
Brraaakk...........
Risa terkejut saat melihat Zaki membuka pintu, keduanya tertangkap basah tengah berbuat mesum.
"Zaki....."
ujar Risa dengan nafas tersengal, Rudi tersenyum mengejek ke arah Zaki dengan tatapan nanar.
"seperti ini kelakuan kamu Risa ? rendah ?"
ujar Zaki dengan nada penekanan, Kecewa dengan penghianatan yang Risa lakukan.
"aku bisa jelas kan semua nya, aku !"
Zaki terkekeh kecil mendengar kata Risa.
"apa kau memberikan uang ku untuk pria gila ini ?"
tanya Zaki dengan tatapan kebencian.
apa Risa tahu kalau Rudi adalah kakak Bianca, sialan Rudi !
"aku minta maaf bang, aku akan menjelaskan semuanya !"
Risa mendekat namun Zaki menjauhi nya.
"aku jijik pada tubuh mu, aku tidak akan Sudi menerima bekas orang lain !!"
Zaki menatap Risa dengan tatapan amarah yang ingin meledak.
"maaf kan aku....!"
sergah Risa menitik kan air mata nya, mengiba pada Zaki.
Zaki langsung menghampiri Rudi lalu memukulinya hingga terjengkang,, lihatlah pria gila itu malah tertawa kecil mengusap wajah nya yang biru.
Gegas Zaki menelpon seseorang, tak lama kedua bodi guard nya datang.
"habisi dia sampai mati !"
ujar Zaki membuat Rudi terperangah namun tak bisa berkutik karena ia juga sudah terkapar.
Zaki langsung mendekati Risa Yang menciut, Risa benar'benar takut dan nyali nya langsung kendur.
"Aku sangat menyayangimu, tapi kau menaruh kotoran di muka ku, gila kau sangat menikmati nya ?"
"aku, bang.....!"
ujar Risa terbata karena ia memang tertangkap basah, sebelum nya juga ia memang bermain dengan seorang teman pria yang juga seorang dokter, Ia datang untuk menjenguk nya namun alih-alih hanya menjenguk justru kedatangan Wira hanya untuk memuaskan kebutuhan biologis nya.
Padahal saat ini Wira juga tengah bermasalah karena seorang suster yang hamil karena perbuatan nya.
"mulai sekarang kau bukan istri ku lagi, aku menceraikan mu...!"
ujar Zaki lalu pergi meninggalkan Risa yang tak berkutik, ia hanya bisa menangis meratapi kepergian Zaki.
sementara anak buah Zaki sudah membuat Rudi babak belur, mereka membawa Rudi ke dalam mobil.
hanya ceceran darah yang tersisa di rumah besar itu, Risa tersenyum getir. ia tidak bodoh.
Zaki memang membuangnya tapi semua uang Zaki berada di tangan nya. lihat saja setelah ini Zaki akan mengalami kebangkrutan.
__ADS_1
Risa diam diam sudah mengeruk kekayaan Zaki, Ia tidak akan rugi jika Zaki mencerai kan nya.
Zaki kembali ke rumah dengan keadaan kesal karena Risa, bisa bisa nya ia berbuat seperti itu.
Bianca menoleh ke arah mobile yang berhenti di depan rumah besar itu, gegas Bianca beranjak dari ranjang mendekati pintu kamar.
Zaki pasti langsung masuk ke dalam kamar tapi ternyata tidak beberapa menit Bianca menuggu Zaki tak kunjung membuka pintu.
Bima langsung menelpon Zaki yang berada di kamar samping, ternyata Risa langsung bertindak melampiaskan kekesalannya pada Zaki.
"Zak, Risa menguras semua uang perusahaan..."
ujar Bima membuat Zaki mengepal kan tangan nya.
"lalu bagaimana ?"
tanya Zaki, Bianca sendiri masih terkunci dari dalam karena Zaki.
Zaki bergegas pergi ke kantor untuk mengurus permasalahan itu, sebelum pergi Zaki memberikan kunci pada pembantu untuk membuka kamar Bianca.
Bianca tertegun saat seseorang membuka pintu tetapi bukan Zaki, Bianca malah mendengar suara mobil Zaki kembali ke luar.
"ada apa bi ?"
tanya Bianca pada pembantu rumah itu.
"tidak tahu, pak Zaki pergi terburu-buru nona !"
Bianca tertegun dan merasa ada yang tidak beres.
Bianca melangkah keluar dari rumah, Ia berpikir untuk pergi ke kantor Zaki.
gegas Bianca menghampiri mobil untuk segera pergi meninggalkan rumah.
Zaki menggebrak meja kerja nya saat Bima memberikan laporan terkait keuangan nya yang menipis karena ulah Risa dan Rudi.
"kurang ajar, ternyata diam diam mereka bersekongkol untuk menjatuhkan ku "
ujar Zaki, ia juga tidak bodoh karena sebagian aset berharga nya sudah ia pisahkan.
Zaki termenung sendiri mengingat Bianca, mungkin ini bisa menjadi jalan untuk nya menguji cinta Bianca.
Zaki pun berbisik pada Bima tentang rencana nya, Ia sendiri tak perduli dengan Risa. suatu saat ia akan memberikan Risa pelajaran.
Bianca melangkah masuk ke dalam gedung perusahaan milik Zaki, Sebenarnya ia ragu tapi Bianca ingin tahu apa yang terjadi dengan Zaki.
Bianca menghentikan langkahnya melihat Zaki membawa sebagian barang barang nya.
"Zaki ada apa ?"
Zaki tertegun tak percaya Bianca berada di hadapannya.
"siapa yang mengizinkan mu keluar dari rumah Bianca !?"
tanya Zaki membuat Bianca termangu.
"aku.....!"
jawab Bianca terbata menatap wajah Zaki tampak pusing.
"pulang sekarang...!"
__ADS_1
titah Zaki dan di anggukan oleh Bianca.
Zaki menoleh ke arah Bianca yang tampak bingung, Ia tidak tahu kenapa Zaki melangkah pergi menjauh dari mobil nya.
"Zaki tunggu, kamu mau kemana ?"
tanya Bianca menoleh ke arah mobil Zaki.
"aku bangkrut semua aset akan di sita bank, bergegas pulang karena rumah juga akan di sita Bank ?!"
ujar Zaki menunggu taksi lewat.
"Tunggulah, kau pulang bersama ku!"
ujar Bianca bergegas mengambil mobil nya, Zaki tersenyum dalam hati.
tak lama Bianca menghampiri Zaki dengan mobil nya.
"Ayo masuk !"
titah Bianca, Zaki lalu menurut.
Tak ada pembahasan apapun saat di jalan, Bianca juga lebih memilih diam ketimbang salah berbicara.
tak berselang lama mereka sampai di rumah, semua sudah Zaki setting dengan rapi.
"gegas rapikan barang barang mu, kau boleh pulang ke rumah orang tua mu karena aku juga akan pergi dari rumah ini !"
Bianca tertegun mendengar apa yang Zaki perintahkan.
"tapi Zaki, kamu mau pergi kemana ?"
"kemana aku pergi apa perduli mu, aku bisa bebas kemana pun aku pergi !"
jawab Zaki masuk ke dalam rumah
di ikuti oleh Bianca.
"bukankah kau ingin berpisah dengan ku !"
ujar Zaki menoleh ke arah Bianca.
"aku bangkrut juga karena kakak mu dan Risa, mereka berdua mengeruk uang ku sampai habis'!"
Bianca terperangah mendengar apa yang Zaki lontarkan.
"sekarang aku sudah tidak punya apa apa, kau boleh pergi jika kau mau, bukan kah kau memiliki hubungan dengan dokter itu !"
ujar Zaki kembali melangkah ke atas tangga, Zaki ingin tahu perempuan seperti apa Bianca.
"tidak Zaki, aku akan ikut dengan mu!"
jawab Bianca menghentikan langkahnya.
"kau yakin, bukan kah kau menderita hidup dengan ku, aku sudah memberikan mu kesempatan untuk lepas dari ku ? apa lagi Bianca ?"
sergah Zaki meyakinkan Bianca tentang pilihan nya.
"Aku tidak perduli dengan keadaan mu, uang mu masih berada di perusahaan ku ! aku minta maaf kalau kak Rudi sudah membuat kekacauan ! aku istri mu, kita hadapi masalah ini bersama !"
Zaki mengulas senyum dalam hati, tak menyangka dengan jawaban Bianca.
__ADS_1
benar kah ia tulus ?
bersambung.....