Menikah Dengan Musuh

Menikah Dengan Musuh
Hancur dengan sendirinya.


__ADS_3

Beberapa hari berlalu.


Zaki kembali sibuk dengan aktivitas nya di kantor, Ia hanya memegang satu perusahaan miliknya, sebagian sudah ia serahkan pada Seseorang yang memegang kendali dan berkuasa atas perusahaan nya yang lain.


Ia tidak bisa menepati janjinya untuk menikah dengan Haifa sementara saat ini ia sangat mencintai Bianca, Seseorang yang dulu menjadi musuhnya kini menjadi seseorang yang begitu ia sayangi.


"Haifa mau kasih Zaki pelajaran, dia pikir semudah itu memutuskan sepihak tanpa memikirkan apa yang aku rasakan !"


ujar Haifa lalu pergi mengendarai mobil nya.


Siang ini Zaki meminta Bianca untuk datang ke kantor membawa makanan, sava menatap Bianca tak suka. Ia tengah menyiapkan makanan untuk di bawa ke kantor. ia dan Lina yang memasak. Marwah juga ikut membantu.


"ya sudah, Aku berangkat ya Bu...!"


"kamu hati hati di jalan Bianca !"


Bianca mengangguk lalu pergi menggunakan mobil nya, mobil itu atas namanya jadi Rudi tidak akan bisa menguasai mobil tersebut.


Bianca tertegun sejenak, ia masih berhutang pada Aji perihal mobil tersebut, Bianca berjanji kelak ia akan membayar uang tersebut.


Bianca melajukan mobilnya menuju kantor Zaki, Ia menelpon Zaki dan mengatakan akan segera sampai di kantor.


Bianca menoleh ke arah mobil yang berada di belakang seperti hendak menabrak nya, gegas Bianca menepi dan membuat mobil tersebut melaju lebih dulu dengan kecepatan tinggi.


"siapa sih ?"


Gumam Bianca terdiam sejenak menetralkan jantung nya yang berpacu dengan kencang, beruntung ia bisa menghindari mobil tersebut kalau tidak memungkinkan akan terjadi kecelakaan.


Bianca kembali melajukan mobil nya sembari berbicara di telepon dengan Zaki.


suaminya itu tertegun mendengar apa yang Bianca sampaikan di telpon, Ia langsung merasa khawatir dengan keadaan Bianca.


"ya sudah kamu hati hati ya sayang...!


Abang akan suruh Rian jemput kamu !"


jawab Zaki, Bima terdiam sambil mendengarkan.


"Ada apa zak ?"


tanya Bima memindai Zaki yang tengah berpikir.


"Bianca mengatakan seseorang hendak menabrak mobil nya !"


Bima termangu mencerna apa yang Zaki sampai kan.


"lalu sekarang bagaimana ?"


"aku sudah menyuruh Rian untuk menelusuri jalan...!"


Bima mengangguk.


setengah jam kemudian Bianca sampai di kantor, ia bersyukur selamat dari pengendara tersebut, mobil tadi sempat muncul namun kemudian pergi setelah melihat mobil Rian di sebrang jalan, seperti nya ia kenal dengan mobil Zaki.


Zaki langsung keluar dari ruangan saat Bianca mengatakan ia sudah sampai di kantor nya.


"sayang, kamu tidak apa-apa ?"

__ADS_1


Bianca menggeleng.


"Syukur lah...!"


Zaki langsung merengkuh tubuh istri nya lalu membawa nya masuk ke dalam ruangan nya.


"apa kau ingat nomor plat nomor nya ?"


tanya Bima saat Bianca sampai di ruangan.


"Tidak, mobil nya melaju kencang !"


jawab Bianca duduk bersama Zaki.


"Kalian berdua sebaiknya waspada karena musuh bukan hanya dari Pihak Bianca tapi juga kamu Zaki !"


ujar Bima mengingat Rudi dan seseorang yang tidak terima dengan keputusan Zaki.


keduanya mengangguk lalu mengalihkan hal itu dengan mengajak Bima untuk makan siang bersama.


*****


Beberapa waktu berlalu..


Suara lenguhan dan ******* bersahutan di dalam sebuah kamar hotel, Rudi mengepal kan tangan nya saat melihat apa yang terjadi di dalam kamar itu.


Seseorang memberi informasi tentang keberadaan Risa, Ia bilang ada operasi penting di rumah sakit, namun saat Rudi mengintai Ia tidak berada di tempat.


Gegas Ia melacak keberadaan mobil Risa, Amarahnya meradang saat mengetahui bahwa Risa berada di dalam hotel.


Gegas Ia menghampiri, dan Saat sampai ia langsung menanyakan kamar dengan tamu nama istri nya itu.


......


Risa dan Wira terkejut saat seseorang tiba tiba masuk ke dalam kamar tersebut, keduanya menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut tebal.


Rudi merasa sakit hati karena di saat ia berjuang keras memberikan yang terbaik namun Risa justru mengkhianatinya


"kalian bedebah....!"


Rudi bersikap tenang namun tidak dengan tangan nya, Wira memperhatikan Rudi dengan wajah memerah menahan amarahnya.


Wira tercengang saat Rudi mengarahkan sebuah pistol ke arah kedua nya.


dalam satu hentakan Rudi langsung meloloskan peluru nya ke arah Wira.


dor...


dor......


"ah......"


teriak Risa memekakkan telinga, darah langsung berceceran di dekatnya, Rudi tak hanya sekali menembak.


"jangan Rudi maafkan aku...."


Dor....

__ADS_1


Itu adalah jawaban dari permintaan maaf nya, Rudi langsung meninggal kan tempat, ia harus segera kabur karena polisi pasti akan menangkap nya.


semua orang yang berada di hotel tersebut panik saat mendengar bunyi tembakan, seseorang langsung meninjau tempat kejadian perkara.


"lebih baik aku musnahkan kalian..."


umpat Rudi mengendarai mobil nya menuju bandara dimana helikopter nya sudah menunggu.


Rencana kedua nya menghancurkan Bianca tidak tercapai, justru mereka lah yang hancur dengan sendirinya karena ambisi.


**


Zaki tak membiarkan Bianca pulang sendiri,


Ia khawatir terjadi sesuatu pada istri nya itu jika pulang sendirian.


Zaki memindai Bianca yang sejak tadi tak mau diam, ia berjalan kesana kemari karena bosan sementara Zaki melarang nya untuk membantu pekerjaan nya.


"hei, kemari lah..."


titah Zaki pada Bianca, Zaki langsung Meraih tangan Bianca untuk duduk di pangkuan nya.


Zaki senyum lalu menyentuh pipi Bianca yang bersemu merah.


"hei musuh ku, kenapa kau begitu indah..."


Bianca langsung terkekeh kecil lalu mencium bibir Zaki.


Zaki diam dan membiarkan Bianca bermain, tangan nya menyentuh dadanya yang bidang. tentu hal itu berhasil membuat Zaki berhasrat.


"ah....."


Bianca berteriak kecil saat Zaki mengangkat tubuh nya, Bianca menganga saat Zaki membawa nya ke sebuah ruangan yang ternyata sebuah kamar, ruangan nya tak begitu besar hanya terdapat ranjang berukuran sedang dan lemari kecil.


"Aku tidak tahu ada kamar di ruangan mu ?"


"memang kenapa hm ?"


tanya Zaki menghimpit tubuh Bianca, tangan nya menelusup ke dalam dress milik Bianca.


"kalau tahu aku kan bisa beristirahat...!"


ucap Bianca terbata menahan geli karena tangan pria itu tengah bermain di dada nya.


"kita akan beristirahat setelah bercinta...."


jawab Zaki lalu mulai mencumbu Bianca penuh hasrat.


Bianca berhasil menjalankan misi nya membuat Zaki jatuh cinta terhadap nya, semua yang terjadi tak lepas dari doa yang selalu ia langit kan.


Kebencian itu berakhir dengan cinta, meski awalnya menorehkan luka namun kini semua berubah menjadi rasa cinta yang memenuhi ruang kalbu.


kenyataan nya sekarang Zaki tak mampu jauh dari Bianca, hati dan jiwa nya Ter rantai oleh sosok wanita yang dulu menjadi musuh nya.


Bianca yang saat ini berada dalam Kungkungan nya adalah wanita baik penuh kasih jauh dari kesombongan seperti dulu.


Seseorang berhak mendapatkan kesempatan untuk berubah dan seseorang bisa menjadi lebih baik asalkan dia berusaha menghilangkan sifat buruk nya, manusia itu sifat nya berubah ubah, semoga kita menjadi pribadi yang jauh lebih baik, lebih dekat dengan Tuhan !

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2