
Bianca keluar dari kamar hotel menuju restoran untuk sarapan, Ia mengabaikan pesan dari Zaki yang menayangkan apa kah Ia sudah siap pulang atau hendak kembali ke ranjang.
Bianca Sangat kecewa bahkan ia menitik kan air mata karena hal itu, jadi untuk apa sikap manis nya beberapa hari ini jika berakhir menyakitkan.
"hai Bianca....."
ujar Bima melambai kan tangan nya, bima juga sarapan di restoran tersebut.
Bianca pikir Bima juga pulang dengan Zaki tapi ternyata tidak, Ia juga masih berada di Singapura.
"Aku pikir kau sudah pulang...!"
ujar Bianca berdiri di hadapan Bima yang tengah mengunyah makanan nya.
"tidak, semalam aku sibuk jadi aku membiarkan Zaki pulang sendiri.... kau tahu kenapa Zaki pulang ?"
Bianca menggeleng kan kepala nya cepat.
"Itu karena Risa, istri keduanya itu mengalami kecelakaan makanya Zaki langsung pulang malam itu juga !"
sambung Bima senyum memindai wajah cantik dari istri sahabat nya itu, Bima merasa kesal karena Zaki tak membagi Bianca dengan nya. padahal kan Ia menikahi Bianca juga karena dendam, seharusnya Zaki membuat Bianca lebih menderita.
"terima kasih infonya....!"
seru Bianca lalu pergi meninggalkan Bima yang melongo sendiri.
Bianca berpikir untuk menunda kepulangan nya dan pergi berjalan jalan sendiri.
Ia kembali ke kamar hotel setelah sarapan dan kembali naik ke ranjang untuk mengistirahatkan tubuh dan otak nya lelah, terlebih hati nya.
Zaki terus menghubungi Bianca namun nomor nya tidak bisa di hubungi, Bima mengatakan bahwa Bianca kembali ke dalam kamar.
Bianca terbangun dari tidurnya, waktu menunjukan pukul tiga pagi. ternyata cukup lama ia tidur.
Bianca berpikir untuk mandi dan pergi keluar, tak memperdulikan Zaki yang terus menghubungi nya, biarkan kali ini ia melampiaskan kekecewaannya.
Sore itu Bianca mengunjungi Marina Barrage salah satu tempat terbaik untuk piknik bersama keluarga dan teman-teman. Tempat ini punya area rumput yang luas di bagian atas bangunan dan banyak sekali keluarga yang bermain dengan anjing atau bahkan bermain layang-layang di tempat itu, tak banyak yang Bianca lakukan selain duduk sambil menikmati sunset di sini.
Bianca memikirkan hidup nya, tak ingin berlama-lama diam dalam keadaan ini, semua itu akan menggangu mental dan kesehatan nya.
Sebaik nya ia meminta untuk berpisah dari Zaki dan tentang uang, ia akan mengembalikan nya setelah perusahaan nya kembali normal, tapi apakah bisa ?
**
"pokoknya Lo harus bawa Bianca pulang Bim, kalau tidak Lo akan tahu akibat nya, gue enggak akan segan-segan pecat Lo.."
Ancam Zaki pada Bima yang langsung mendengus kesal, ia baru saja membawa bule masuk dan sekarang acara nya batal karena Bianca..
kecelakaan yang terjadi pada Risa tak terlalu parah, Ia hanya terluka di bagian kepala dan kakinya yang sedikit terjepit, namun lebih dari itu keadaan nya baik baik saja.
__ADS_1
"kamu dari mana sih bang..."
ujar Risa dengan manja meminta di peluk, Zaki tersenyum simpul lalu memeluk Risa.
"aku telpon Bima, aku menyuruh nya pulang..."
Risa mengangguk tak menanyakan perihal Bianca karena ia tidak mau tahu.
"ya sudah sekarang istirahat, aku tunggu kamu di sini ya..."
Risa kembali mengangguk lalu merebahkan tubuh nya yang lelah.
Wira tak sengaja melihat interaksi mereka berdua, Wira berpikir kalau Zaki ada main dengan Risa.
"nah kan gue punya alasan untuk membuat Zaki dan Bianca berpisah.." cepat wira memotret kemesraan kedua nya.
*
Bima lega akhirnya bisa menemukan Bianca, perempuan itu duduk sendiri menikmati sunset.
"BI, ayo pulang..."
ajak Bima dengan nafas tersengal.
Bianca beranjak dari duduknya lalu memperhatikan Bima yang terengah.
sanggah Bianca melengos pergi meninggalkan Bima yang melongo sendiri.
"hey tidak bisa, Zaki Akan memecat Ku jika kau tidak pulang malam ini juga "
sergah Bima membuat Bianca tertegun.
Bianca menghela nafas panjang lalu melangkah menuruti perintah Bima.
"jangan macam macam Dengan Bianca...!"
ujar Zaki saat Bima mengatakan kalau mereka kini sudah berada di pesawat.
"enggak, gue juga tahu diri. gue bawa bule..! puas Lo...!"
Maki Bima membuat Zaki terkekeh lalu mematikan panggilan telepon nya.
Kali ini Bima meminta izin pada Bianca untuk memakai kamar di pesawat itu, ia hendak bercinta dengan bule yang ia bawa dari Singapura.
Bianca mengalah dan membiarkan kedua nya menggunakan kamar, Bianca duduk di kursi memandang awan gelap.
Bianca menghela nafas berat saat mendengar Suara ******* dari dalam kamar, Bianca kesal dan menendang pintu karena Bima tak menutup nya dengan rapi, sementara mereka berdua tak menghiraukan Bianca yang kesal karena tingkah konyol kedua nya.
Bianca memejamkan mata nya mencoba untuk tertidur, mengapa liburan nya berakhir menyedihkan seperti ini, Bianca benar kesal pada Zaki.
__ADS_1
beberapa waktu kemudian mereka sampai di Indonesia, Bianca turun dari pesawat dan tak membangun kan Bima dan wanita nya itu, Bianca tidak mau satu Mobil dengan mereka.
gegas Bianca keluar untuk mencari taksi.
Zaki kembali menghubungi nya namun Bianca abaikan begitu saja.
"kali ini jawab telpon ku, kalau tidak kau akan menyesal !"
pesan dari zaki membuat Bianca ingin sekali meremas ponsel nya.
"dimana kamu Bianca ?" tanya Zaki dengan nada penekanan.
"aku berada di taksi hendak pulang...!"
jawab Bianca menjawab dengan lirih.
"tunggu aku di rumah..."
balas Zaki lalu mematikan ponsel nya, sementara Bianca termangu sendiri dalam mobil, Ia takut Zaki berbuat kasar lagi pada nya setelah ia mengabaikan nya Berjam jam.
Zaki melangkah keluar dari rumah sakit setelah orang tua Risa datang, Ia pamit pulang dengan alasan untuk mengambil laptop nya yang tertinggal di rumah.
Risa juga tak mempermasalahkan hal itu, setelah kejadian itu ia harus bersikap baik pada Zaki.
Wira Menghampiri Zaki yang keluar dari rumah sakit, kedua pandangan nya bertemu dan saling menantang.
"lepas kan Bianca untuk gue, Lo kan udah ada Risa ?"
ujar Wira senyum mengejek ke arah Zaki.
"jangan mimpi ! Bianca itu istri gue dan sampai kapanpun akan tetap berada dalam genggaman gue, coba aja Lo kalau berani. Bianca sendiri tidak akan mau sama Lo...!"
balas Zaki terkekeh kecil membuat Wira mengepal kan tangan nya.
"oke lihat aja nanti, gue akan rebut Bianca dari Lo !"
sahut wira lalu meludah di depan nya, Zaki langsung menghampiri Wira, namun Zaki menghentikan langkahnya saat teringat pada Bianca yang mungkin sudah sampai di rumah.
"waktu gue terlalu berharga untuk meladeni Lo, jangan bermimpi bisa merebut Bianca dari gue !"
Zaki pergi meninggalkan Wira yang tersenyum kecut.
"lihat aja nanti, gue akan bikin Lo mencerai kan Bianca !"
*****
bersambung...
terima kasih sudah mampir 😍😍😍
__ADS_1