Mengubah Takdir Kita

Mengubah Takdir Kita
Bab. 16 Nita Mampir ke Kos Dio


__ADS_3

Sebelumnya:


Hingga saat Dio menyelesaikan lagunya Nita menatap Dio sambil tersenyum. Dia benar-benar merasa kehidupannya akan menjadi lebih baik setelah ini. Dia mulai berjalan mendekat ke arah Dio. Kemudian dia berlutut di depan Dio yang sedang duduk. Saat Dio menepikan gitarnya ke samping, Nita langsung memeluk Dio dengan sangat erat. 


"Please jangan larang gue buat meluk lo…" pinta Nita dalam pelukannya pada Dio. Sementara Dio hanya terdiam menerima sebuah pelukan hangat dari Nita. 


"Nit...adik lo ngeliatin lo sekarang…" ucap Dio dalam pelukan Nita. 


"Bodo amat...pokoknya gue pengen meluk lo…" ucap Nita sangat keras kepala.


Oke…kita lanjut lagi…


Dio tidak bisa menolak atau membalas memeluk. Saat ini dia hanya bisa diam menerima pelukan dari Nita. Dalam hatinya yang terdalam dia sangat senang diperlakukan Nita seperti itu. Namun dia sadar bahwa dia harus berusaha hubungannya ini hanya berakhir sebagai teman, tidak lebih dari itu. 


Genta memandangi Nita yang menangis sambil memeluk Dio. "Ih...mbak Nita cengeng…" ucap genta ngeledek Nita. 


Sementara Dio tersenyum mendengar ejekan Genta pada Nita. "Denger tuh...apa kata adik lo…" Dio juga ikut meledek Nita. 


"Abisnya lo nyanyiin lagu itu buat gue dengan penuh penghayatan…" ucap Nita yang masih memeluk Dio. "Gue kan jadi baper…" dia lalu memukul dada Dio dengan pelan seolah seorang cewek yang kesal pada pacarnya yang membuatnya menangis. 


"Iya...sorry…" ucap Dio sambil tersenyum. 


Nita sudah lebih tenang setelah memeluk Dio. Dia merasa Dio adalah orang yang bisa membuatnya lebih nyaman. Genta juga senang kakaknya bisa lebih ceria saat bersama dengan Dio. 


Mereka terlalu asyik menyanyi dan ngobrol sampai-sampai tidak sadar sudah waktunya mereka berangkat ke cafe. "Ya ampun!..." Seru Nita saat dia melihat jam tangannya. 


"Kenapa kak?..." tanya Genta yang bingung dengan kakaknya yang buru-buru ke kamar. 


"Gue harus buru-buru siap kerja…" ucap Nita  dari dalam kamar. "Yo...lo bisa anterin gue ke cafe gak?..." tanyanya pada Dio. 


"Yaelah…" keluh Dio karena dia juga lupa harus ganti pakaian dulu. "Tapi kita ke kos gue dulu ya?...gue mau mandi dan ganti pakaian…" pintanya pada Nita. 


"Oke…" jawab Nita terlihat buru-buru berpakaian.

__ADS_1


"Yah...ditinggal sendirian lagi deh…" keluh Genta cemberut. 


"Kakak lo kerja buat lo juga...nanti dia pasti punya waktu banyak buat lo…" ucap Dio sambil mengusap kepala Genta. 


"Beneran kak?..." tanya Genta dengan penuh harap. 


"Ya...bener lah...makanya lo yang sabar ya?...dan selalu dukung dan semangati kakak lo…" ucap Dio sambil tersenyum. 


Tidak lama kemudian Nita keluar dari kamarnya. Dia sudah siap memakai pakaian kerjanya. Dio terpana melihat kecantikan Nita saat memakai pakaian kerjanya. 


"Kenapa Yo?...ada yang salah dengan pakaian gue?...kok lo melongo gitu?..." tanya Nita mengagetkan Dio. 


"Hah...ah...gak kok...lo terlihat cantik aja…" jawab Dio kikuk. 


"Bang Dio suka ya dengan mbak Nita?..." tanya Genta menyeletuk. 


"Gak kok…" jawab Dio buru-buru memasukkan gitarnya ke dalam tas. 


"Kok muka lo merah gitu Yo?..." tanya Nita menggoda Dio. 


Sebelum mereka berangkat Genta mencium tangan Dio dan Nita. Dio menghidupkan motornya lalu Nita duduk di belakangnya. Motor mereka meninggalkan rumah Nita dan adiknya. 


Untungnya rumah Dio searah dengan cafe Harmony, jadi mereka tidak perlu berbalik arah lagi. Nita di perjalanan kembali memeluk perut Dio dari belakang.  Kali ini Dio tidak menolak perlakuan Nita itu padanya. 


Akhirnya motor Dio memasuki area komplek yang menuju ke kosnya. kos Dio bukanlah kos yang mewah, tapi itu termasuk kos yang bersih. Mbak Dara sebagai pemiliknya selalu membersihkan setiap sudut kos. 


Saat Dio dan Nita sampai di kos, mbak Dara kebetulan ada di depan depan rumah kos. Dia sedang membersihkan depan rumah dengan menggunakan sapunya. Dia tersenyum melihat Dio yang membawa cewek kesana. 


"Cie...yang bawa ceweknya ke kos…" ucap mbak Dara meledek Dio. 


"Apaan sih mbak?...asal aja dah…" ucap Dio terlihat sangat kesal diledekin mbak Dara. 


"Beneran pacar lo juga gak apa-apa kok…" ucap mbak Dara tambah ngeledekin Dio. "Kenalin atuh...siapa nama ceweknya…" dia tambah lagi ngeledekin Dio. 

__ADS_1


"Namaku Nita Acesha mbak…" ucap Nita dengan sopan bersalaman dengan mbak Dara. 


"Wah...nama yang cantik…" puji mbak Dara sambil menyambut salaman dari Nita. "Nama mbak...Dara Sartika, tapi anak-anak sering manggil mbak Dara…" dia sangat ramah pada Nita. 


"Nit...gue mandi dan ganti pakaian dulu ya?...lo tunggu disini aja sama mbak Dara…" Dio lalu segera masuk ke dalam rumah. 


"Kenapa gak lo ajak ke kamar lo aja?..." tanya mbak Dara menggoda Dio. 


"Emang di kos ini diizinin ngajak cewek ke kamar kos cowok?..." Dio balik bertanya. 


"Asal lo gak ngapa-ngapain aja…" jawab mbak Dara pada Dio. 


"Gak ah...diatas banyak cowok…" ucap Dio kemudian segera naik tangga. 


"Lo takut cewek lo digodain anak-anak ya?..." tanya mbak Dara pada Dio, tapi Dio sudah tidak mendengarkan pertanyaannya. 


Dio segera masuk ke dalam kamarnya lalu dia mengambil handuk dan peralatan mandi. Kamar mandi di kos ini terpisah dengan kamar kos, jadi Dio terpaksa mandi di kamar mandi yang menyatu dengan WC. Setelah mandi dia lalu kembali ke kamarnya untuk memakai pakaian yang tersusun dengan rapi di lemari. 


Pagi-pagi dia sudah menyetrika semua pakaiannya yang kumel. Dia juga sempat mencuci pakaiannya yang sudah kotor ke mesin cuci. Untungnya di kos ini ada mesin cuci umum, jadi dia tidak perlu mengucek pakaiannya dengan tangan. 


Setelah berpakaian dengan rapi, dia pun langsung keluar kamarnya. Dia meninggalkan gitar yang dipinjamkan Dio di kamarnya. Saat ini dia memakai kaos berwarna hitam dengan hem biru, lalu celananya memakai levis berwarna hitam, dan untuk sepatu dia memakai sepatu kets cowok berwarna putih garis hitam. 


"Weh...keren banget lo…" puji Wisnu yang ternyata sudah ada di depan bersama Nita dan mbak Dara. "Biasanya pakaiannya berantakan mulu…"


"Masa iya...pengen tampil di cafe dengan pakaian compang-camping…" tanggap Dio sambil tersenyum. 


"Pasti karena lo mau jalan sama Nita ya?...makanya pakaiannya rapi banget…" ledek mbak Dara pada Dio. 


"Apaan sih mbak?..." Dio terlihat kesal diledekin mbak Dara terus. 


Sementara Nita hanya tersenyum melihat Dio yang terlihat dibully oleh Wisnu dan mbak Dara. Sedangkan Dio terlihat sangat kesal pada mereka berdua. Dia merasa harga dirinya dirusak di hadapan Nita. 


"Ayo...Nit...mending kita pergi aja…" ucap Dio kemudian pada Nita. 

__ADS_1


"Oh...iya…" ucap Nita sambil tersenyum. 


Bersambung ya?...


__ADS_2