
Lelaki itu memang memilih menjadi perancang furniture, namun dia takkan perlu mengkhawatirkan tagihan yang tidak bisa dibayar atau kemana untuk mencari sesuap nasi. Sulit tidak iri kepada lelaki itu. Kenapa Stefano menginginkan puri sang Ibu yang tidak terawat di Provence padahal dia sudah memiliki semua ini ?
Membayangkan memiliki puri ini sebagai tempat tinggalnya membuat Clara terfikir untuk sengaja menggagalkan perjanjian dengan membuat lelaki itu tak takkan tahan untuk hidup bersama nya.
Sungguh menggiurkan, puri miliknya, sebentuk surga miliknya sendiri. Toh, Stefano tidak akan menjadi tunawisma atau sejenisnya. Lelaki itu memang tinggal di Firenze tapi Clara tahu Stefano memiliki Villa di Barbados dan suatu tempat di Spanyol.
Pintu Villa terbuka, menampilkan sosok perempuan keibuan yang tersenyum memperkenalkan namanya Elena seraya mengarahkan Clara memasuki rumah. " Signor Ferrante memberitahu kau akan datang sore ini. " Perempuan itu mengedipkan mata penuh arti. " Kamarmu letaknya tepat disamping kamar Signor Ferrante. "
" Kau sungguh pengertian. " ucapnya.
__ADS_1
" Bukan masalah besar, " jawab Elena. " Ketika masih muda, akupun pernah dibuat mabuk kepayang ketika jatuh cinta dengan suamiku. Saat itu, aku bertemu suamiku dan sebulan kemudian kamipun menikah. Aku sudah menduga, Signor Ferrante pasti akan berubah pikiran tentang perempuan yang satu itu. "
Kening Clara sedikit berkerut. " Hm .... perempuan yang satu itu ? "
Elena mengeluarkan suara mendengus. " Putri Portia, Perempuan itu tak pernah gembira, dia suka main perintah dan aku selalu menuruti permintaan nya. Dia tak suka masakan yang mengandung daging merah, dia tidak suka keju, dia hanya makan ini, dia hanya makan itu, aku hampir gila dibuatnya. "
" Mungkin dia hanya ingin menjaga bentuk tubuhnya. " timpal Clara bijak.
Clara menjadi bertanya-tanya apakah Stefano telah memberitahukan perempuan ini mengenai hubungan antara mereka, ataukah Elena menduga hubungan kilat ini terjalin karena berfikir mereka mendadak jatuh cinta ? Atau yang lebih membuat Clara khawatir mungkinkah dia bisa membaca isi hati Clara, yang berusaha ia sembunyikan mati-matian ? Bukan berarti ia masih menaruh hati kepada Stefano. Ia tidak mencintai lelaki itu, ia bahkan membenci lelaki itu. Namun Ini tidak berarti kehadiran lelaki itu tidak memiliki dampak dan mengusik Clara, ia malah merasa terganggu, amat merasa terganggu. " Tampaknya kau sangat mengenal tuan mu, " kata Clara.
__ADS_1
Elena tersenyum. " Beliau sangat baik, beliau juga pemurah dan pekerja keras, jika ada kesempatan beliau takkan segan membantu pekerjaan di ladang. Kau sudah lama mengenalnya ? aku baca di koran, Mamamu dulu pekerja untuk keluarga Ferrante si ?
" Si, " jawab Clara. " Ibuku bekerja sebagai kepala pelayan rumah tangga keluarga Ferrante saat aku masih berumur empat belas tahun, saat itu Stefano memang tidak tinggal di rumah keluarga nya, namun kami sering bertemu. "
" Awalnya berteman, lalu menjadi kekasih, si ? " goda Elena tersenyum lebar.
" Hm ... kira-kira begitulah. "
" Aku bisa melihat gairah di sorot mata mu, " ucap Elena, " Signor Ferrante pasti akan berbahagia bersama mu. Firasat ku mengatakan akan hal-hal seperti ini biasanya benar, kau siap membuat bayi-bayi sehat bersamanya, si ?
__ADS_1
Hai readers, jangan lupa like, coment dan love ya plus koinnya juga. Author akan crazy update 20 episode jika tembus 1.000 like dan koint. Please...Iam waiting... Coment Positif ya guys, no coment negatif...hihihihi... selalu hidup dalam hal" yang positif. see you*