
" Kenapa harus enam bulan ?"
Stefano memutar bola matanya sembari bergumam, " Karena Papa tahu aku mungkin akan terlibat dakwaan pembunuhan jika lebih dari enam bulan. "
Clara menatap sinis Stefano, " Tergantung siapa yang lebih dulu melakukannya. "
Stefano tidak mengindahkan komentar itu, ia kembali berpaling kepada si pengacara. " Lalu apa yang terjadi setelah enam bulan jika kami bersedia memenuhi persyaratan tadi ?" tanyanya lagi.
" Kau akan mendapatkan purinya, dan Clara akan mendapatkan uang bayaran," papar si pengacara.
" Berapa bayarannya ?" tanya Clara.
Lorenzo De Salle menyebutkan jumlah uang yang membuat mata Clara terbelalak. " Sebenarnya apa, tugas perempuan ini hingga bisa mendapatkan bayaran sebesar itu ?" tanya Stefano. " Dia hanya perlu mondar-mandir di rumah mewah, berpura-pura menjadi wanita bangsawan selama enam bulan! Keterlaluan!"
__ADS_1
Clara mencibir. " Menurutku jumlah itu setimpal jika aku hanya perlu hidup bersamamu selama enam hari, bukan selama enam bulan."
Stefano menatap sinis Clara, matanya menyipit. " Kau menjebak Papa melakukan ini kan ?" tuduh Stefano melalui sela-sela giginya yang bergemeletuk. " Kau memintanya membuat surat wasiat gila ini agar bebas memperoleh semua yang kau inginkan."
Mata biru-kelabu Clara balas menatap nanar Stefano. " Aku sama sekali tidak pernah bertemu Ayahmu selama lima tahun, apalagi berbicara." katanya. " Jangankan menghadiri pemakaman ibuku, Ayahmu bahkan tidak mau bersusah payah mengirimiku kartu atau karangan bunga tanda turut berdukacita."
Stefano masih menatap tajam Clara. " Lalu untuk apa kau hadir di upacara pemakaman ayahku kalau kau sangat membencinya ?"
Clara masih mendongakkan wajahnya dengan angkuhnya. " Jangan pikir aku sengaja menempuh perjalanan jauh demi pemakaman Ayahmu, karena tentu saja aku takkan mau." ucapnya. " Aku disini karena mengepas pakaian yang akan kukenakan di pesta pernikahan adikku bulan depan."
Clara menatap Stefano garang. " Aku datang ke upacar pemakaman Ayahmu demi ibuku," tuturnya. " Ibuku pasti akan datang kalau saja ia masih hidup. Tak akan ada yang akan menghalanginya."
Stefano kembali menatap Clara penuh cemoohan. " Memang, karena sepertinya dia memang tidak mengenal etika."
__ADS_1
Clara melompat berdiri sambil mengayunkan tangan menampar Stefano, namun lelaki itu berhasil menangkis sebelum tamparan itu mendarat di pipinya. Ia terperanjat saat jemarinya menyentuh kulit Clara yang selembut sutra, seperti ada kekuatan dahsyat yang mengguncang tubuhnya. Clara pun tampak terkejut, seakan-akan merasakan hal yang sama.
Sepersekian detik pun berlalu.
Ada sesuatu yang menyelinap dalam relung hati mereka, sesuatu yang primitif dan berbahaya, sesuatu yang tak bernama, sesuatu yang tak berwujud, sesuatu yang sudah lama berada di sana.
Stefano menurunkan lengan Clara lalu mundur menjauhi. Diam-diam ia mengepalkan jemarinya untuk memeriksa apakah tangannya masih berfungsi baik. " Tolong maklumi kondisi Miss Baker ___" lanjut Stefano kepada si pengacara " ____ dia dikenal gemar mendramatisasi setiap kejadian.
Clara menatap Stefano penuh celaan. " Bajingan kau."
Sang pengacara menutup foldernya seraya bangkit berdiri. " Kalian diberi waktu satu Minggu untuk mengambil keputusan," ucapnya. " Sebaiknya kalian menolak bekerja sama."
" Aku telah mengambil keputusan." jawab Clara sembari melipat kedua tangannya di dada. " Aku tidak akan menikah dengan nya."
__ADS_1
Hai readers, jangan lupa like, coment dan love ya plus koinnya juga. Author akan crazy update 20 episode jika tembus 1.000 like dan koint. Please...Iam waiting... Coment Positif ya guys, no coment negatif...hihihihi... selalu hidup dalam hal" yang positif. see you