Menikah Dengan Musuh

Menikah Dengan Musuh
Alhamdulillah.


__ADS_3

Besok mereka akan berangkat, Bianca sudah menyiapkan semua keperluan mereka di Swiss.


"sayang, Bima mengatakan bahwa hari ini dia akan menikah ! ayo bergegas kita pergi ke kediaman nya !"


"hm, dadakan sih bang ?"


Zaki menjawab dengan mengedikan bahu nya.


Ia juga sudah memberi tahu Kedua adiknya dan juga Lina untuk bersiap pergi.


"cepat ya!"


tambah Zaki lalu melangkah mengambil jas nya.


Bianca masuk ke dalam kamar mandi, rasa mual itu kembali menyerang hingga membuat Bianca muntah.


Zaki menghentikan langkah nya saat mendengar Bianca muntah muntah, gegas ia masuk ke dalam kamar mandi.


"sayang !"


Zaki terkejut melihat Bianca yang tengah memuntahkan isi dalam perut nya, gegas ia memijat tengkuk leher nya.


Bianca menyeka wajah nya setelah selesai muntah, Ia menoleh ke arah Zaki yang berada di belakang nya.


Zaki langsung membopong tubuh Bianca menuju ranjang.


"sayang sebenarnya kamu sakit apa ?"


tanya Zaki memindai wajah Bianca yang langsung pucat pasi.


"Aku tidak tahu, aku hanya pusing dan mual !"


Zaki senyum lalu merengkuh tubuh Bianca mengecup kening nya sayang.


"ya sudah, kita akan periksa! kamu tidak perlu ikut ke acara Bima !"


"ah, Tidak bang. aku mau ikut !"


ucap Bianca.


"ya sudah pulang dari acara Bima kita langsung periksa ya!"


Bianca mengangguk kemudian bersiap untuk pergi dibantu oleh Zaki.


Singkat Waktu mereka sudah sampai di kediaman wanita, Zaki mengikuti langkah Bima di belakang menghampiri calon pengantin wanita.


Bianca senyum melihat gadis muda berhijab putih tampak ayu dengan rias pengantin nya, tak menyangka Bima bisa mendapatkan perempuan cantik berhijab.


"dimana Bima menemukan calon istri nya ?"


tanya Bianca sembari menggandeng tangan Zaki.


"Dia bilang waktu main ke pesantren !"


"wah....!"


Bianca mengulas senyum.


"Se brengseknya pria mereka akan tetap mencari madrasah terbaik untuk calon anak nya, Ia pasti akan memilih calon istri yang baik. wanita yang kelak akan mengandung anak nya. begitu juga dengan Bima dan aku ?!"


ujar zaki mengecup kepala Bianca sekilas.


Acara berlangsung lancar, Bianca dan Zaki ikut senang melihat kebahagiaan Bima dan istri nya yang bernama Husna.


Setelah acara selesai, Zaki pamit pada Bima untuk pergi ke rumah sakit memeriksa keadaan Bianca.


"jangan langsung periksa zak, coba beli Taspack dulu, seperti nya Bianca hamil !"


Zaki mengangguk, boleh juga ide sahabat nya itu.


Bianca mengerutkan keningnya saat Zaki menghentikan laju mobil nya di depan apotek, suaminya itu langsung pergi keluar tanpa berbicara apapun.


"kak Zaki mau beli apa kak ?"


tanya Marwah, Lina juga ikut memperhatikan.


"tak tahu, bang Zaki tak bicara !"


tak lama Zaki keluar lalu kembali masuk kemudian kembali melajukan mobilnya.


"beli obat apa bang ?"


"hm, enggak...!"

__ADS_1


Zaki hanya mengulas senyum.


Bianca juga lupa tentang rencana mereka yang hendak periksa, ia juga lelah dan ingin segera pulang.


"besok bersiap ya, kita akan berangkat siang !"


"oke....!"


jawab sava dan Marwah bersamaan.


**


Pagi...


Bianca meraba samping ranjang namun tidak menemukan suaminya, terdengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi, kemudian tak lama Zaki menyembul keluar dengan hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggang nya.


Bianca tertegun saat Zaki menghampiri nya lalu mengecup bibir nya sekilas.


Bianca bungkam memandang wajah Zaki yang basah dan terlihat begitu menggoda, Zaki kembali mendekati nya kemudian mengusap rambutnya.


"bawalah ini ke kamar mandi...!"


ujar Zaki memberikan sebuah taspack pada Bianca, ia terpaku menatap benda kecil itu.


"tapi kamu yakin bang ?"


Zaki mengangguk.


Bianca beranjak dari ranjang, Zaki memperhatikan Bianca yang jalan berkelok dengan lingerie berwarna putih nya itu, cantik dan membuat candu.


Bianca menggigit bibir nya menatap benda tersebut, gegas ia mengetes apakah benar ada kehidupan dalam rahimnya ?


Bianca menutup mata nya saat mengangkat benda tersebut dari cairan nya, wajah nya terperangah melihat dua garis merah tercetak jelas pada benda itu.


"Alhamdulillah....!"


Bianca langsung keluar dan berjingkrak senang kemudian menindih tubuh Zaki yang terheran melihat tingkah istri nya itu.


"lihat ini bang!"


Bianca duduk di atas tubuh Zaki yang hanya menggunakan handuk saja.


"Alhamdulillah kamu hamil sayang !"


Bianca senyum lalu merangkul pundak Zaki.


"Alhamdulillah...!"


Zaki memindai wajah Bianca lalu mencumbu nya, pagi itu menjadi pagi yang sangat menyenangkan. kedua nya kembali memadu kasih menyiram benih cinta yang telah tumbuh dalam rahim.


Selepas Dzuhur mereka beranjak pergi ke bandara, untuk liburan kali ini Bima juga ikut dengan mereka.


Awal awal hendak pergi sekitar jam sembilan tertunda karena Bianca meminta untuk beristirahat selepas percintaan mereka berdua yang cukup melelahkan namun begitu menyenangkan.


keduanya langsung memberi tahu kabar gembira itu pada lina dan kedua adik nya, mereka ikut senang mendengar kabar tentang kehamilan Bianca, sepulang dari Swiss nanti mereka akan memeriksa nya ke dokter.


Seminggu ini mereka berlibur di Swiss, mendatangi tempat tempat yang indah di negara itu, bermain salju dan yang lain nya.


berwisata kuliner dan berburu oleh-oleh.


berbeda dengan Bima, kedua pengantin baru itu lebih banyak menghabiskan waktu di kamar saja.


Bianca begitu senang karena liburan kali ini tanpa beban apapun, ia bahkan di limpahkan kasih sayang oleh Zaki.


Suami nya itu mengajak Bianca mendatangi tempat tempat indah di Swiss, naik kereta menyisir sungai cantik Aare, melihat gunung yang indah dengan air terjun nya yang menawan bak di surga, Swiss sangat indah.


"kamu bahagia bi ?"


tanya Zaki, kedua nya saat ini tengah berada di kereta.


"bahagia, aku sangat bahagia... terimakasih bang !"


Zaki mengangguk lalu merengkuh wanita yang tengah mengandung anak nya itu.


singkat cerita mereka kembali setelah seminggu di Swiss, sebenarnya enggan meninggalkan negara indah tersebut namun mereka tetap harus kembali.


"Bang, nanti kalau kita ke rumah sakit. kita temui dokter Aji ya!"


Bianca memberi tahu perihal uang seratus juta yang pernah Bianca pinjam dari Aji, Bianca menceritakan hal itu pada Zaki.


"ya, nanti kita temui dia !"


Bianca mengangguk.

__ADS_1


...****************...


beberapa hari kemudian..


Bianca tengah menuggu Zaki untuk pergi ke rumah sakit, Zaki juga meminta Lina untuk ikut dengan mereka.


"Ayo sayang...!"


Ajak Zaki pada Bianca untuk masuk ke dalam mobil di ikuti oleh Lina.


Tak ada percakapan berarti saat berada dalam mobil, hingga setengah jam kemudian membawa mereka sampai di rumah sakit.


karena sudah memesan nomor terlebih dahulu, Saat sampai Bianca dan Zaki langsung masuk ke dalam ruangan pemeriksaan.


Zaki memperhatikan layar monitor yang memperlihatkan rahim Bianca, Zaki langsung memintanya untuk USG.


"Sudah besar loh, Minggu ini sudah memasuki usia lima belas Minggu, jadi Minggu depan sudah masuk empat bulan !"


"hm, benar kah ? tapi bagaimana bisa ? saya kemarin sempat menstruasi namun hanya dua hari...!"


ujarnya Bianca tak menyangka usia kandungan nya hendak mencapai empat bulan.


"ya, seperti nya itu sudah hamil namun tidak menampakkan tanda-tanda jadi ibu tidak sadar !"


Bianca tersenyum senang melihat penampakan buah cinta mereka pada layar.


"Alhamdulillah...."


kedua nya tak henti mengucapkan syukur.


Lina juga ikut bahagia saat mendengar kabar tersebut, Ia berencana untuk membuat acara syukuran empat bulanan untuk Bianca.


seperti rencana sebelum nya, Zaki dan Bianca menemui dokter aji yang tengah berada di kantin.


"Assalamualaikum...!"


Bianca mengucapkan salam pada dokter aji dan seseorang yang berada di hadapannya.


seorang wanita yang menjadi istri Wira.


"walaikumsalam..... Bianca, Zaki.


silahkan duduk !"


Bianca langsung berbicara pada pokok bahasan, Aji tertegun saat Zaki menyodorkan sebuah cek dengan nominal yang berada di tangan Bianca.


"Astaga Bianca, aku sudah memberikan nya untuk mu!"


"Tidak, itu adalah hutang dan jumlah nya tidak sedikit. terima lah !"


Aji menghela nafas panjang lalu menerima cek tersebut.


"kalian sengaja datang...!?"


"Ya, sekalian periksa kandungan Bianca !"


"Alhamdulillah, kamu hamil bi...!"


Bianca mengangguk senang.


"syukurlah aku ikut senang, semoga kalian selalu bahagia !"


"Amin, terima kasih dokter aji. nanti datang lah ke acara syukuran empat bulanan kandungan ku Minggu depan !"


Aji mengangguk.


Bianca dan Zaki langsung pamit, sekilas Bianca menoleh ke arah suster cantik yang berada di hadapan Aji, mungkinkah kedua nya memiliki kedekatan ? semoga saja !


Aji memperhatikan Bianca yang berjalan menjauh bersama zaki, Ia bersyukur karena Bianca sudah menemukan kebahagiaan nya, tentu saja ia selalu berdoa untuk perempuan itu, Aji tahu kalau Bianca baik..


Segala harapan aku langit kan pada sang pencipta, Rasa sakit dan kepedihan Aku gantung kan pada sang pemilik kehidupan, Ia yang membuat aku kuat menghadapi badai kehidupan, Keyakinan akan cinta Nya membuat ku mampu merubah rasa benci menjadi cinta, Hidup lah dengan keikhlasan dan penuh rasa syukur.


Banyak hikmah yang bisa kita petik dari kehidupan, semoga Tuhan selalu membimbing langkah kita pada jalan yang lurus, terus menjadi pribadi yang sabar dan ikhlas.


Sadar akan kesalahan, terus berjuang untuk memperbaiki diri dan berlomba-lomba dalam kebaikan.


"Bianca Liza Aulia...."


Tamat..


terima kasih sudah mampir.dan bergabung dengan author di Novel yang penuh kehaluan ini.


Jangan lupa like dan komentar, terima kasih yang sudah mendukung.

__ADS_1


kalian hebat, love untuk para reader 😍😍


__ADS_2