Menikah Dengan Musuh

Menikah Dengan Musuh
4


__ADS_3

Stefano Ferrante berjalan hilir mudik di perpustakaan. Ia sudah lama tidak mengunjungi rumah ini. Ia terakhir kali berada di sini pada suatu malam saat Clara yang masih berusia tujuh belas tahun ditemukan telanjang dikamarnya. Setan kecil itu lalu emngumbar cerita bohong membuat Stefano tampak seperti penjahat, sementara perempuan itu tampak seperti korban tak berdosa.


Saat itu Clara memerankan peran dengan sangat sempurna. Mengapa Papa memberikan warisan kepada Clara ? pikir Stefano. Perempuan itu tidak memiliki hubungan darah dengan mereka. Dia hanya anak pelayan rumah tangga. Dia memiliki hobi mengeruk kekayaan orang lain, bahkan bersedia menikah demi uang. Kini suami. lara sudah meninggal dan membuat perempuan itu kembali jatuh miskin. Tentu saja ini alasan. lara menjebak dan membujuk Papa yang sedang sakit demi memenuhi ketamakan perempuan itu. Stefano akan melakukan apapun untuk mencegah puri milik ibunya di Provence jatuh ketangan Clara.


Apapun


Tiba-tiba pintu persustakaan mengayun terbuka lebar dan. Clara Loise Baker menghambur masuk dengan santai seolah-olah dialah pemilik tempat tersebut. Setidaknya, hari ini dia lebih rapi, meski pakaiannya tetap tidak pantas. Perempuan itu mengenakan rok jeans mini, seolah-olah sedang memamerkan kaki jenjang indahnya yang kecoklatan mengayun ringan dengan santainya tanpa beban.

__ADS_1


Dia juga memakai kemeja putih yang ujungnya diikat ke pinggangnya yang luar biasa ramping dan memperlihatkan sedikit kulit perutnya diantara rok dan kemeja tadi. Wajahnya polos tanpa pulasan make up dan rambut pirangnya dibiarkan tergerai dibahunya. Bahkan penampilan seperti itu tetap membuat Clara seperti model yang baru menyelesaikan sesi pemotretan.


Seisi ruangan serta merta menahan nafas melihat kehadiran perempuan itu. Kejadian seperti ini sudah lumrah bagi Stefano. Kecantikan alami Clara memang selalu memukau orang-orang. Selama bertahun-tahun Stefano selalu berusaha mengabaikan pesona perempuan itu. Namun kini ia benar-benar bisa merasakan pengaruh kehadiran perempuan itu kepada dirinya. Ia merasakan pengaruh itu saat di gereja kemarin, ketika ia bisa merasakan kehadiran. lara sedetik setelah perempuan e melangkah memasuki gereja.


Stefano bisa Merasakannya.


Clara memandang genit Stefano sambil menyibakkan rambutnya kebelakang bahu. " Sekarang baru pukul 15.02 Bocah Kaya Raya," jawabhya. " Jangan berlebihan." sambil mengerucutkan bibir indahnya yang basah dan merona indah alami.

__ADS_1


Si pengacara lalu membereskan tumpukan kertas di meja dengan gemerisik. " Bisa kita mulai ?" tanyanya. " Masih banyak yang harus kita lakukan. Mari kita mulai dengan bagian Amelia ..."


Stefano tetap berdiri meski pembacaan surat wasiat telah dimulai dan dilakukan. Ia merasa cukup senang karena adiknya mendapatkan bagian yang memuaskan. Sebenarnya Amelia tak begitu membutuhkan warisan karena suaminya memiliki bisnis investasi yang sangat sukse di London. Namun Stefano lega hak sang adik tidak terusik kehadiran si perusak suasana. Amelia mendapatkan bagian berupa villa di Roma, sementara kedua anaknya yang masih kecil mendapatkan dana perwalian berupa aset bernilai jutaan dolar. Warisan ini bisa dibilang sangat luar biasa, Amelia dan juga Stefano tidak begitu dekat dengan sang ayah hingga akhir hayatnya.


" Sekarang giliran Stefano dan Clara ," ujar Lorenzo De Salle. " Nakun mohon maaf, pembicaraan ini tidak boleh melibatkan yang lain. Hanya Kalian."


Tubuh Stefano menegang.

__ADS_1


Hai readers, jangan lupa like, coment dan love ya plus koinnya juga. Author akan crazy update 20 episode jika tembus 1.000 like dan koint. Please...Iam waiting... Coment Positif ya guys, no coment negatif...hihihihi... selalu hidup dalam hal" yang positif. see you


__ADS_2