Menikah Dengan Musuh

Menikah Dengan Musuh
15


__ADS_3

" Bukan masalah uang, " sanggah Stefano. " Tapi kelihatannya agak tidak biasa terburu-buru, jika perempuan muda seperti mu terbang melintasi bumi tanpa membawa apa-apa selain celana jeans, kaos, dan tas jinjing. Hampir semua perempuan yang kukenal akan membawa banyak peralatan rias wajah dan perlengkapan mandi yang bobotnya mampu menenggelamkan kapal laut. '


" Aku tidak membutuhkan semua peralatan itu. " ujar Clara.


" Aku sama sekali tidak pernah percaya, " gumam Stefano.


Clara menurunkan kaki langsing nya dengan luwes ke lantai namun terlihat anggun. " Aku membutuhkan tempat tinggal sebelum meresmikan hubungan pernikahan kita, " ucapnya. " Sepertinya, hotel bintang lima cocok untuk ku. "


" Kau bisa tinggal di villa ku. " Stefano menuliskan alamat lengkapnya di secarik kertas, lalu menyorongkan ke seberang meja. " Aku ingin kau tinggal seatap denganku sehingga aku akan bisa mengawasimu. "


" Kupikir kau akan menumpahkan isi hati kepada wartawan seperti apa yang dilakukan bekas tunangan mu ? " tanya Clara sambil tersenyum menantang sembari menyelipkan secarik kertas yang sudah dilipat tersebut ke bra-nya. "

__ADS_1


" Sebenarnya dia bukanlah tunangan ku, " ujar Stefano, membuang pandangan matanya jauh dari payudara Clara yang menggoda. " Aku belum melangkah sejauh itu, tapi aku sudah membelikan nya cincin untuk nya. Kau boleh meminjamnya kalau mau. "


Clara menyipitkan matanya dengan sinis. " Jangan harap bocah kaya raya. "ucapnya. " Aku mau cincin ku sendiri, bukan meminjam milik orang lain. '


Stefano berjalan menghampirinya, ia merasakan daya tarik yang begitu kuat saat berjalan melintasi pembatas tak kasat mata antara mereka. Aroma musim panas yang menguar dari perempuan itu menggelitik hidung Stefano. Perpaduan antara wangi bunga dan aroma kehangatan tubuh yang dimiliki perempuan itu memiliki efek memabukkan layaknya obat penenang. Saat berdiri dekat dengan perempuan itu, Stefano dapat melihat bintik-bintik kemerahan yang menyebar disekitar hidung mancung Clara, serta bekas cacar kecil diatas alis kirinya.


Sekonyong-konyong tanpa bisa dihentikan tatapannya jatuh pada bibir. Clara yang ranum.


Clara berfikir sambil memonyongkan bibir ranumnya yang indah ke arah Stefano, bola mata biru kelabunya tampak berkilauan menggoda. " Kau ingin mencium ku, ya kan ? "


Stefano menggertak kan giginya kuat-kuat. Saking kuatnya , ia mungkin hanya bisa memakan agar-agar sampai akhir hayatnya. " Aku ingin mencekik mu bukan menciummu. " Kilah Stefano.

__ADS_1


" Sekali saja kau menyentuh ku, kau akan lihat akibatnya! " Tukas Clara seraya membalas tatapan mata Stefano dengan nada jijik.


Sebenarnya Stefano tahu pasti apa yang akan terjadi apabila dia menyentuh wanita ini. Sekujur tubuhnya bisa merasakan akibatnya. Aliran darah mengalir deras bagaikan torpedo. Dan ia tak pernah mengalami dan mengingat apakah ia pernah merasakan hasrat dan gairah seksual sekuat dan seliar ini. Ia merasakan kembali menjadi seperti remaja yang dikendalikan oleh perubahan hormon. Bahkan dinamit pun tidak akan bisa meninggalkan dan menimbulkan kerusakan sebesar apa yang ditimbulkan oleh godaan Clara. " Pergi kau. " geramnya bengis.


Clara kembali mendongakkan kepalanya yang cantik dengan angkuhnya. " Kau harus memohon kepadaku. "


Stefanobergerak dan bergegas menuju ke arah pintu, lalu menahan pintu agar tetap terbuka. " Keluar ! "


Clara mengibaskan rambut pirang keperakannya yang berkilau kebalik bahunya. " Kalau aku harus tinggal dan pergi ketempat mu aku perlu kuncinya. '


" Pelayan ku akan membukakan pintu. " jawab Stefano . " Aku akan menelepon nya sekarang dan memerintahkan nya, bersiap-siap menyambut kedatangan mu. "

__ADS_1


Hai readers, jangan lupa like, coment dan love ya plus koinnya juga. Author akan crazy update 20 episode jika tembus 1.000 like dan koint. Please...Iam waiting... Coment Positif ya guys, no coment negatif...hihihihi... selalu hidup dalam hal" yang positif. see you*


__ADS_2