
Clara mendorong kursi nya kebelakang lalu berdiri dalam satu gerakan luwes. " Yah sepertinya urusan kita sudah selesai, " jawab nya. " Kalau kau ingin agar aku menikah dengan mu, kau harus memenuhi permintaan ku. "
Perempuan itu sudah sampai di depan pintu ketika Stefano akhirnya berbicara. " Baiklah ", katanya sambil menghembuskan nafas panjang. " Aku akan memberikan mu tambahan sepertiga dari jumlah warisan ayah ku kepadamu. "
Clara berbalik menghadapnya. " Kau benar-benar menginginkan puri ini ya ? "
Wajah Stefano tampak begitu kaku oleh ketegangan. " Bangunan itu milik ibuku, " jawab Stefano. " Aku akan melakukan apapun agar tidak jatuh ketangan sepupu jauh ku yang serakah dan boros. "
__ADS_1
" Meski harus menikahi ku ? "
Stefano tertawa getir, " Ya, aku tak percaya ucapan ku sendiri, namun aku bahkan telah membayangkan melakukan hal yang jauh lebih buruk daripada sekedar menikah dengan mu. "
" Daya imajinasi mu ternyata jauh lebih tinggi dariku. Karena aku tidak bisa memikirkan hal lain yang jauh lebih buruk daripada menikah dengan mu. " Clara menimpalinya seraya kembali duduk.
Suasana masih diselimuti oleh ketegangan.
__ADS_1
Tapi Stefano memang pernah melihat Clara telanjang, atau setidaknya setengah telanjang. Clara meringis saat mengingat kejadian itu, Clara mengenang betapa ia saat itu berharap Stefano akan menjadi kekasih pertama nya. Clara sudah memimpikan hal ini selama berbulan-bulan. Bahkan membayangkan lelaki itu menyelamatkan ia serta ibunya dari kehidupan mereka yang menjemukan.
Saat mereka terus kebingungan rumah mana yang akan ditempati setiap tahun, sekolah ataupun lingkungan yang akan ia diami selanjutnya. Masa kecil Clara dipenuhi dengan kesibukan berkemas dan berpindah tempat, beradaptasi di lingkungan baru, juga usaha menjalin persahabatan dengan orang-orang yang sudah memiliki sahabat. Hal ini membuat Clara selalu merasa menjadi orang aneh, yang tidak cocok dimanapun.
Namun segala sesuatu berubah, saat Ibu Clara mendapatkan pekerjaan sebagai pelayan rumah tangga keluarga Ferrante, yang menempati vila mereka di Roma. Bangunan itu sangat mempesona, halaman nya sangat indah, dilengkapi kolam renang serta lapangan tenis yang besar. Rasanya seperti menemukan surga setelah bertahun-tahun tinggal di apartemen kota yang sempit dan jorok.
Itulah kali pertama Clara melihat Ibunya terlihat bahagia dan tentram. Ia tidak ingin semua ini berlalu begitu saja. Fikirannya yang saat itu masih kekanak-kanakan telah dipenuhi rencana sempurna, anak lelaki sekaligus ahli waris keluarga Ferrante, Stefano, akan jatuh cinta padanya, kemudian menikahi nya.
__ADS_1
Stefano adalah putra mahkota tampan yang memiliki banyak kekasih, dilain pihak, Clara walaupun cantik tapi begitu miskin. Namun Clara yakin, cinta dan hasrat mereka bisa mengatasi perbedaan di antara mereka. Ia yakin, suatu saat Stefano akan menyadari keberadaan nya dan memperlakukan nya bagaikan anak anjing liar yang tak terurus. Dimata lelaki itu, Clara hanyalah anak pembantu, dia bahkan memanggil Clara anak kampung.
Hai readers, jangan lupa like, coment dan love ya plus koinnya juga. Author akan crazy update 20 episode jika tembus 1.000 like dan koint. Please...Iam waiting... Coment Positif ya guys, no coment negatif...hihihihi... selalu hidup dalam hal" yang positif. see you*