Menikah Dengan Musuh

Menikah Dengan Musuh
14


__ADS_3

Ia akan berusaha mati-matian melawan lelaki itu.


Stefano mengatur nafas agar dia tenang. Clara sengaja melakukan hal ini. Dia berusaha memancing emosi Stefano demi membuktikan segala sesuatu belum berubah, masih tetap sama seperti sediakala meski waktu telah berlalu. Bagaimana bisa perempuan itu mempengaruhinya sedemikian besar ? Ia bukan budak gairah.


Hal itulah yang dibenci oleh Stefano dari sang Ayah, ketika lelaki itu begitu mudah mengkhianati perempuan yang telah dinikahinya selama lebih dari tiga puluh tahun dengan meniduri perempuan murahan.


Stefano cukup bangga dengan kemampuannya mengendalikan diri. Ia memiliki hasrat layaknya lelaki normal lain, namun ia selalu cermat memilih pasangan nya. Ia hanya bercinta dengan perempuan berkelas dan anggun. Perempuan-perempuan penurut yang tidak keras kepala, yang tidak akan menarik nya kepusaran gairah yang tidak terkendali. Stefano tak pernah kehilangan akal sehat.


Namun Clara memiliki sesuatu yang melekat erat di relung kalbu Stefano dan tidak bisa ia kendalikan. Ia ingin menyatukan tubuh mereka sepenuhnya. Ia ingin bercinta dengan liar. Ia ingin menguasai dan membuat perempuan itu tunduk kepadanya dengan cara apapun. Tubuhnya terasa nyeri dan terbakar karena hasrat ini.

__ADS_1


Clara adalah buah terlarang baginya dan Stefano begitu bangga karena selama ini dia mampu menahan diri.


Ia yakin hal ini yang mendorong ayahnya menyusun rencana tersebut. Ayahnya tahu Clara selalu memikat nya. Bagi Ayahnya, mengumpankan perempuan itu kepada nya adalah hukuman terburuk bagi Stefano, menyuguhkan perempuan itu tepat didepan mata Stefano, siang dan malam. Mengapa ? Sebesar itukah kebencian ayahnya kepadanya ?


Stefano berbalik menatap Clara. Dia sudah kembali duduk, kakinya yang terbalut celana jeans kini dinaikkan ke atas meja, tangannya terlipat di dada sehingga mendorong payudara indah nya ke atas. Penampilan nya persis seperti murid nakal yang dipanggil keruangan kepala sekolah. Kemampuan Clara menghadapi pihak berwenang memang sangat menyedihkan. Dia pemberontak yang keras kepala. Dia tak memahami kata menghormati. Dia bisa memasang raut wajah masam, lalu seketika berubah ceria. Dia juga bisa menjadi ancaman sensual dan dalam beberapa detik berubah menjadi bocah tanpa dosa.


Stefano belum tahu bagaimana ia akan menjalani sandiwara ini. Namun ia pasti bisa mengatasi nya, meski harus meniduri Clara untuk mengeluarkan perempuan itu dari pikirannya. Darah Stefano berdesir saat memikirkan hal itu.


" Belum tahu, " jawab Clara. " Aku terbang kemari tanpa banyak pertimbangan. "

__ADS_1


" Mana barang bawaan mu. "


" Aku tidak membawa apapun. " Jawab Clara lagi.


" Mungkin lebih baik jika aku menyerahkan urusan pemilihan pakaian kepadamu. Barang-barang yang biasa kupakai tentu tidak akan cocok dengan situasi sekarang ini. "


Stefano menatap Clara seolah-olah tak mempercayai pendengaran nya. " Kau datang tanpa membawa apa-apa selain pakaian yang kupakai ? "


Clara menatap Stefano penuh pembelaan diri. " Kalau kau ingin aku memainkan peranku, aku harus memakai pakaian yang pantas. Dan tentunya kau yang akan membayar semuanya, bukan aku. " Ujar Clara sambil tersenyum dengan manis dengan mata dan bibirnya.

__ADS_1


Hai readers, jangan lupa like, coment dan love ya plus koinnya juga. Author akan crazy update 20 episode jika tembus 1.000 like dan koint. Please...Iam waiting... Coment Positif ya guys, no coment negatif...hihihihi... selalu hidup dalam hal" yang positif. see you*


__ADS_2