Menikah Dengan Musuh

Menikah Dengan Musuh
9


__ADS_3

Ia terpikir akan uang warisan dari Andreas Ferrante, jumlah warisan itu lebih dari cukup untuk membeli rumah mewah di lingkungan elite. Jika ia cermat menginvestasikan siea warisan itu, kehidupannya akan terjamin. Ia bisa menekuni hobi fotografi, bahkan mungkin lebih jauh lagi, ia bisa menjadikan hobinya sebagai karir yang menjanjikan.


Pasti rasanya menyenangkan jika orang-orang mengenalnya atas bakat yang ia miliki, alih-alih kesalahan dan penyimpangan sosialnya. Pasti akan menyenangkan saat berada disisi lain lensa sebagai pembidik foto, bukan sasaran foto.


Clara mempertimbangkan persyaratan yang dicantumkan surat wasiat tersebut sambil menggigit bibir. Menikah dengan musuh besarnya selama enam bulan. Sulit sekali, tetapi apakah hadiah yang dijanjikan setelah masa itu berakhir akan sebanding ?


Tentu saja hadiah itu tidak akan sebanding jika harus dijalani layaknya pernikahan sungguhan. Tiba-tiba bulu kuduk Clara meremang saat membayangkan berbaring di dalam dekapan lengan Stefano yang kuat dan berotot, membayangkan kakinya terjalin dengan lelaki itu yang panjang dan berbulu , membayangkan lelaki itu ...


Ia mengambil sehelai lap bersih, mengeringkan tangan, lalu meraih tas dan kunci-kuncinya. " Aku pergi dulu. " ucapnya. " Aku belum tahu kapan akan kembali, tapi aku akan mengirimkan uang sewanya."


Kate berbalik, satu tangan memegang kotak susu kosong, dan satunya lagi memegang lap basah. " Pergi ke mana ? "

__ADS_1


" Ke Firenze. "


Kate membelalakkan matanya. " Kau akan menerima lamarannya ? "


Clara menatapnya muram. " Ini akan menjadi enam bulan terlama sepanjang hidupku. "


" Enam bulan ? " Kate tampak bingung. " Bukankah pernikahan seharusnya bertahan hingga maut memisahkan ? "


Clara menarik pegangan tasnya ke bahu. " Kalau Stefano Ferrante menginginkan ku berpakaian seperti salah satu kekasihnya, dia bisa membayar seluruh keperluan ku. Ciao. "


" Signor Ferrante sedang rapat bersama team perancangan. Beliau tidak bisa diganggu, "kata resepsionis kantor Stefano Ferrante kepada Clara. " Beritahu dia, tunangan nya ada di sini, " ucap Clara sambil tersenyum datar.

__ADS_1


Sang resepsionis membelalakkan mata seraya memperhatikan Clara. " Tetapi ... " ucapnya ragu-ragu. " Katakan kepada atasan mu, pernikahannya batal jika dia tidak mau menemui ku sekarang juga, " tantang Clara sambil menatap garang.


Perempuan itu meraih interkom lalu berbicara dalam bahasa Italia kepada Stefano. " Disini ada wanita muda yang mengaku tunangan anda. Apa saya perlu memanggil satpam ? "


Sahutan Stefano terdengar mengalun merdu dari interkom. " Suruh dia menunggu di ruang tamu. " Clara membungkuk di atas meja dan menarik interkom tadi. " Cepat keluar, Stefano. Ada banyak hal yang harus kita bicarakan. "


" Sepuluh menit lagi, " jawab Stefano. " Di ruang rapat. "


" Keluar sekarang ! ", balas Clara sambil menggertakkan gigi. "


Hai readers, jangan lupa like, coment dan love ya plus koinnya juga. Author akan crazy update 20 episode jika tembus 1.000 like dan koint. Please...Iam waiting... Coment Positif ya guys, no coment negatif...hihihihi... selalu hidup dalam hal" yang positif. see you*

__ADS_1


__ADS_2