Menikah Dengan Musuh

Menikah Dengan Musuh
satu satu nya.


__ADS_3

Zaki sudah merekayasa semua nya dengan rapih, hingga kabar kebangkrutan nya terdengar oleh Henri juga Lina.


gegas Henri menelpon Bianca, putri nya itu tengah merapikan pakaian nya ke dalam koper.


Zaki mengajak Bianca untuk pulang ke kampung halaman nya di Wonosobo, Gadis cantik berhidung mancung itu memutus kan untuk ikut dengan Zaki, meski Ia belum sempat menanyakan perihal Risa.


Zaki hanya bercerita kalau Rudi dan Risa bersekongkol menghancurkan perusahaan nya.


Zaki tak menceritakan tentang hubungan kedua nya melebihi batas. Bianca menoleh ke arah ponsel nya yang berdering terlihat sang ayah menghubungi nya.


"Bianca, apa yang terjadi ?"


tanya Henri langsung saat Bianca mengangkat telepon nya, Bianca menoleh ke arah Zaki yang tengah memainkan ponselnya entah tengah menghubungi siapa.


Bianca bingung harus bagaimana menjawab pertanyaan sang ayah sementara Mereka tidak tahu tentang Risa, mudah saja memberi tahu tentang Rudi.


semua seperti benang kusut yang entah harus bagaimana meluruskan nya, sang ayah pasti sedih jika mengetahui hal sebenernya.


"tidak, hmmmm.... nanti Bianca akan cerita kan, sekarang Bianca tengah berkemas yah!"


Henri tertegun merasa ada sesuatu yang tidak beres.


"ya sudah, pulang lah ke rumah ajak suami mu."


titah Henri lalu menutup panggilan telepon nya.


"Siapa yang telpon ?"


tanya Zaki memindai wajah Bianca tampak berpikir.


"ayah, aku rasa ia juga mendengar tentang permasalahan perusahaan mu! aku harus mengatakan apa ? apa aku harus bilang pada mereka kalau istri kedua mu dan kak Rudi yang membuat masalah ini !"


tanya Bianca bertubi-tubi pada Zaki, pria itu tampak santai.


"kalau kau ingin menyembunyikan masalah rumah tangga kita, biarkan aku yang bicara ! tapi kalau kau tidak ingin rumah tangga kita berlanjut. katakan saja apa mau mu!"


ujar Zaki seakan menyerahkan semua keputusan pada nya, lalu bagaimana dengan dirinya? apa Ia tidak ingin bertahan dalam situasi ini ?


"kalau aku ingin bertahan, lalu bagaimana dengan kamu ? apa kamu mau memaafkan Risa ?"


tanya Bianca menghentikan langkah Zaki yang berada di ambang pintu.


"aku tidak akan pernah memaafkan seorang pengkhianat !"


jawab Zaki lalu pergi keluar dari kamar, Bianca mematung sendiri dengan pemikiran nya.


"apa Zaki sudah menceraikan Risa ?"

__ADS_1


gumam Bianca lalu menarik kopernya keluar.


Semua pembantu rumah berjejer di depan memperhatikan Bianca yang tengah menarik kopernya keluar.


"kalian tidak usah pergi dari rumah ini, akan ada majikan kalian yang baru !"


ujar Zaki menghampiri Bianca meraih koper besar itu.


"kita pulang ke rumah orang tua ku dulu !"


Ujar Bianca pada Zaki, pria itu mengangguk lalu memasukkan koper ke dalam mobil Bianca.


"Hati hati tuan !"


salah satu pembantu menghampiri, padahal mereka tahu kalau semua hanyalah rekayasa.


Zaki hanya ingin tahu seperti apa Bianca jika ia tidak memiliki apa-apa.


Zaki dan Bianca mengangguk lalu meninggalkan rumah besar tersebut, Bianca berpikir untuk berpamitan dengan kedua orang tua nya sebelum pergi bersama Zaki.


Risa tersenyum senang saat mengetahui bahwa Zaki sekarang sudah bangkrut, semua ia lakukan karena rasa sakit hati nya terhadap Zaki yang lebih mementingkan Bianca, Mungkin Zaki berpikir Risa tidak tahu celah waktu yang Zaki manfaat kan untuk menemui Bianca di waktu senggang nya, Risa tahi kalau Zaki sudah jatuh cinta pada Bianca, sikap Zaki Tak sama seperti saat kedua nya menikah.


Risa berencana akan kembali bertugas di rumah sakit, Namun bukan rumah sakit milik Wira, Ia jengah karena Wira selalu saja menguntitnya, padahal ia hendak menikah dengan salah satu suster di rumah sakit itu.


*


"ayo masuk BI, Zaki...."


ujar Lina setelah kedua nya mengucapkan salam.


"ibu baru selesai masak, ayah mu ingin kita makan bersama...?!"


sambung Lina lalu kedua nya masuk ke ruang makan, Mungkin malam ini kedua nya akan menginap di rumah itu.


kini Mereka duduk di meja makan, Henri langsung menyuruh Bianca melayani Zaki.


"Ayah punya simpanan Zaki, apa uang yang pernah kami pakai bisa menutupi hutang mu!"


tanya Henri memulai obrolan, pria yang berusia lima puluh tahun itu kini semakin sehat pasca operasi kala itu, Ia bahkan sudah kembali memimpin perusahaan.


"tidak usah yah, mm perusahaan ayah kan baru pulih, jadi tidak usah memikirkan saya!"


jawab Zaki membuat Bianca tertegun.


"lalu apa langkah selanjutnya ?"


Zaki memberi tahu kepada Henri bahwa ia di tipu salah satu kolega bisnis tanpa membawa risa atau pun Rudi. Tentu ia juga tidak ingin cemar di hadapan orang tua Bianca.

__ADS_1


"Untuk saat ini Saya ingin pulang ke kampung halaman, hm... mungkin hal itu lebih baik ketimbang memikirkan masalah perusahaan, saya ingin istirahat terlebih dahulu !"


"Bianca boleh ikut kan yah ?"


tanya Bianca menilik wajah sang ayah.


"tentu saja boleh, Zaki kan suami mu ! pergilah bersama nya !"


Bianca langsung tersenyum, Zaki memindai Henri. sang ayah dan ibu Bianca baik tapi kenapa kedua anaknya kacau apalagi Rudi, dia gila !


ada satu hal yang Bianca tidak tahu, Zaki sudah membuat kakak nya itu babak belur.


entah anak buahnya membuang Rudi kemana !


entah hidup atau mati tapi Zaki berharap Rudi mati karena hidup juga hanya menjadi benalu saja.


**


Keduanya memutuskan untuk bermalam di rumah Itu, Esok pagi kedua nya akan pergi menggunakan kereta api.


Bianca mengajak Zaki masuk ke dalam setelah berbincang dengan sang ayah.


Zaki memindai ke sekeliling kamar itu, berwarna hijau muda dan putih. beberapa potret cantik Bianca menghias dinding bercat putih itu.


Bianca keluar dari kamar mandi menggunakan jubah mandi nya, netra nya tertuju pada Zaki yang tengah duduk menghadap nya.


"apa yang kamu pikirkan Bianca ?"


Bianca menghela nafas berat, kenapa Zaki tidak mempertegas hubungan mereka, lalu seperti apa ia dan Risa.


"bagaimana hubungan mu dengan Risa ?"


tanya Bianca, Zaki tersenyum dalam hati paham dengan apa yang Bianca pikirkan.


"Saat ini hanya kamu lah satu satu nya istri ku Bianca !"


ujar Zaki menghampiri Bianca yang masih menggunakan jubah handuk.


Mungkin apa yang di pikirkan oleh Risa itu benar, Zaki memang sudah beralih pada Bianca.


perempuan cantik yang sejak lama menahan hati dan jiwa nya, sayang kejadian di masa lalu menjadi kisah kelam hubungan cinta kedua nya.


Bianca senyum, menatap Zaki yang juga tengah menatap nya lekat lekat.


Bianca melangkah semakin dekat hingga tubuh kedua nya menempel, Zaki langsung meraup bibir Bianca yang basah.


menggigit nya pelan hingga bibir itu terbuka, Zaki mendekap pinggang Bianca, sembari memperdalam ciuman nya semakin menuntut, lalu membawa Bianca ke ranjang.

__ADS_1


bersambung.....


__ADS_2