
Malam itu Bianca sampai di rumah dan langsung masuk ke dalam kamar, Mengunci pintu lalu merebahkan tubuhnya yang lelah, waktu menunjukkan pukul Sebelas malam.
Bianca menguap beberapa kali karena mengantuk, Tanpa membersihkan diri Bianca langsung terlelap dalam tidur nya.
Satu jam kemudian Zaki sampai di rumah, Ia naik ke atas langsung menuju kamar namun ia tidak mendapati Bianca berada di dalam kamar nya, padahal Bianca masuk ke dalam kamar nya sendiri, Ia lupa kalau mereka kini harus sekamar.
Zaki melangkah keluar menghampiri kamar Bianca, Zaki terhenti saat pintu terkunci dari dalam.
gegas ia menghampiri laci untuk mengambil kunci cadangan, Dengan satu hentakan Zaki bisa membuka pintu itu.
Zaki memindai Bianca yang terlelap dengan kaki jatuh ke bawah, Ia tidur dalam keadaan belum mengganti pakaian.
Bianca bergerak lalu meringkuk memeluk guling yang berserak di ranjang.
Zaki menghampiri lalu membuka sepatu Bianca yang berwarna putih itu, Ia menarik tubuh Bianca agar lebih maksimal ke ranjang.
"heh... aku tidak suka kamu meninggalkan Ku Zaki, apa kau tahu?"
Bianca mengigau membuat Zaki membeku.
"manusia yang paling jahat adalah dia yang menginginkan dua orang sekaligus tanpa ingin melepaskan salah satunya... aku istri mu, hati ku sakit.!"
Bianca kembali terlelap memeluk guling, satu bulir air mata keluar dari mata nya yang tertutup, Zaki semakin tertegun.
Pagi.....
Bianca membuka mata nya, Ia tercengang melebar kan mata nya saat melihat Zaki berada di hadapannya, pria itu tertidur memeluk nya erat.
Bianca terpaku memindai dirinya yang sudah berganti pakaian menggunakan lingerie berwarna biru tak terlalu seksi namun Ia pakaian itu cukup terbuka.
Netra nya melengos tak ingin terus memandangi Zaki, Bianca mencoba untuk beranjak dari dekapan Zaki namun pria itu malah mengeratkan pelukan nya.
"his, Zaki aku kebelet...!"
seru Bianca mencoba lepas namun Zaki malah bangun dan menindihnya.
"siapa yang menyuruhmu tidur di kamar ini ?"
tanya Zaki menatap wajah Bianca pekat.
"aku pikir kau tidak akan pulang ?"
jawab Bianca memindai ke arah lain.
"aku kebelet dan ingin sekali ke toilet !"
Bianca mendorong tubuh Zaki lalu berlari kecil ke kamar mandi meninggal kan Zaki yang termangu sendiri.
Tak berapa lama Bianca keluar dari kamar mandi setelah mencuci wajah nya.
__ADS_1
Zaki memindai Bianca yang seperti bingung sendiri, Ia duduk di ranjang membelakangi Zaki.
"kau marah padaku bi ?"
tanya Zaki memeluk Bianca dari belakang.
"kalau kamu ingin fokus pada Risa, kenapa kita tidak berpisah saja ?"
Bianca memberanikan diri menyampaikan apa yang membuat nya sesak.
"Aku juga akan fokus pada mu, jangan khawatir Bianca. aku tak akan mengabaikan mu!"
jawab Zaki santai mencoba untuk tenang menghadapi kekesalan Bianca.
"aku tidak bisa terus menerus seperti ini, lebih baik kita berpisah saja !"
Bianca menoleh ke arah Zaki, wajah pria itu berubah garang.
Bianca terkesiap saat Zaki mencengkram dagu nya, Tatapan nya berubah nanar.
Bianca tahu Zaki Pasti akan marah tapi ia juga tidak bisa terus menjalani rumah tangga seperti itu.
"Kita tidak akan pernah berpisah terkecuali maut yang memisahkan, kau akan tetap menjadi istri ku !"
ucap Zaki menatap wajah Bianca tampak sendu.
"kau boleh menggugat cerai, tapi kau harus mengembalikan semua uang yang aku cair kan untuk perusahaan mu, dan aku rasa kau juga tahu berapa nominal nya !"
semalam Zaki lah yang mengganti semua pakaian Bianca, dan pagi ini ia memilih untuk pergi khawatir tak bisa mengendalikan emosi dan berujung menyakiti Bianca.
sementara Bianca terus menangis, untuk kali ini Ia ingin Zaki tidak pergi, Namun tak berselang lama terdengar suara deru mobil Zaki yang keluar dari gerbang rumah.
Zaki memang mengeluarkan uang banyak untuk perusahaan nya, dan tanpa Bianca tahu Zaki lah yang menyebabkan perusahaan nya bangkrut.
Zaki terus memikirkan ucapan Bianca, ia tidak menyangka Bianca berani mengungkapkan perasaan nya pada Zaki, Ia menyampaikan ketidaksukaan nya terhadap keberadaan Risa, mungkin kah Bianca telah jatuh cinta pada nya ?
Bianca kembali meringkuk memeluk guling sambil menangis, hati nya sakit karena zaki bersikap semaunya. dan sekarang ia pergi begitu saja.
Rumah sakit...
Zaki mendatangi rumah sakit setelah jam makan siang, pikiran nya tidak menentu karena Bianca.
Zaki lebih memilih ke kantor ketimbang langsung menemui Risa di rumah sakit.
Risa tertegun saat mendapatkan pesan dari Rudi, pria itu meminta uang pada nya dengan mengancam akan menyebarkan video mesum mereka berdua malam itu.
"halo Risa....!"
Zaki masuk ke dalam ruangan, gegas Risa menyimpan ponsel nya di nakas.
__ADS_1
"hai baby...kamu kok baru datang ?"
tanya Risa memeluk leher Zaki.
"aku sibuk di kantor, Ada meeting mendadak !"
jawab Zaki, padahal mod nya tidak menentu karena Bianca. Bahkan saat ini Zaki merasa merindukan Bianca, tak seharusnya ia meninggalkan Bianca saat ia tengah kacau seperti itu.
"kamu lagi mikirin apa bang ?"
tanya Risa memindai wajah Zaki yang tampak merenung.
"tidak, tapi malam ini aku ada acara makan malam dengan kolega bisnis ku. adik mu bisa kan menginap untuk menemani mu di sini ?"
tanya Zaki dan di anggukan oleh Risa.
"tidak apa-apa pergi lah makan malam dengan kolega bisnis mu...aku tidak masalah yang terpenting temani aku sampai sore !"
Zaki senyum lalu mengusap kepala Risa.
Saat ini Ia benar-benar bimbang dengan perasaan nya, Zaki merasa perasaan iba pada Bianca semakin menguasainya.
**
Bianca masih meringkuk di ranjang, Ia bahkan tidak beranjak sama sekali untuk sekedar makan apa lagi mandi.
Ia terus berdiam diri di ranjang sambil memeluk tubuh nya sendiri, tak lagi semangat menjalani hidup karena terpenjara dalam jeruji dendam Zaki.
Bianca menoleh ke arah pintu yang terbuka, Zaki menyembul masuk memindai Bianca yang tetap berada di ranjang dengan lingerie yang Ia pakai semalam.
"apa manfaat nya tidur seharian Bianca, apa air mata mu itu bisa merubah keadaan ?"
tanya Zaki membuat Bianca terpaku sendiri.
Bianca pikir Zaki tidak akan pulang, tapi ternyata Ia kembali ke rumah.
"pergi ke kamar mandi, kita pergi makan malam bersama teman ku !"
titah Zaki pada Bianca, seperti yang ia katakan pada Risa, benar saja kolega bisnis nya mengajak nya makan malam bersama.
Bianca tak bergeming dari ranjang, cepat Zaki mengangkat tubuh Bianca hingga Bianca terkesiap.
"seperti nya kau ingin acara mandi nya berlangsung lama !"
ujar Zaki membuat Bianca tercengang, Bianca berusaha melepaskan diri namun kekuatan nya kalah oleh Zaki.
bersambung...
terima kasih yang sudah mampir 😍😍
__ADS_1
Ayo like and komentar dong, biar aku semangat !🤠🤭😍💪💪