
Beberapa hari berlalu, Risa semakin kesal karena Zaki tidak pernah menghubungi nya terlebih dahulu. Apa lagi malam hari, Zaki selalu mematikan ponselnya.
Saat siang Zaki akan bekerja mengurus proyek nya dan saat malam ia mengajak Bianca berjalan jalan di pusat kota, mengunjungi berbagai tempat menarik di Singapura dan berwisata kuliner.
keduanya menikmati keindahan kota Singapura, Zaki bersikap seakan tidak pernah ada masalah diantara mereka berdua.
Semua bahkan terasa begitu indah, Zaki membuat Bianca merasa bahwa Ia sudah melupakan masa lalu nya, benar kah begitu ?
***
Risa menoleh ke arah ponsel nya yang berdering, terlihat Rudi menghubungi nya untuk pertama kali.
gegas Risa mengangkat nya, berharap Zaki yang menghubungi nya namun malah orang lain yang baru Risa kenal kemarin siang.
Risa tidak tahu kalau Rudi adalah kakak Bianca, selama ini Rudi jarang terekspos dan Risa juga tidak pernah mencari tahu tentang keluarga Bianca.
Rudi menghubungi Risa untuk mengajak nya Makan malam, permainan akan segera di mulai.
Rudi akan bergerak mumpung Zaki tengah berada di Singapura, Rudi akan memanfaatkan waktu sepi Risa tanpa Zaki.
"baiklah kita akan bertemu di restoran xx..."
jawab Risa tak menolak ajakan Rudi karena memang ia merasa kesepian.
Apalagi Zaki tak menghiraukan nya dan Asik dengan Bianca, Risa merasa sakit hati karena Zaki berubah tak seperti janjinya akan lebih mengedepankan kepentingan nya, nyatanya semua itu hanya omong kosong belaka.
Gegas Risa membereskan semua barang barang nya dan segera pulang karena waktu kerjanya sudah selesai.
*
Bianca pergi berwisata kuliner bersama Zaki, menyisir kota yang ramai dikunjungi wisatawan, Zaki tak pernah melepaskan genggaman tangan Bianca membuat Bianca merasa berharga, Bianca pikir Ia hanya akan berdiam di kamar hotel menjadi teman ranjang Zaki namun ternyata tidak Zaki mengajak nya pergi berjalan jalan dan membeli banyak barang, entah itu tas, sepatu dan pakaian branded termahal di kota itu.
"terima kasih Zaki, aku sangat senang...."
ujar Bianca saat mereka kembali ke kamar hotel, weekend ini mereka akan kembali ke Indonesia.
"Tidak gratis Bianca, kau harus membayar semua itu!"
jawab Zaki lalu memeluk Bianca dari belakang, Bianca tersenyum lalu membiarkan Zaki mencumbu nya.
"kali ini aku ingin kamu yang mendominasi permainan, kau paham Bianca !"
__ADS_1
Bianca mengangguk lalu memulai seperti permintaan Zaki.
Tak ada lagi rasa benci yang dulu mendominasi, kini rasa itu berubah menjadi rasa yang indah. Namun bayangan Risa membuat Bianca gundah dengan perasaan nya, Ia ingin tak ada orang ke tiga dalam rumah tangga nya dan mungkinkah Zaki akan menceraikan Risa jika ia meminta.
"Bianca kamu harus tetap waspada, jangan sampai kamu terlena dan terlalu jauh berharap pada Zaki mengingat apa yang pernah terjadi, mungkin saja Zaki tengah menyiapkan rencana untuk kelanjutan ceritanya....!"
Bianca merenung sendiri seusai percintaan mereka, Zaki lebih dulu tertidur setelah puas dengan pelayanan yang diberikan oleh Bianca.
Bianca menelaah hati nya, Ia begitu berharap kalau Zaki bisa benar benar berubah dan tulus pada nya, kenapa ia sampai berpikir demikian? apa mungkin aku jatuh cinta pada Zaki ?
Bianca memejamkan mata nya yang mengantuk, ia harus beristirahat karena tubuh nya terasa lelah.
di lain tempat, Rudi berhasil menjebak Risa dengan memberikan nya obat perangsang, dan lihat lah kini Risa berada di bawah Kungkungan nya, seseorang memvideokan adegan ranjang kedua nya, hal itu Rudi lakukan untuk memeras Risa agar mendapatkan uang.
Risa sangat menikmati permainan Rudi, beberapa waktu ia tidak mendapatkan nya dari Zaki.
"Rudi gue juga mau dong !"
ujar teman Rudi yang memvideokan.
"boleh tunggu sampai gue selesai..."
Risa tidak sadar dengan apa yang terjadi pada dirinya karena pengaruh obat yang membuat nya sedikit mabuk dan begitu bergairah. tentu hal itu menguntungkan Rudi dan teman nya yang hidung belang.
ujar Rudi sembari mengancingkan celana nya lalu membiarkan teman nya itu bergantian menikmati Risa, bagi Rudi yang sudah berpengalaman dalam hal perempuan, Risa tak seberapa bagi nya biasa saja.
pagi....
Risa terbangun dari tidurnya dan terkaget mendapatkan diri nya tanpa busana, Ia juga berada di sebuah kamar hotel.
Risa termenung mengingat terakhir kali ia sadar, semalam ia pergi makan malam bersama Rudi dan tiba tiba ia merasa pusing dan kepanasan.
"astaga ... mungkin kah aku dan Rudi !"
Risa memijat keningnya yang terasa pusing, mungkin karena pengaruh alkohol juga.
pelan pelan Risa beranjak dari ranjang Karena merasa sedikit pusing, terlihat pakaian nya tergeletak di lantai.
satu persatu Risa memungut pakaian nya lalu segera memakai nya, Ia harus segera pulang karena ada jadwal operasi untuk siang ini.
"semoga tak ada masalah setelah malam ini...!"
__ADS_1
gumam Risa dalam hati lalu melangkah keluar dari kamar hotel tersebut.
sesampainya di rumah Risa langsung mandi dan mengganti pakaian, cepat Risa pergi karena ia hampir terlambat. bahkan Risa mengabaikan telpon dari Zaki.
Siang ini pekerjaan nya selesai, zaki berencana untuk membeli oleh-oleh untuk Orang di rumah dan juga Risa, beberapa waktu ini Ia mengabaikan istri nya itu.
"telpon siapa?"
Tanya Bianca sembari mengering kan rambutnya yang basah dengan hair dryer.
"Risa, Hari ini kita akan pergi membeli oleh-oleh..."
bohong jika Bianca tidak cemburu, ternyata Zaki masih menganggap penting keberadaan Risa.
"kenapa diam? hm?"
tanya Zaki memindai wajah Bianca tampak sendu.
"kalau aku memberikan mu pilihan, kamu akan memilih aku atau Risa?" tanya Bianca ingin tahu tanggapan Zaki.
"kau tidak berhak memberikan aku pilihan, seharusnya kau bersyukur karena aku bersikap baik pada mu, Risa akan tetap berada di tengah tengah kita selama ia tidak membuat masalah, dan itu juga berlaku untuk mu!"
jawab Zaki membuat Bianca mematung sendiri, Zaki pergi meninggalkan nya keluar dari kamar hotel.
"kemarin kau terbangkan aku dan detik ini kau kembali hempaskan aku ke lembah pedih, mengapa tidak hanya aku ? kenapa orang lain menjadi bayangan dari ikatan ini !"
batin Bianca meracau sendiri sembari menatap dirinya di cermin.
*
"Risa, aku rindu ! semalam kau begitu beringas, tak menyangka dokter seperti dirimu bermain dengan Garang saat di ranjang, aku tunggu waktu kita bersama lagi"
wajah Risa memucat membaca pesan dari Rudi, dia bisa mati kalau sampai Zaki mengetahui skandal ini.
"bodoh kau Risa ?"
caci maki pada diri nya sendiri, "kenapa sampai terjebak di malam itu ?"
gumam Risa memijat keningnya, tubuh nya juga banyak terdapat tanda merah bekas perbuatan Rudi bagaimana kalau Zaki pulang dan meminta hal itu, ia pasti bertanya tentang hal itu, gegas Risa menelpon langganan spa nya untuk menghilangkan jejak sialan itu.
bersambung....
__ADS_1
terimakasih sudah mampir, jangan lupa like dan komentar ya😍😍😍