Menikah Dengan Musuh

Menikah Dengan Musuh
perjalanan.


__ADS_3

Untuk malam ini Bianca tidak meminum obat penunda kehamilan, Ia ingin kehidupan rumah tangga nya lebih baik dengan kehadiran buah hati.


Zaki terus memacu hasrat nya, Bianca membuat nya tak ingin berhenti. memang perempuan yang berada di bawah kungkung nya ini luar biasa indah, Ia mampu menjungkirbalikkan hati nya. kebencian yang dulu meradang kini berbanding terbalik menjadi rasa ingin memiliki dan takut kehilangannya.


Zaki bahkan tak perduli dengan Risa, bukan berarti Ia tidak akan memberikan Risa pelajaran.


Untuk saat ini biarlah ia fokus dengan perempuan yang kini merintih di bawah nya, Zaki tahu Bianca telah menanggalkan obat tersebut. mungkinkah Kedua nya memiliki harapan yang sama, menuai hasil dari penyatuan yaitu buah hati.


Zaki bangkit dari tubuh istri nya itu, merebah di samping Bianca yang masih terengah-engah, menutupi tubuh polos keduanya dengan selimut tebal.


Bianca tertegun saat Zaki meraba perut bawah nya membuat geli.


"aku ingin ada sesuatu di sini..."


Bianca mengigit bibirnya menahan rasa geli karena Zaki terus meraba nya.


Bianca tidak bersuara, Ia menoleh ke arah netra Zaki yang juga tengah memindai wajah nya penuh peluh keringat.


Bianca memejamkan mata nya saat Zaki mencium pelipis nya kemudian mendekap erat.


"kita bersihkan diri dulu sebelum tidur.."


Bianca membuka mata nya, Zaki beranjak lalu mengangkat tubuh nya ke kamar mandi.


Pagi...


Bianca dan Zaki sudah bersiap siap untuk pergi, mereka akan berangkat menggunakan kereta api tujuan Purwokerto.


"kita naik pesawat saja bang, aku yang bayar nanti !"


ujar Bianca, perjalanan akan memakan waktu yang cukup lama jika menggunakan transportasi darat.


"tidak, Aku ingin naik kereta ! kalau kau mau naik pesawat silahkan saja !"


Bianca tertegun, pria itu memang keras kepala.


Sang ayah terlahir di Wonosobo, berbeda dengan sang ibu yang memang asli Jakarta.


di sana masih ada sanak saudara Zaki, Bianca tidak pernah tahu tentang sava dan Marwah yang kini menempuh pendidikan di luar negeri, kelak Zaki akan mengenal kan keduanya.


"ya sudah kalau begitu !"


Bianca pasrah dan mengikuti keinginan pria itu.


Zaki memesan taksi untuk mereka berdua pergi ke stasiun, Ia tidak ingin merepotkan mertua nya karena mobil Bianca akan di gunakan oleh Henri.


"kamu yakin mau pergi dengan ku ?"


tanya Zaki memindai istri nya itu.

__ADS_1


"Ya, aku ikut dengan mu Zaki !"


Zaki senyum lalu membiarkan Bianca menggandeng tangan nya.


Henri tersenyum melihat kemesraan mereka berdua, Ia bersyukur karena Bianca tetap setia meski Zaki kini tak lagi sekaya dulu.


keduanya pamit pergi ke Wonosobo, Bianca juga ingin mengunjungi kota itu.


banyak yang mengatakan bahwa kota itu memiliki negeri di atas awan.


"Kalian hati hati di jalan ya, kabari kami kalau kamu sudah sampai !"


Ujar Lina memeluk putri nya itu, entah dimana keberadaan putra sulungnya kini. Lina tak mengetahui kabar nya.


keduanya berangkat saat taksi sampai di depan rumah, Zaki langsung mengangkat koper mereka berdua.


"apa kita akan lama di sana Zaki ?"


tanya Bianca masuk ke dalam mobil.


"ya, lihat saja nanti !"


jawab Zaki singkat, membiarkan mobil melaju meninggalkan kediaman Henri.


Zaki sudah memesan tiket kereta eksekutif untuk mereka berdua, ingin memesan sleeper namun keduanya akan terpisah, jadi Zaki pikir lebih baik kelas eksekutif saja.


"kita berangkat jam berapa ?"


"sebentar lagi...!"


jawab Zaki, tak berapa lama kereta datang. Zaki Langsung mengajak Bianca naik ke kereta eksekutif.


"aku pikir kita akan naik ekonomi !"


ujar Bianca senyum lalu duduk dekat jendela.


"aku memang miskin, tapi aku juga akan mementingkan kenyamanan mu...!"


Bianca langsung tertegun, seperti nya ia salah berbicara.


"maksud ku bukan untuk menyinggung mu Zaki, aku tahu perjalanan kita akan memakan waktu yang cukup lama, kalau kita naik kereta ekonomi.....!"


Bianca menghentikan ucapan nya saat Zaki menyentuh bibir nya dengan tangan.


"aku tahu tanpa kau ingatkan...!"


Zaki duduk dengan santai di samping nya.


Bianca juga memilih untuk diam karena ia khawatir salah bicara lagi.

__ADS_1


Beberapa waktu berlalu, keduanya ngobrol membahas tentang perusahaan, makan siang, hingga tidur dalam perjalanan hingga beberapa jam kemudian keduanya sampai di Jogjakarta.


Zaki senyum melihat Bianca yang meregang kan tubuh nya, Ia tahu kalau Bianca pegal. perjalanan cukup lama. Ia juga hampir merasa bosan.


"Ayo, kita naik bus untuk sampai di Wonosobo, kita pakai bus eksklusif saja !"


ujar Zaki mengajak Bianca, perempuan itu mendesah tanpa suara karena perjalanan kereta saja sudah sangat melelahkan dan sekarang harus menempuh perjalanan sekitar tiga jam, belum untuk sampai di kampung yang menempuh jarak dua jam.


Entah akan sampai jam berapa mereka, Lima jam kalau tidak macet.


"kamu kenapa Bianca ?"


tanya Zaki menilik wajah Bianca tampak berpikir.


"tidak Zaki...!"


jawab Bianca singkat lalu naik ke bus tersebut, Bianca tertegun melihat isi dalam bus yang terbilang cukup mewah.


Bus tersebut hanya terisi beberapa orang saja, di dalam bus tersebut kita bisa merebahkan diri seperti di ranjang, dan kali ini Bianca bisa tidur nyenyak karena terpisah dengan Zaki.


"aku suka bus nya bagus !"


Puji Bianca pada bus tersebut lalu duduk di tempat yang Zaki tunjukkan.


"kali ini istirahat lah dengan nyenyak, bus ini akan mengantarkan kita ke ke pelosok desa."


Bianca senyum lalu duduk.


nyaman dan menyenangkan, tempat duduk nya juga begitu empuk. Bianca akan menghabiskan waktu nya dengan tidur. tadi ia hanya tidur sebentar di kereta karena Zaki terus menerus mengganggu nya.


"istirahat ya, kalau laper kamu tinggal bilang saja!"


Bianca mengangguk sembari mendekap pinggang Zaki.


"jangan seperti ini, kau akan gagal istirahat Bianca!"


Bianca tercengang lalu melepaskan dekapannya. Ia langsung menutup gorden yang membatasi ruangan masing-masing.


Zaki terkekeh melihat tingkah Bianca, perempuan itu terkadang membuat nya ingin tertawa.


Zaki duduk di kursi nya, Ia langsung menghubungi Bima. tentu untuk menanyakan tentang Risa, Zaki meminta Bima untuk terus mengawasi gerak gerik Risa, ia harus bisa mengambil kembali uang nya.


*


Sementara itu Risa tertegun melihat salah seorang pasien. pria itu yang kemarin memeras nya.


kondisi nya memprihatinkan, Laporan yang ia dapatkan Rudi menjadi korban tabrak lari.


pintar sekali Zaki mencuci tangan nya, rasanya ingin sekali memberi tahu polisi tentang kejadian itu, namun Risa berpikir ulang karena mungkin saja itu menjadi Boomerang untuk nya, Zaki pasti menceritakan kejadian waktu itu pada media.

__ADS_1


Ia baru sehari kerja di rumah sakit ini, jangan sampai ia mendapatkan masalah baru lagi.


bersambung.


__ADS_2