Menikah Dengan Musuh

Menikah Dengan Musuh
Sekutu.


__ADS_3

Dua bulan berlalu....


Risa Merasa risau karena Usia kehamilan nya semakin bertambah, Ia benar benar hamil anak Rudi dan pria itu masih belum sadar kan diri meskipun kondisi nya sudah jauh lebih baik dari sebelumnya.


Risa duduk di hadapan Rudi, Entah kenapa Ia merasa iba pada pria itu, Semakin hari tubuh nya semakin kurus.


Risa berharap Rudi sadar, bukan sekedar untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya tapi sama sama membalas kan Dendamnya pada Zaki dan juga Bianca.


kabar terakhir yang Risa dengar mereka masih berada di kampung, entah apa yang membuat kedua nya betah Tinggal jauh dari kota.


Risa mengerutkan keningnya saat melihat tangan Rudi mulai bergerak sedikit, apa pria itu hendak bangun dari tidur panjangnya.


Risa memberanikan diri memegang tangan Rudi untuk memberikan rangsangan, Ia tersenyum saat Rudi menggenggam tangan nya.


"Rudi bangun lah....."


desis Risa di telinga Rudi, ia yakin pria itu pasti mengenali suara nya.


perlahan dengan pasti Rudi membuka mata nya, Ia menoleh ke arah Risa Yoshiki yang langsung melipat tangan nya di dada.


"Risa.....!"


Seru Rudi lirih, Ia memindai ke ke sekeliling tempat bercat putih tersebut.


"Apakah kau mengira kau sudah mati Rudi ?"


tanya Risa terkekeh sendiri.


"Tuhan tidak akan menerima mu di akhirat sebelum kau mempertanggung jawabkan perbuatan mu....!"


sambung Risa terkekeh lagi.


***


Bianca memperhatikan Zaki yang tengah berada di ladang, kedua nya menjalani kehidupan apa adanya berada di desa itu dan Bianca sendiri menikmati hari hari nya yang jauh dari hiruk pikuk ibu kota.


Zaki mengulas senyum sembari menatap wajah istri nya itu, cantik dengan kerudung segitiga berwarna navy nya.


Zaki sudah akui kesungguhan Bianca pada nya, terbukti selama dua bulan ini Bianca tak pernah mengeluh hidup seadanya dengan nya.


Zaki menghampiri Bianca yang juga tersenyum pada nya, duduk di saung bambu menuggu nya untuk makan siang.


Zaki tertegun saat Bianca langsung mengelap keringat yang mengucur di pelipis nya, udara tak begitu panas namun Karena aktivitas nya di ladang membuat Ia berkeringat cukup banyak.


"Apa kau tidak bosan menemani ku disini ?"

__ADS_1


tanya Zaki duduk di samping Bianca, perempuan cantik itu menjadi pusat perhatian di desa itu, tentu nya tak ada yang secantik istrinya.


"Aku rasa tidak, aku suka desa ini sangat sejuk dan Asri...HM, apa kau berpikir untuk kembali ke kota ?"


tanya Bianca menilik kedalam netra Zaki.


"Ya, aku ingin kembali ke kota, aku harus memulihkan kondisi perusahaan ku...Aku rasa sudah cukup liburan kita !"


Jawab Zaki mengecup pipi Bianca, perempuan itu langsung tersenyum merona.


"kapan kita akan kota?"


Tanya Bianca, Zaki langsung berpikir kapan waktu yang tepat untuk nya kembali, ia harus menghubungi Bima terlebih dahulu.


"Nanti saja Abang cari waktu yang tepat !"


Bianca mengangguk lalu membuka bungkusan nasi yang Ia bawa dari rumah untuk mereka makan berdua, seperti hari hari sebelumnya mereka berdua selalu makan bersama di ladang.


Zaki tidak menyangka kalau Bianca bisa hidup di tempat seperti ini, Ia pikir perempuan seperti Bianca enggan beradaptasi dengan mereka masyarakat desa.


"kau mau pulang atau Tetap di sini menunggu ku ?"


tanya Zaki mencuci tangan nya setelah makan.


Zaki mengangguk lalu kembali ke ladang bergabung bersama yang lain nya.


***


Dua hari berlalu, Zaki sudah menghubungi Bima dan menanyakan tentang keadaan perusahaan. Bima mengatakan bahwa semua baik baik saja.


Zaki berpikir untuk kembali ke kota weekend ini, Ia juga kasihan pada Bianca. istri nya itu seperti nya merindukan kedua orang tua nya, beberapa hari ini ia sering sekali melihat Bianca menelpon sang ibu.


"ya sudah Bim, tolong siap kan rumah baru untuk ku dan Bianca, rumah sederhana saja. aku akan pulang weekend ini..."


"baiklah...."


Bima tertegun saat seseorang masuk ke dalam ruangan nya, Henri. Ayah Bianca menatap mengintimidasi ke arah Bima.Namun Bima santai saja melihat ekspresi wajah Henri, seperti nya telah terjadi sesuatu.


Keadaan Rudi sudah membaik, Risa awalnya tidak percaya saat Rudi mengatakan bahwa ia adalah kakak Bianca, Rudi menceritakan tentang hubungan nya dengan Bianca yang tidak baik.


Ia bersyukur bisa selamat dari Zaki, dan tentunya hal itu membuat Risa merasa memiliki sekutu untuk membalas kekesalan nya pada Zaki dan Bianca.


Rudi bersedia bekerja sama dengan Risa untuk memisahkan kedua nya, tentu kartu Zaki berada di tangan Risa.


Semua ia ceritakan pada Rudi, tentunya hal itu juga Rudi adukan pada sang ayah.

__ADS_1


Henri tak menyangka sekian lama Rudi menghilang tiba tiba saja datang membawa seorang perempuan yang tengah hamil, Rudi langsung menceritakan semua nya pada Henri, tentu pria itu geram dengan siasat buruk Zaki. ternyata Zaki sendiri yang melumpuhkan perusahaan nya.


Ia yang menghancurkan kemudian datang membawa bantuan hanya untuk sekedar membalas kan dendam nya pada Bianca, jadi selama ini hanya sandiwara.


*


"Katakan pada Zaki, aku ingin bertemu dengan nya...."


Bima terkekeh kecil.


"pak Henri kan mertua nya, kenapa harus menyuruh ku?"


jawab Bima bersandar pada meja kerja nya.


"katakan saja tidak usah banyak alasan, aku menunggu nya di perusahaan ku, bawa juga putri ku !"


Henri langsung meninggal kan tempat.


Rudi dan Risa berencana akan menikah, Lina sendiri tak mempersoalkan tentang Risa, Ia tahu kalau Risa mantan istri Zaki.


semua kebohongan Zaki Risa cerita kan, Ia bahkan melebihkan cerita seakan ia yang teraniaya oleh Zaki hingga Lina merasa cemas akan keadaan putri nya itu.


**


Bianca membuka kaca jendela, hujan turun tak terlalu deras, weekend ini mereka akan pulang ke kota.


Bianca betah berada di rumah itu, kerabat Zaki begitu ramah dan hangat pada nya. Terkadang kita memang membutuhkan waktu sejenak untuk melepaskan semua kesibukan yang merantai jiwa.


Zaki menghampiri Bianca lalu memeluknya dari belakang, menciumi leher Bianca hingga gadis itu menahan rasa dengan mengigit bibirnya.


"kenapa bermain air hujan HM ..?"


Tanya Zaki menarik tangan Bianca yang tengah menengadah mengumpulkan air hujan.


Zaki langsung memeluk pinggang gadis cantik itu, Bianca senyum lalu mengalungkan tangannya ke leher Zaki.


Pria itu langsung meraup bibir Bianca dengan penuh hasrat, Tangan nya ikut bermain dengan lembut di dada milik Bianca.


Zaki melepaskan pagutan nya saat terasa nafasnya mulai tersengal, Pria itu senyum lalu menyatukan kening mereka.


"Ayo bermain air dengan ku...!"


ajak Zaki lalu mengangkat tubuh Bianca ke ranjang, merebahkan nya perlahan lalu mencumbu nya penuh cinta.


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2