Menikah Dengan Musuh

Menikah Dengan Musuh
pusing dan mual.


__ADS_3

Rencana liburan mereka harus tertunda karena Bianca harus mengurusi perkara Rudi yang kini di tahan di kantor polisi, Ia di ringkus di daerah Jambi.


Belum lagi masalah perusahaan yang terbengkalai karena ulahnya, Bianca terpaksa ambil alih perusahaan yang kini atas nama Rudi.


Bianca, Zaki dan Lina menemui Rudi di sel, Sebenarnya Zaki tak mengizinkan Bianca bertemu dengan Rudi mengingat bagaimana Rudi. namun berbeda dengan Lina walau bagaimana Rudi adalah anak kandung nya, seorang ibu tidak akan tega membiarkan Anak nya sendiri dalam keadaan tersesat.


*


Rudi termenung mengingat kejadian penembakan itu, Ia teringat Risa yang tengah mengandung anak nya, kini mereka telah pergi untuk selamanya.


Rudi juga mengingat Risa lah yang sudah merawat nya hingga ia sembuh, namun Ia begitu mudah membinasakan nya, Rudi sakit hati tak terima karena Risa mengkhianati nya, tak masalah jika Risa tidak tengah mengandung anak nya, kenapa Risa membiarkan orang lain yang menyiram benih nya.


Rudi menelungkup kan wajah nya bersembunyi pada lutut nya, hidup nya hancur berantakan karena sebuah dendam, Ia kini menjadi sosok yang begitu hina. pembunuh.


"harus kah aku juga mati ?"


Rudi merutuki hidup nya yang jauh dari keluarga, Ia bahkan sudah menyakiti ayah nya sendiri.


"Kau juga durhaka Rudi !"


Ia kembali merutuk kemudian menitikkan air mata, Ia sadar dan menyesali semua kesalahan nya.


"Hei Rudi, Ada ibu mu di luar !"


ujar polisi membuka pintu, Ia beranjak dari duduknya lalu melangkah mengikuti langkah polisi.


Rudi tertegun melihat ketiga orang yang tengah menunggu nya di kursi tunggu.


"Rudi....!"


seru Lina Tak mampu menahan air mata nya.


Rudi berjalan cepat lalu meraih kaki Lina lalu bersujud memohon ampunan.


"Maafkan aku Bu !"


Ucap Rudi lirih di sela tangisan nya.


"Aku sudah berdosa dan banyak membuat kesalahan !"


Lina mengangguk lalu memeluk erat tubuh putra nya itu.


Bianca dan Zaki terdiam memperhatikan kedua nya, mungkinkah Rudi sadar dan menyesali semua perbuatannya.


"Ibu sudah memaafkan kamu Rudi !


bertobatlah nak, kembali lah ke jalan Nya yang benar !"


"Ya, Rudi akan bertobat Bu !"


kemungkinan Rudi akan di penjara seumur hidup karena kasus tersebut, Bianca sendiri sudah menyiapkan pengacara untuk meringankan hukuman kakaknya itu.


"Maaf kan aku juga Bianca, Zaki !"


Bianca senyum lalu memeluk Rudi. Zaki hanya tersenyum sekilas.

__ADS_1


"Kita sudah memaafkan, semoga ini menjadi kesempatan untuk kak Rudi memperbaiki diri !"


Rudi mengangguk dan bersyukur karena mereka masih mau menerima nya sebagai keluarga, mereka juga dengan mudah memaafkan kesalahannya.


"Bi, perusahaan sebenarnya milik mu, aku lah yang memaksa ayah untuk menandatangani perubahan itu. sekarang semua kembali menjadi milik mu bi, aku serahkan perusahaan itu pada mu !"


Bianca kembali tertegun lalu mengangguk.


sebenarnya dia sudah ikhlas tentang perusahaan, tapi walau bagaimanapun hal itu menjadi tanggung jawab nya jika Rudi berada di sel.


Setelah itu mereka pamit karena Jam besuk sudah selesai, Lina membawakan beberapa makanan untuk Rudi.


"baik baik'lah di dalam, ibu akan selalu mendoakan mu !"


Rudi mengangguk.


Kasih ibu sepanjang masa, tak ada kasih lain yang dapat menandingi tulus nya cinta kasih ibu.


**


Beberapa hari berlalu,,,


Bianca saat ini berada di kantor, Ia memijat keningnya yang terasa pusing dan mual.


beberapa hari ini ia sibuk, namun bersyukur karena sava mau membantu nya di kantor.


"kenapa kak ?"


tanya sava memindai wajah Bianca tampak pucat.


jawab Bianca lalu menoleh pada Ana dan seorang pengacara masuk ke dalam ruangan nya.


"hm, bagaimana kasus nya ?"


tanya Bianca mempersilahkan pria itu untuk duduk.


"Sidang nya sudah selesai, Rudi di vonis dua puluh tahun penjara, aku Hanya bisa mengusahakan hal itu, Awal nya kan seumur hidup !"


Bianca mengangguk.semoga apa yang terjadi bisa membuat kakak nya itu berubah lebih baik.


"Semua aset perusahaan dan yang lainnya sudah berganti atas nama Anda, Bianca.


saya sudah urus semua nya!"


"hm... terimakasih !"


Setelah itu pria itu pamit dan Bianca Kembali memijat keningnya yang berdenyut nyeri.


"Astaga, Sava ayo kita pulang saja. biarkan Ana cancel pekerjaan ku. aku tidak kuat dan ingin sekali tidur !"


"baik kak, aku urus !"


jawab sava lalu beranjak dari duduknya menghampiri Sekertaris Ana.


Sava juga langsung menghubungi Zaki memberi tahu kondisi Bianca, gegas Zaki beranjak dan memutuskan untuk pulang menjemput istrinya itu.

__ADS_1


Bianca tertegun saat melihat Zaki masuk ke dalam kantor nya, ia menoleh pada sava yang tersenyum lebar. Bianca tidak tahu kalau sava menghubungi Zaki.


"kamu sakit hm ?"


tanya Zaki langsung memindai wajah Bianca tampak pucat.


"sedikit...!"


Bianca terperangah saat Zaki mengangkat tubuhnya dan membawa nya keluar. beberapa karyawan kantor mengulas senyum melihat kemesraan keduanya.


"bang, aku bisa jalan !"


Ujar Bianca dengan wajah bersemu merah, namun Zaki tetap membopong nya dan membawa nya ke dalam mobil.


"Sava bawa mobil kak Bianca ya!"


Zaki mengangguk.


*


Sampai di rumah Zaki langsung membawa Bianca ke kamar, Saat itu Lina tengah pergi ke rumah saudara nya. Marwah masih berada di kantor Zaki.


Zaki merebahkan tubuh Bianca di ranjang, memindai wajah nya tampak lesu. Bianca mengulas senyum lalu mengalungkan tangannya pada leher Zaki.


"Badanmu sedikit panas, aku akan buat berkeringat ya..."


Bianca terkekeh kecil mendengar hal itu, namun ia membiarkan Zaki mencumbu nya, sensasi rasa unik itu menggelenyar ke seluruh tubuh nya yang memang terasa hangat.


Zaki bersemangat saat Bianca membantu nya membuka kancing kemejanya, sementara bibir nya menelusuri dada milik Bianca.


Senja itu menjadi cerita indah kala kedua nya terlena di samudra cinta penuh peluh.


*


Bianca mendongak ke arah Zaki yang juga terlelap, kedua nya memutus kan beristirahat setelah sholat isya. Bianca tertegun sendiri. Suhu tubuh nya kembali normal setelah bercinta dengan Zaki, mungkinkah rasa pusing itu karena Ia merindukan Zaki.


beberapa hari terakhir ini Keduanya memang sama sama sibuk karena pekerjaan, karena sudah berada di penghujung tahun.


Semua pekerjaan sudah beres, weekend ini mereka akan pergi berlibur ke Swiss.


Zaki akan mengajak kedua adik Serta mertua nya.


"Sayang kamu kenapa?"


tanya Zaki merengkuh tubuh Bianca.


"hm, terimakasih bang, aku sangat bersyukur berada di dekat mu!"


"Aku yang beruntung..


terima kasih karena sudah mau bertahan di tengah keraguan, tapi kamu mampu Bianca Liza Aulia ! Aku mencintaimu!"


"Aku juga.....I love you too !"


kedua saling mendekap dalam hangat kemudian kembali tertidur.

__ADS_1


bersambung.....


__ADS_2