Menikah Dengan Musuh

Menikah Dengan Musuh
Mencintai.


__ADS_3

Dua hari berlalu, Zaki Dan Bianca sampai di rumah yang sudah Bima siapkan untuk mereka berdua.


Bianca memindai rumah sederhana tersebut, Ia tidak keberatan tinggal di rumah itu, di kampung juga ia tinggal di rumah sederhana.


"gue langsung balik ya !"


ujar Bima membisik kan sesuatu pada Zaki, pria itu menilik Bianca tampak memperhatikan mereka berdua.


"Ya sudah nanti gue ke kantor !"


Jawab Zaki kemudian menyuruh Bima untuk pulang. untuk kali ini mereka pulang menggunakan pesawat seperti permintaan Bianca, karena perjalanan terlalu lama jika menggunakan transportasi darat.


"Ada apa bang ?"


tanya Bianca mendekati suami nya itu, Zaki hanya menggeleng kan kepalanya lalu mengajak Bianca masuk ke dalam kamar.


Bima mengatakan tentang seseorang yang sudah kembali setelah Ia menyelesaikan S2 nya di Jerman. Zaki termenung mengingat kembali kejadian lima tahun yang lalu.


Seorang perempuan cantik memindai Zaki yang tengah belajar, Ia kagum dengan kegigihan Zaki yang tidak pernah lelah berusaha dan belajar.


Diam diam Ia jatuh hati pada Zaki, pria yang menjadi anak anak angkat Om nya.


"Om, aku suka dengan Zaki...!"


ujar Haifa senyum malu malu, Saat itu Haifa hendak menempuh perguruan tinggi.


Zaki sendiri tak bisa menolak permintaan pria yang tengah memungut nya menjadi anak, Menyekolahkan hingga menjadi seorang sarjana, pria itu bahkan tak segan membantu nya merintis perusahaan hingga Zaki memiliki banyak kekuasaan di mana mana.


Pria itu meminta Zaki untuk menunggu Haifa selesai S2 nya.


**


Zaki memindai wajah cantik Bianca yang sudah terlelap, Teringat percakapan mereka saat di pesawat tadi.


"bang, aku datang bulan...keram banget perut aku..."


Anugerah menjadi harapan kedua nya saat melakukan penyatuan, tapi sampai saat ini Tuhan masih belum mengabulkan, mungkin kah semua karena niat awalnya yang tidak baik, Hingga seseorang datang menanyakan janjinya yang dulu hendak menunggu nya pulang.


"Menikah lah Dengan perempuan yang kamu mau bang, yang terpenting kamu akan berpisah dengan perempuan itu setelah aku pulang....!"


Haifa adalah seorang yang menemani nya saat ia dalam keadaan terpuruk, Ia memberikan Zaki semangat hingga ia bisa mendapatkan hasil memuaskan.


Risa memang baik tapi entah kenapa Ia berubah licik, padahal Zaki benar sayang.


Dan Bianca perempuan yang dulu begitu ia benci sekarang berubah lebih baik dari Risa dan membuat nya jatuh cinta lalu bagaimana dengan Haifa.


"Ya, Zaki. pergilah balas kan dendam mu, kau harus kembali setelah berhasil membuat lawan mu lumpuh !"


Ujar seseorang yang memberikan support tanpa henti.

__ADS_1


Saat ini Zaki bingung karena Ia telah jatuh pada perangkap nya sendiri, Ia lupa ada seseorang yang tengah menantikan nya.


Zaki berharap Bianca hamil agar memperkokoh cinta mereka berdua, Tetapi sayang nya Tuhan tak meluruskan jalan nya.


Zaki menghela nafas panjang, Ia harus membicarakan hal ini dengan Haifa, Ia tidak bisa menepati janji itu karena ia terlanjur mencintai Bianca.


Zaki beranjak dari ranjang namun tangan Bianca menahan nya, Zaki tertegun Bianca dalam keadaan terlelap tapi tahu kalau ia hendak pergi.


"diam lah sejenak sayang, Aku harus menyelesaikan masalah ini !"


gumam Zaki lalu menyimpan tangan Bianca ke bantal.


**


Rudi mendapatkan informasi bahwa Zaki dan Bianca sudah kembali, gegas ia memberi tahu sang ayah tentang hal itu.


"jangan gegabah, biarkan aku yang urus Rudi. kau cukup urus saja persiapan pernikahan mu dengan Risa !"


jawab Henry, sebenarnya ia tidak suka pada Risa, entah semakin ke sini dokter cantik itu terlihat angkuh dan sombong.


Entah kenapa Rudi mau dengan perempuan seperti itu ?


"baik ayah, aku hanya memberi informasi saja !"


balas Rudi Kemudian mematikan telepon nya.


mereka masih menyangka kalau Zaki sudah jatuh miskin, padahal itu hanya rekayasa semata meyakinkan hati Zaki tentang Bianca.


Bianca meraba samping ranjang nya, Ia tidak mendapatkan suami nya berada di dekat nya, samar samar terdengar Zaki tengah berbicara dengan seseorang di telpon.


semalam Zaki sudah menemui Haifa, Ia mengatakan apa yang sesungguhnya Ia rasakan saat ini, Haifa hanya tertegun tak menjawab penuturan Zaki tentang diri nya yang kini mencintai Bianca.


"lalu bagaimana dengan hati ku, aku menjaga hati ku untuk mu bang...!"


Haifa menunduk menyeka air matanya.


"Maafkan aku Haifa, yakinlah akan ada seseorang yang jauh lebih baik dari aku!"


Haifa menggeleng lalu pergi meninggalkan Zaki tanpa berucap lagi.


*


Bima menceritakan tentang Henri yang ingin bertemu dengan nya, Zaki mendengar Kan Bima dengan seksama. Risa dan Rudi tengah menyiapkan pernikahan mereka berdua.


"bagus lah mereka memang cocok sama sama gila..."


jawab Zaki dan terdengar oleh Bianca yang beranjak dari ranjang.


Zaki tak mendengar langkah Bianca yang semakin dekat hingga berada di belakang nya persis.

__ADS_1


"Ya sudah gue ke kantor siang ini, kita selesaikan urusan itu di kantor "


Zaki terpaku saat Bianca memeluk nya dari belakang, tangannya nya mulus menyalip melingkar pada pinggang nya.


tangan itu semakin erat hingga terasa hangat nya tubuh Bianca menempel pada tubuh nya yang tanpa helai kain.


Zaki memejamkan mata nya, jantung nya berdetak kencang, Bianca menyandar kan kepalanya pada pundak nya.


Ia begitu mencintai Bianca tapi apa yang akan terjadi setelah Henri tahu semuanya, apakah ia akan membawa Bianca pergi dari nya?


Zaki membalikkan tubuhnya menghadap Bianca lalu memeluk istrinya erat, mencium kepala sayang.


"bang, kamu telpon siapa ?"


tanya Bianca mendongak menatap wajah Tampan suami nya.


"Hm, Bima...siang ini Abang ada urusan penting di kantor, dan sebaiknya kamu ikut juga !"


"ada apa bang ?"


Tanya Bianca penasaran urusan penting apa hingga ia harus hadir jua.


"Nanti juga kamu akan tahu bi...!"


Jawab Zaki lalu meraup bibir Bianca, mengusap punggung nya lembut.


Bianca mengalungkan tangannya pada leher Zaki hingga Pria itu memperdalam ciuman nya, Bianca menggigit bibirnya saat ciuman itu turun ke leher jenjangnya.


"bang,hm .....!"


Zaki mendongak menatap wajah Bianca yang terengah.


"Aku sedang.....!"


Zaki langsung menunjuk bibir Bianca dengan telunjuk nya.


"aku ingat, tapi apa tidak boleh jika aku mencumbu mu seperti ini jika kamu...!"


Bianca senyum menoleh ke arah Zaki yang mencium bahu nya.


Bianca terkekeh kecil, ia pikir Zaki lupa bahwa ia tengah datang bulan.


"Apa yang kamu rasakan saat bersama ku ?"


tanya Zaki pada Bianca yang kini duduk di pangkuan nya.


"Aku bahagia, aku hanya ingin kita selalu berdua tanpa ada orang ketiga...Aku ingin kita melupakan semua kejadian di masa lalu, aku ingin kamu menjadi ayah dari anak anak ku ....!"


jawab Bianca membuat Zaki pilu, sementara selama ini ia tak segan-segan menyakiti nya hanya karena dendam di masa lalu.

__ADS_1


Lalu apa yang akan terjadi setelah Bianca tahu bahwa ia adalah dalang dari kehancuran perusahaan nya.


bersambung....


__ADS_2