
Bianca menghempaskan tubuhnya ke ranjang setelah beberapa jam perjalanan akhirnya mereka sampai di rumah keluarga Zaki, Sederhana namun begitu nyaman.
Rumah tersebut terbuat dari kayu namun rapih dan juga apik terlihat. Zaki langsung mengenal kan Bianca pada semua keluarga nya, Bianca senang karena mereka semua begitu ramah dan hangat pada nya.
Zaki memperhatikan Bianca yang langsung berbaring di ranjang, Ia tahu kalau Bianca pasti lelah.
"Kita makan dulu yuk !"
ajak Zaki, seseorang mengetuk pintu mengajak nya untuk Makan.
"Enggak, Aku capek banget. aslinya badan ku remuk remuk.."
jawab Bianca membuat Zaki terkekeh kecil, Bianca tertegun melihatnya, untuk pertama kalinya Zaki terkekeh di hadapannya. pemandangan yang cukup langka untuk Bianca, Apa Zaki senang melihat nya seperti ini ?
"kamu senang ya lihat aku begini Zaki ?"
tanya Bianca manyun.
Zaki berdehem lalu menghampiri Bianca di ranjang, Mengungkung tubuh Bianca yang tergeletak di ranjang.
"Tidak juga, aku hanya merasa lucu saja karena aku kau jadi kelelahan. maaf !"
Untuk pertama kalinya juga pria itu melontarkan kata maaf, Bianca senyum lalu mengalungkan tangannya ke leher Zaki.
kedua nya saling menatap, menyelam ke dalam netra masing masing, Zaki senyum lalu mengecup bibir Bianca sekilas.
"aku ambil kan makanan untuk mu ya !"
Zaki beranjak dari kungkungan nya namun Bianca malah menahan nya.
Zaki senyum lalu kembali mencium bibir Bianca, seperti nya istri nya itu menginginkan lebih namun Zaki hanya mencium bibir nya saja mengingat Bianca yang kelelahan.
"Sebaiknya kita makan dulu bi, saat ini bukan waktu yang tepat untuk memakan mu. aku khawatir kau malah pingsan nanti !"
Bianca langsung terkekeh menangapi Apa yang Zaki sampai kan.
"tunggu sebentar ya!"
Bianca mengangguk membiarkan Zaki pergi meninggalkan nya.
Zaki keluar mengambil makanan untuk mereka berdua, Bude murni mengerti kalau Bianca kelelahan, Ia menyiapkan makanan dalam nampan untuk Zaki bawa ke dalam kamar.
"berapa lama kalian menikah ?"
tanya Bude murni sembari menuangkan makanan.
"hm, sudah enam bulan lebih kalau tidak salah !"
__ADS_1
jawab Zaki lalu menerima nampan yang di berikan oleh murni.
"terima kasih Bu de, Zaki masuk dulu !"
murni mengangguk.
Zaki menyembul masuk ke dalam kamar membawa makanan untuk mereka berdua, Bianca malah sudah terlelap dalam tidur nya, apa ia terlalu lama di luar tadi ?
gumam Zaki lalu menyimpan makanan kemudian menghampiri Bianca.
"Bi, ayo makan dulu. kenapa kau tidur ?!"
Zaki berusaha untuk membangun kan Bianca yang tertidur.
"hm, ngantuk berat..!"
jawab Bianca lirih lalu memunggungi Zaki.
"ya sudah kalau begitu !"
balas Zaki tak ingin memaksa Bianca yang sudah terlelap.
Zaki makan seorang diri, setelah selesai ia masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri dan mengganti pakaian nya.
gegas ia mengganti pakaian Bianca dengan piyama tidur, mengelap tubuh nya dengan air hangat.
Zaki senyum melihat Bianca kembali meringkuk, udara begitu dingin karena jarak dengan gunung dan lembah begitu dekat.
Setelah itu Zaki pergi keluar menghampiri keluarga nya, Ia berbincang tentang maksud kedatangan nya ke desa itu.
keluarga menyambut baik kedatangan Zaki bersama istri nya, Zaki juga jarang sekali berkunjung karena kesibukan nya dan mereka senang saat Zaki mengatakan akan tinggal beberapa waktu bersama istri nya, rumah yang dulu mereka tempati sangat kumuh dan kecil namun berkat bantuan dari Zaki. keluarga bisa merenovasi rumah lebih besar dan layak huni. Zaki menjadi penyumbang ekonomi di keluarga sang ayah.
Setelah larut mereka masuk ke kamar masing-masing, Zaki menghampiri Bianca yang Terbangun tengah menyantap makanan yang sudah dingin di meja.
"aku kira kau tidak akan bangun ?"
Bianca senyum dengan santai mengunyah makanan nya.
"kamu yang mengganti pakaian ku ?"
Zaki mengangguk duduk di hadapan Bianca.
"semua nya ?"
tanya Bianca lagi, Ia malah terkekeh sendiri. Zaki mengganti semua pakaian nya termasuk dari yang terprivat.
"Tentu saja aku, mana mungkin orang lain. Tak masalah bukan karena aku sudah biasa melihat nya !"
__ADS_1
jawab Zaki ia pun bersikap santai seperti Bianca.
"terimakasih....!"
perempuan cantik itu mengulas senyum lalu membereskan piring kotor tersebut, Bianca mentandaskan semua makanan yang ada.
Zaki tak bergeming menatap Bianca yang melenggang pergi dengan langkah berkelok seksi, piyama nya yang tidak longgar hingga menampakkan lekuk tubuhnya yang indah.
"Bi ...!" seru Zaki menghentikan langkah Bianca yang hendak membuka pintu kamar.
"Biar aku saja yang menyimpan piring, masuk lah kembali !"
Bianca mengangguk lalu memberikan nampan berisi piring tersebut.
Tak lama Zaki kembali dan melihat Bianca keluar dari kamar mandi, Ia senyum menatap pria itu.
Bianca mengusap usap tangan nya karena udara begitu dingin, hampir menyerupai di luar negeri saat musim salju.
Zaki melangkah mendekati lalu meraih tangan Bianca lalu mendekap tubuh nya erat.
Bianca senyum lalu memeluk Zaki, membiarkan rasa hangat dari tubuh Zaki menembus ke dalam tubuhnya.
"Ayo kita istirahat...!"
Bianca mengangguk lalu beranjak ke ranjang bersama Zaki.
***
Hari hari berlalu, Zaki dan Bianca menghabiskan waktunya di ladang dan kadang pergi berjalan jalan dengan Zaki menelusuri jalan dekat pegunungan.
Sementara Di lain tempat Risa merasa begitu mual dan ingin sekali muntah, Satu bulan ini ia tidak mendapatkan tamu bulanan, ia ingat terakhir kali berhubungan dengan Rudi. apa mungkin dia hamil ?
Rudi masih belum sadarkan diri pasca operasi beberapa waktu yang lalu karena ada pendarahan di otak nya akibat benturan.
bagaimana kalau ia hamil ? sementara Zaki tak pernah menyentuh nya pasca ia mengalami kecelakaan, jadi mana mungkin ia mengatakan itu anak Zaki ? Risa rasa Zaki lebih jeli. dan lagi pula Risa tidak mau kembali pada zaki yang kini jatuh miskin.
Risa menghela nafas panjang, Ia harus berbuat apa? Zaki menghilang setelah terdengar kabar kebangkrutan nya, Risa berpikir seperti nya Bianca pergi bersama Zaki karena ia juga tidak pernah terdengar lagi kabar nya, Bianca pasti senang karena sekarang hanya ia lah satu satu nya istri Zaki, ya meskipun sekarang Zaki miskin. tapi mereka berdua memang cocok karena sama sama naif.
Risa kembali menghela nafas panjang, Ia kembali merasa mual dan gegas ke kamar mandi untuk memuntahkan isi yang berada dalam perut nya.
tanda tanda kehamilan sudah nampak, dari mual dan muntah, pusing serta lemas dan yang paling menentukan adalah dia yang terlambat datang bulan.
Apa ada kemungkinan Rudi sembuh ? lalu apa dia harus meminta Rudi menikahinya?
Risa menggeleng kan kepala nya, Ia tidak mau menikah dengan Rudi! lalu bagaimana dengan bayi nya nanti ? apakah harus lahir tanpa seorang ayah ?
bersambung.....
__ADS_1
terima kasih sudah mampir 😍😍