
Benar saja mandi berlangsung cukup lama karena Zaki melakukan hal lebih dari sekedar mandi.
Bianca sendiri tak bisa menolak, seperti apa Zaki dia tidak menerima penolakan.
Keduanya keluar dari kamar mandi, gegas Bianca menggunakan pakaian dan mengambil mukena nya karena waktu magrib hampir habis.
"kita sholat berjamaah...!"
seru Zaki membuat Bianca tertegun sejenak.
Untuk pertama kalinya Zaki mengajak nya sholat.
Bianca memindai Zaki yang menggunakan Koko lengan pendek berwarna putih, Tampan.
keduanya menunaikan shalat Maghrib bersama, karena waktu mendesak selepas berdoa adzan Isya berkumandang.
"kita lanjut saja, setelah itu kita pergi makan malam !"
seru Zaki dan di anggukan oleh Bianca, kedua kalinya Ia menjadi makmum pria itu.
setelah selesai Zaki menoleh ke arah Bianca yang tengah berdoa dengan khusuk.
Bianca mendongak mendapati Zaki tengah menatap nya.
"bersiap lah kita akan segera pergi !"
Zaki beranjak dari duduknya namun cepat Bianca meraih tangan Zaki lalu memeluk nya.
Zaki terpaku melihat Bianca yang tengah mencium tangan nya berulang kali, pantaskah ia mendapatkan hal itu dari Bianca? sementara ia sudah banyak menyakiti Bianca.
Istri nya itu tersenyum lalu ikut beranjak berdiri di hadapan Zaki.
"Maafkan semua kesalahan yang pernah aku lakukan Zaki, aku sangat menyesal. Aku berharap kamu mau memaafkan aku dan melupakan semuanya...!"
ujar Bianca menatap netra milik pria Bertubuh tinggi itu.
Zaki termenung sejenak memindai Bianca dengan tatapan sayu.
Sebenarnya Zaki juga ingin melupakan semua itu tapi Kehadiran Risa sudah terlanjur, Ia tidak akan bisa memenuhi keinginan Bianca untuk memilih salah satunya.
"segeralah bersiap....!"
Bianca tertegun saat Zaki tak menanggapi permintaan maaf nya sama seperti sebelumnya.
Kenapa Zaki tidak sadar bahwa Bianca ingin memulai semua nya dengan melupakan semua yang pernah terjadi, tapi ternyata Zaki tak menanggapi hal itu.
satu bulir air mata berhasil lolos membasahi mukena nya, Ia bahkan mengemis nya dari Zaki tapi tak sedikitpun kata yang keluar dari Zaki selain mengalihkan pembicaraan.
__ADS_1
"cepat Bianca!"
seru Zaki dari luar kamar,, gegas Bianca beranjak mengambil salah satu dress berwarna gold beserta dengan kerudung segitiga nya.
Tak Ada percakapan apapun saat keduanya berada di dalam mobil, Bianca lebih memilih memejamkan matanya karena ia mengantuk.
Zaki memandangi wajah Bianca yang cantik dengan make up natural, Ia belum tahu langkah kedepannya seperti apa ? mungkin misi nya membalas kan dendam semakin mengikis seiring berjalannya waktu.
Zaki malah Merasa iba pada Bianca, wajah nya yang teduh dan mata nya yang sedikit bengkak.
Zaki yakin seharian ini Bianca menangis di kamar nya, dan itu karena ia yang pergi meninggalkan Bianca begitu saja.
Zaki merasa bersalah namun ia tidak mau menampakkan hal itu pada Bianca dan membuat nya terlihat lemah di hadapan Bianca, meskipun sejujurnya ia memang lemah menghadapi Bianca, entah cinta itu bersarang kembali dalam hati atau hadir dalam versi berbeda karena keadaan Bianca kini berbanding terbalik dengan dirinya yang dulu.
keduanya berjalan beriringan menuju restoran mewah itu, beberapa pasang mata memperhatikan Zaki yang menggandeng tangan Bianca.
apapun keadaannya Bianca lah yang selalu ia ikut serta kan kemana pun, Risa sendiri terkadang sibuk apalagi sekarang kondisi nya masih memerlukan perawatan.
"pak Zaki....!"
seorang pria berusia empat puluh tahunan menyambut kedatangan mereka berdua, Bianca senyum simpul saat sang istri melayang kan senyuman.
"ini istri nya ?"
tanya pria itu lagi memindai Bianca.
"cantik sekali......!"
tambah nya mengajak keduanya untuk duduk di meja bundar yang cukup besar, beberapa kolega bisnis yang lainnya datang, Banyak yang menanyakan tentang kehadiran Bianca. mereka mengagumi kecantikan wanita yang berada di samping Zaki, hal itu membuat Zaki bangga dan tak ingin melepaskan Bianca apapun yang terjadi.
**
Beberapa hari berlalu, Risa sudah keluar dari rumah sakit. namun ia belum bisa berjalan dengan normal karena luka di kaki nya cukup parah. Pihak rumah sakit mengizinkan Risa untuk beristirahat di rumah Dulu.
Zaki kembali mengizinkan Bianca ke kantor karena ia juga sibuk, dan setiap hari pulang ke tempat Risa karena perempuan itu masih dalam tahap pemulihan.
Risa akan kembali ke rumah sakit setelah kondisinya bener bener pulih, Bianca sendiri tak bisa berbuat apa-apa karena ia tidak bisa melawan Zaki.
hati nya sakit Zaki memberikan nya sebah di dada, datang hanya untuk menjamah nya saja lalu pergi begitu saja.
ironis bukan hidupnya hanya untuk sekedar pemuas kebutuhan biologis nya saja lalu bagaimana keadaan hati nya? perlahan namun pasti Zaki menghancurkan nya perlahan. Bianca bingung dengan sikap Zaki yang terkadang begitu baik dan seketika berubah menyakitkan. Zaki seperti menganggap nya gurauan semata.
Bianca hanya bisa bersabar hingga pada saat ia bisa mengembalikan uang Zaki dan bisa meminta untuk mengakhiri semua nya, cinta itu bernaung dalam hati tapi apa yang Zaki berikan hanya lah kekecewaan karena Ia tetap mempertahankan Risa.
Bianca menoleh pada ponsel nya yang berdering, terlihat nomor baru menghubungi nya.
Bianca mencoba memberanikan diri untuk menerima panggilan itu.
__ADS_1
"halo assalamualaikum Bianca, aku Aji !"
Bianca tertegun mendengar suara seorang pria yang mengaku dokter aji.
hampir tiga bulan ini dokter baik hati itu menghilang, Bianca datang ke rumah sakit juga pria itu tidak ada.
Malah Wira yang menampakkan diri, Bianca justru kini takut pada Wira yang masih mengejar nya.
"wallaikum salam, dokter aji !"
jawab Bianca, Ia harus mengembalikan uang Aji yang pernah ia pakai untuk Rudi.
"bagaimana kabar mu ?"
tanya Aji senyum di sebrang sana, saat ini ia tengah berada di London untuk melanjutkan pendidikan kedokteran nya.
keduanya ngobrol di telpon, Aji menjelaskan tentang kemana saja ia selama beberapa waktu ini.
Kedua orang tua nya kembali menugaskan Wira di rumah sakit karena ia harus melanjutkan kembali pendidikan nya.
"lupakan tentang uang Bianca, gunakan saja untuk kebutuhan mu !"
jawab Aji saat Bianca membicarakan perihal mobil dan uang tersebut.
"tapi bagaimana bisa, itu bukan uang sedikit. aku tak bisa menerima dengan cuma cuma !"
Aji terkekeh, ingin sekali rasanya bertemu dengan Bianca. Aji yang tidak tahu kalau Bianca sudah menikah dengan mudah melabuhkan hatinya pada sosok wanita yang tidak ia ketahui seluk beluk nya.
"Lalu kau ingin membalas nya dengan apa ?"
tanya Aji membuat Bianca tertegun.
"aku tidak tahu, aku akan mengembalikan uang itu... kapan kau akan pulang ?"
tanya Bianca, Ia tidak tahu kalau Aji menaruh hati padanya, Bianca pikir Aji tahu ia sudah menikah seperti halnya Wira.
"aku akan segera pulang, tunggu aku ya Bianca !"
lagi lagi Bianca tertegun, mengapa penuturan Aji seakan memiliki maksud tertentu.
Bianca menoleh saat Zaki masuk ke dalam kamar, gegas ia mematikan sambungan telepon nya.
"telpon siapa ?"
tanya Zaki memindai wajah Bianca tampak tegang, jangan sampai Zaki mengetahui tentang permasalahan itu. Ia harus bisa menyelesaikan masalah hutang itu secepatnya.
bersambung...
__ADS_1
terimakasih sudah mampir 😍😍😍