Menikah Dengan Musuh

Menikah Dengan Musuh
12


__ADS_3

Tapi malam ini semua akan berubah. Stefano sudah meninggalkan rumah selama berbulan-bulan dan kali ini lelaki itu akan melihat Clara begitu berbeda. Ia begitu yakin malam ini Stefano akan melihatnya sebagai wanita dewasa yang matang.


Clara merasakan mata hijau kecoklatan Stefano membuntutinya sepanjang malam ketika ia membantu menyiapkan makan malam untuk keluarga Ferrante. Clara tahu Stefano memperhatikannya saat ia menyuguhkan kopi dan minuman keras di ruang santai. Cuping hidung lelaki itu mengembang ketika Clara menundukkan badannya untuk meletakkan cangkir di samping lelaki itu. Saat rambutnya menyentuh lengan lelaki itu, tubuh Clara bergetar bagaikan diserang gelombang kesadaran baru. Mata hijau berbintik cokelat milik lelaki tersebut sedang memandanginya, dan saat itulah Clara tahu kalau Stefano menginginkannya. Clara bisa merasakannya.


Oleh karena itu, ia masuk kedalam kamar Stefano dan menantikannya disana. Ia berbaring dengan posisi menggoda di ranjang lelaki itu, dan hanya mengenakan bra serta celana dalam, didera perasaan gugup sekaligus gembira. Sekujur tubuhnya merinding karena perasaan yang berkecamuk di dalam jiwa.

__ADS_1


Lalu pintu kamar Stefano terbuka, sejenak lelaki itu berdiri disana, dan matanya menyapu pemandangan di hadapannya. Namun dia tampak terguncang seketika itu, raut wajahnya berubah ketus dan dingin seperti batu. " Apa yang kau lakukan ?" geramnya. " Pakai bajumu dan keluar dari sini. "


Namun Clara sedang dimabuk cinta. Ia yakin Stefano pun menginginkan hal serupa. Ia melihatnya dengan jelas. Ia merasakannya. Nuansa sensual yang sengaja Clara ciptakan kini terasa meledak-ledak memenuhi ruangan, juga tubuh Stefano, meski lelaki itu tampak berusaha mati-matian berusaha menutupinya. " Aku ingin bercinta dengan mu. " sanggah Clara. " Aku tahu kau menginginkan ku. Aku sudah lama mengetahuinya. "


Bibir Stefano tertutup rapat sehingga tampak berupa garis tipis yang sengaja digambarkan dengan pena runcingnya. " Kau salah Clara. " jawabnya. " Aku sama sekali tidak pernah tertarik kepadamu. "

__ADS_1


Lalu Stefano meraih dan mencengkeram kedua lengan atas Clara, disaat yang sama pintu Stefano terbuka ___


Clara mengerjakan matanya untuk membangunkan diri dari bayangan masa lalu. Ia tidak mau lagi mengingat-ingat bayangan masa lalu yang mengerikan yang berisi adegan mengerikan antara Stefano dan Ayahnya. Ia ingin melupakan kebohongan yang pernah dilakukannya. Saat itu, ia begitu putus asa dan takut ibunya akan kehilangan pekerjaan yang sangat dicintainya. Dan, kebohongan itupun mengalir begitu saja, untaian kata-kata yang masih ia sesali hingga kini. Setelah kejadian tersebut, Stefano tak pernah pulang kerumah itu lagi, tidak juga ketika ibunya terbaring sekarat.


Clara mendongak dan melihat Stefano yang berdiri di belakang meja rapat, ia fokus menatap tajam lelaki itu. " Ada beberapa hal praktis yang harus kita diskusikan. " ucap Stefano.

__ADS_1


Clara menahan diri tidak menjilat bibirnya yang kering. " Hal praktis apa ? "


Hai readers, jangan lupa like, coment dan love ya plus koinnya juga. Author akan crazy update 20 episode jika tembus 1.000 like dan koint. Please...Iam waiting... Coment Positif ya guys, no coment negatif...hihihihi... selalu hidup dalam hal" yang positif. see you*


__ADS_2