Menikah Dengan Musuh

Menikah Dengan Musuh
7


__ADS_3

Stefano terbahak-bahak. " Usaha yang bagus Clara." katanya. " Tapi, aku yakin kau tidak mungkin membiarkan kesempatan untuk mendapatkan uang sebanyak itu berlalu begitu saja. "


Perempuan itu lalu berjalan mendekati Stefano, berdiri tepat di hadapan nya, sambil berkacak pinggang, Clara yang dipenuhi oleh amarah mendongak angkuh. Stefano serta merta merasakan dorongan energi sensual yang baru kali ini dia rasakan. Sekujur tubuh Stefano tersentak seperti dihantam pistol setrum. Dorongan tadi memenuhi pembuluh darah dan bergejolak bagaikan gelombang ombak. Tubuh Stefano menegang saat Clara membungkuk mendekati. Lelaki itu membiarkan aroma napas Clara yang semanis madu berhembus di wajahnya. " Lihat saja, Bocah Kaya Raya," ucap Clara sebelum berbalik dan berlalu dari ruang perpustakaan.


" Di sini di tulis Stefano Ferrante memutuskan kekasih nya. " kata teman seapartemen Clara, Kate Henley dua hari kemudian. Dia melongok dari koran yang dibacanya sambil menyeringai. " Lho, bukannya waktu itu kaubilang mereka berencana bertunangan."


Clara berbalik menghadap bak cuci piring dan mencuci cangkir yang masih bersih. " Aku sama sekali tidak tertarik dengan apa yang dilakukan oleh Stefano Ferrante, ataupun yang tidak dia lakukan. "


" Tunggu dulu..." Terdengar gemerisik suara surat kabar saat Kate membentangkannya di meja makan yang masih berantakan oleh bekas sarapan mereka. " Ya ampun ! Yang benar saja!".


Clara berbalik lagi, dan melihat mata temannya itu membelalak sebesar cangkir yang baru ia letakkan di rak. " Apanya ?" tanya Clara hati-hati.

__ADS_1


" Katanya kau adalah Wanita Idaman Lain Stefano, " jawab Kate, mulutnya menganga seperti ikan. " Katanya kau yang menyebabkan mereka putus."


" Coba kulihat." Clara merebut koran itu sambil merengut. Ia cepat-cepat membaca artikel tersebut, jantungnya berdegup kencang bagaikan balapan kuda.


Perancang furniture kaya raya Prancis Italia, Stefano Ferrante mengaku telah menjalin hubungan rahasia dengan putri mantan pelayan keluarganya, Clara Loise Baker. Ia juga mengakui hubungan inilah yang membuat hubungannya dengan putri bangsawan Portia Briscoe barakhir.


" Bohong besar !" seru Clara seraya membanting surat kabar tersebut yang tanpa sengaja mengenai kotak susu dan menumpahkan isinya. " Clara ! " ia meraih lap handuk untuk membersihkan tumpahan susu, kekesalan memenuhi benaknya.


Clara membersihkan lap di bak cuci piring sembari menggertakkan gigi kuat-kuat, membuat air bercipratan kemana-mana ke segala arah. " Karena dia ingin aku menikah dengannya."


" Ehm...apa aku tidak salah dengar ?" tanya Kate lahi. " Rasanya barusan kau bilang Stefano ingin menikahinya. Benar demikian ?"

__ADS_1


Vlara melempar lap handuk ke bak cuci piring. " Benar, tapi aku takkan menikah dengannya." gerutunya.


Lalu Kate meletakkan satu tangan di dada dengan gaya di buat-buat , " Oh tenangkan dirimu, Clara." serunya dramatis. " Stefano Ferrante ___ jutawan mata keranjang Firenze, ralat, milyuner ___ lelaki tertampan di muka bumi ___ yah, meskipun belum sampai sejagat raya ___ ingin menikahimu, dan kau menolaknya ?"


Clara yang kini berdiri di dekat Kate untuk mengelap tumpahan susu di bawah toples selai kacang, menatap sinis gadis itu. " Dia tidak setampan itu, kok."


" Tidak setampan itu ?" tanya Kate tak percaya. " Tabungannya ?"


" Aku tidak tertarik pada tabungannya," jawab Clara. " Aku pernah menikah demi harta. Aku tak mau melakukannya lagi."


" Kupikir kau benar-benar mencintai Brian Littemore," ucap Kate. " Kau tak berhenti menangis saat dia dimakamkan."

__ADS_1


Hai readers, jangan lupa like, coment dan love ya plus koinnya juga. Author akan crazy update 20 episode jika tembus 1.000 like dan koint. Please...Iam waiting... Coment Positif ya guys, no coment negatif...hihihihi... selalu hidup dalam hal" yang positif. see you


__ADS_2