. 

__ADS_1


Usaha mereka tidak sia-sia, karena setelah itu Nita bisa kembali bermain. Nita lalu mulai masuk ke part yang dia tinggalkan. Penonton ternyata tidak memikirkan apa yang terjadi sebenarnya. Mereka sangat menikmati atraksi skill gitar dari Dio dan bass dari Kelvin. Sampai akhirnya lagu selesai ditutup dengan tepuk tangan yang sangat meriah dari penonton. Mereka berhasil melewati itu semua dengan mudah. 


Bersambung ya bro?...


__ADS_2