
Wajah Clara yang cantik terasa memanas. " Kami belum membicarakan hal ini, Hubungan antara kami berdua masih bisa dibilang hubungan kilat. "
" Justru itu lebih baik, " ujar Elena penuh gaya keibuan yang tidak ingin dibantah. " Sekarang biar aku antar kau berkeliling dirumah barumu, agar kau sudah merasa kerasan sebelum Signor Ferrante pulang. "
Clara terus membuntuti si pelayan ceria yang mengajak nya tur di Villa Stefano. Bangunan ini bahkan lebih besar dari bayangan Clara, seluruh kamar dan suite berdekorasi indah dan berselera tinggi. Terlintas dalam pikiran Clara, jika ia hidup Villa besar ini, ia bisa menjalani masa enam bulan tanpa harus bertemu muka dengan Stefano atau bahkan siapapun yang tinggal di dalamnya.
__ADS_1
" Sekarang kau bisa mandi dan berganti pakaian. " kata Elena. " Aku akan menyiapkan hidangan makan malam sebelum pulang. "
" Kau tidak tinggal disini ? " tanya Clara.
" Alu tinggal di pondok pertanian disamping kebun zaitun, " jawab Elena. " Suami ku Franvo, bekerja untuk Signor Ferrante juga, jika butuh bantuan sesuatu, kau bisa menelepon ku. Besok aku akan kembali bekerja sekitar pukul 10.00. Signor Ferrante senang menikmati waktunya, sepanjang hidup nya, beliau selalu dikelilingi oleh pelayan, jadi aku faham jika beliau menginginkan privasi. "
__ADS_1
Kondisi yang tiba-tiba memanas saat berada di ruang rapat memang berhasil dilewati, namun jika tekanannya lebih kuat, apa yang bisa ia lakukan ? Ia tidak memiliki kekebalan dalam menghadapi nya, ia bahkan lemah. Sejauh ini ia hanya berpura-pura kuat, tapi sampai kapan ia bisa melakukannya ? Stefano hanya perlu menatap Clara dan gairah Clara pun akan langsung terbakar.
Ironisnya, Clara tidak pernah seantusias ini dalam menghadapi masalah percintaan. Ia memang pernah bersenang senang, bahkan berpesta pora setelah ditolak Stefano. Namun, ia butuh waktu berbulan-bulan sampai memutuskan berkencan.
Dan ketika akhirnya bergaul dengan lelaki seusianya. Clara bercinta tanpa hasrat, ia tidak memiliki perasaan apapun pada pasangan nya, begitu juga mereka sebaliknya. Lalu setelah kejadian itu, dimalam yang memalukan itu, terbangun di ranjang milik orang asing, Clara membelenggu dirinya ke pernikahan yang membuat nya merasa aman, nyaman, dan tak melibatkan hubungan intim. Sebelum kejadian malam itu, Clara akan tertawa keras setiap kali media menggambarkan ia sebagai pelacur murahan, bangga karena berhasil mencuri perhatian meski ia tahu sebenarnya apa yang terjadi, itu saja. Namun kini Clara berharap kalau saja ia bisa melepaskan diri dari cap yang sedikit banyak ada benarnya tersebut.
__ADS_1
Setelah selesai membongkar barang bawaan, mandi, dan berganti pakaian, ia pun segera turun kelantai bawah. Vila ini terasa begitu sepi, tanpa kehangatan dan ocehan bersahabat dari si pelayan rumah tangga. Ia lalu mengambil sedikit makanan dan menuang segelas anggur, ia mulai gelisah dan marah.
Hai readers, jangan lupa like, coment dan love ya plus koinnya juga. Author akan crazy update 20 episode jika tembus 1.000 like dan koint. Please...Iam waiting... Coment Positif ya guys, no coment negatif...hihihihi... selalu hidup dalam hal" yang positif. see you*