
Semua gempar dengan Pemberitaan di media yang menayangkan informasi kedua dokter di tembak di sebuah kamar hotel.
Aji bergegas pergi ke rumah sakit setelah mendapatkan kabar bahwa adik nyalah yang menjadi korban penembakan bersama Risa di sebuah kamar hotel, yang membuat keluarga malu adalah keduanya kedapatan tanpa busana.
Seperti nya mereka tertangkap basah tengah mesum, Aji yakin pasti orang terdekat yang sudah melakukan hal itu.
Sava tertegun melihat berita yang menyampaikan kejadian itu, Dokter Wira dan Dokter Risa di tembak saat tengah mesum di sebuah kamar hotel.
Sava tak percaya seseorang ia kagumi kedapatan memiliki skandal dengan teman dokter nya, Padahal ia sudah menikah dengan kakak nya Bianca.
mungkin kah karena hal itu sang kakak menceraikan Risa, seseorang yang terlihat baik ternyata memiliki perangai dan sifat asli yang buruk.
Di tengah berita tersebut Zaki dan Bianca justru baru saja selesai memadu kasih.
Bianca senyum saat Zaki mencium perut nya, berdoa semoga ada kehidupan dalam rahim Istri nya itu.
"weekend depan kita pergi honeymoon ya....!"
"ajak ibu, dan kedua adik mu juga !"
ujar Bianca senyum.
"itu bukan honeymoon namanya kalau ajak mereka...!"
"ya tidak apa-apa kita pergi berlibur bersama, aku yakin adik mu pasti akan senang !"
Zaki memindai Bianca yang mengulas senyum.
"kau tidak keberatan dengan sikap sava ?"
Bianca menggeleng lalu mengalungkan tangannya pada leher Zaki.
"hm, aku akan biarkan waktu yang menunjukkan seperti apa aku pada adik mu itu, ia tahu mana yang baik dan tidak !"
Zaki senyum lalu mencium hidung Bianca kemudian memeluk nya sayang.
Keduanya keluar setelah mandi bersama, Bima sendiri tak menganggu kedua nya saat mengetahui bahwa mereka berada di kamar.
Bima lebih dulu mengetahui kabar tentang Risa dan Wira, ketimbang Zaki dan Bianca yang asik memadu kasih.
Berita besar itu akan menjadi berita yang mencoreng nama keluarga karena skandal yang terjadi sangat memalukan.
saat ini polisi tengah memburu pelaku yaitu Rudi.
*
"Zak....!"
__ADS_1
Bima masuk setelah kedua nya duduk di sofa.
"hai, aku pikir kau sudah pulang !"
jawab Zaki memindai wajah Bima seperti hendak menyampaikan sesuatu.
"ada apa Bim..?"
Bima duduk di hadapan Zaki dan Bianca kemudian ia menceritakan apa yang terjadi dengan Wira dan Risa.
Zaki dan Bianca langsung tertegun tak menyangka dengan apa yang terjadi !
"sekarang polisi lagi memburu kakak mu, BI !"
tambah Bima.
"Ya sudah sekarang kita pulang saja Bim !"
Bima mengangguk lalu ikut beranjak.
semua memberikan hormat saat Zaki dan Bianca lewat, mereka sudah mengetahui kalau Bianca adalah istri Zaki.
"biar gue bawa mobil Zaki!"
ujar Bima lalu mengambil kunci tersebut.
Zaki membelai kepala Bianca yang berbalut pasmina menyandar kan nya pada dada bidang milik nya.
keduanya terhenyak saat tiba tiba sebuah mobil menabrak nya, namun dengan cepat Bima banting setir ke kanan hingga mobil tersebut menambak mobil truk yang awalnya berada di hadapan Bima.
"Hati-hati Bim...!"
Zaki terperangah saat melihat mobil tersebut menabrak belakang truk hingga mobil depan nya ringsek.
Bima menepikan mobilnya setelah kejadian itu berlangsung, ia harus tahu siapa orang yang berniat mencelakakan mereka.
Zaki dan Bianca juga ikut turun, seorang perempuan berambut panjang menelungkup di stir, seperti nya ia terluka karena hantaman tersebut.
"gue mau tahu siapa dia zak ?"
Bima ikut bergabung dengan polisi menyelidiki siapa pemilik mobil tersebut. Bima mengangguk paham saat polisi memberi tahu identitas wanita tersebut.
"siapa ?"
tanya Bianca penasaran, mobil tersebut lah yang tadi siang menabrak nya juga, seperti nya ia memang berencana mencelakakan nya.
"Haifa....!
__ADS_1
gue hubungi pak Harto dulu !"
ujar Bima membuat Zaki tertegun sejenak lalu merengkuh tubuh Bianca, ia hampir celaka karena dendam Haifa.
setelah itu Bima dan Zaki serta Bianca meninggal tempat kejadian kecelakaan itu, hari ini kedua nya mendapat informasi buruk.
Awal nya dari Risa dam sekarang Haifa, tapi polisi bilang Haifa hanya pingsan saja.
Tak berselang lama mereka sampai di rumah, Lina langsung menghampiri saat mengetahui berita tentang Risa, Rudi pasti yang sudah melakukan hal itu.
"Bianca...!"
seru Lina dengan wajah cemas.
"iya Bu, tenang ya! Bianca akan urus semua nya, biarkan polisi yang menyelesaikan kasus ini !"
Zaki melarang Bianca dan Lina datang ke rumah sakit karena khawatir keluarga Risa tidak terima Rudi membunuh Risa, meskipun hal itu terjadi juga karena ulahnya sendiri.
Zaki bingung kenapa Risa berubah menjadi rusak seperti itu, dulu ia begitu alim tapi sekarang ia berubah garang terhadap urusan ranjang.
"Nanti pengacara saja yang urus kalau kakak mu sudah tertangkap, ibu jangan banyak pikiran ! kita istirahat !"
Titah Zaki lalu masuk ke dalam rumah.
Sava menghampiri Zaki lalu memeluk kakaknya itu, Jujur ia kecewa tapi itu lebih baik dari pada ia terus mengintimidasi Bianca dengan ketidaksukaan nya.
"Itulah kenapa kakak memutuskan untuk berpisah dari Risa, jangan contoh perilaku buruk nya !"
sava mengangguk lalu berganti memeluk Bianca.
"Maaf kan aku kak, mari kita berteman !"
pinta Sava.
sebelumnya ia bersikap kasar pada Bianca.
"gara gara kau, kakakku tak sekaya dulu, Aku heran kenapa sih kak jadi mau menikah dengan Musuh nya sendiri !"
ujaran itu pernah di layangkan oleh sava terhadap Bianca. Namun Bianca tak meladeni sava, Ia cukup diam tanpa pembelaan. awalnya memang menikah dengan musuh tapi karena ketulusan Serta kesabaran nya merubah musuh menjadi partner yang tidak bisa di pisahkan.
"Aku sudah memaafkan, mari lupakan dan kita buka lembaran baru !"
jawab Bianca senyum lalu memeluk sava.
bersambung.
dua episode lagi menuju end, jangan lupa like dan komentar ya😍😍🤭
__ADS_1