
Seperti biasanya Zaki mengajak Bianca untuk pergi menemani nya makan malam bersama kolega bisnis, bukan hanya sekedar pemuas hasrat tapi juga sebagai pajangan yang bisa ia banggakan di depan teman teman nya, seperti ini kah menjalani kehidupan dengan seseorang yang memiliki dendam di masa lalu ? Ia juga tidak menyangka bisa berada di titik ini, menikah dengan pria yang menjadi musuhnya.
kau lambungkan aku setinggi mungkin lalu kau hempaskan kembali ke lembah Duka.
Aku cinta, Tapi kau hanya menjadi aku sekedar nya saja, lebih dari seratus hari aku berada dalam lingkaran hitam cinta mu.
dalam bawah sadar mu kau mengatakan tentang cinta, tapi saat kau terjaga kau menjelma sebagai nakhoda yang tidak memperdulikan awak kapal nya, kau berlayar sesuka hati tanpa mempedulikan ombak besar yang membusung membuat kalut ?
sampai kapan ?
Sampai semua karam di lautan ?
Aku lelah dan sering nya makan hati, Empedu yang kau sungguh kan begitu pahit hingga membuat nyeri ulu hati.
kau datang Saat butuh, dan kau pergi tinggalkan aku sesuka hati mu, kau membuat aku terombang ambing tak menentu, sedangkan kau tetap bersikukuh Merantai kaki ku?
Kau tak memberi aku kebahagiaan penuh dan kau pun tak mengizinkan aku untuk lepas dari belenggu cinta ini.
Aku harus apa? tenggelam bersama karam di hantam badai kepedihan.
***
Zaki memperhatikan Bianca tampak diam, biasanya Bianca berbincang dengan Istri-istri kolega bisnis nya, tapi kini ia lebih banyak diam dan menjawab pertanyaan sebutuh nya saja.
Bianca menoleh ke arah Zaki yang terus memperhatikan nya, Zaki pasti aneh melihat perubahan dalam diri nya.
Malam itu keduanya pulang cukup larut, Bianca langsung masuk ke dalam kamar Zaki.
biasanya pria itu akan langsung memeluk nya, meminta seperti biasanya. tapi tidak untuk kali ini.
Zaki terus memindai Bianca yang langsung mengganti pakaian nya dengan lingerie seperti perintah Zaki.
Apapun Bianca turuti meskipun Hanya sebah yang Zaki berikan.
setelah malam itu, Bianca tak pernah lagi mengemis atau menuntut apapun dari Zaki.
"Risa juga istri ku, dia lebih membutuhkan aku karena saat ini ia belum bisa berjalan dengan normal, salah jika aku lebih memperhatikan nya?" ujar Zaki kala Bianca memintanya untuk adil.
waktu berjalan membuat pilu Zaki datang hanya untuk meminta hak nya saja, setelah itu pergi meninggalkan nya.
Zaki membiarkan Bianca meringkuk memunggungi nya, Zaki kembali bimbang atas sikap Bianca yang tidak biasanya.
perempuan itu bungkam dan membiarkan dirinya berbuat sesuka hati.
__ADS_1
"Bianca...."
Zaki naik ke atas ranjang, Bianca sendiri sudah siap karena hal itu tidak pernah Zaki lewat kan.
"Kau marah padaku...?"
tanya Zaki membuat Bianca terpaku sendiri.
"jangan bertanya tentang apa yang aku rasakan, bukankah kau tidak pernah perduli !"
Zaki tertegun mendengar pengungkapan perempuan yang menyeka air matanya.
"Aku lebih memilih kamu yang hanya datang untuk sekedar nya saja, jangan memberikan asa hanya untuk membuat patah.meski aku tahu kau hadir untuk membuat aku patah tapi bentuk hati ku kini sudah tak menentu karena hantaman berulang kali, Aku rapuh Zaki. kenapa kau begitu jahat pada ku ? kau bunuh saja aku !"
Itu adalah luapan dari ombak kepiluan, kemarin mungkin ia masih bisa diam namun sesak terus mendera untuk mengungkapkan rasa sebah.
"aku....!"
Ia begitu egois bahkan begitu enggan untuk meminta maaf karena hal itu, padahal Bianca sudah membuka tangan nya namun Zaki masih Saja berkeras hati.
"kenapa kamu berbicara seperti itu ?"
tanya Zaki membalikkan tubuhnya menghadap Zaki.
kau tahu seharusnya dulu aku memilih untuk menjadi pelacur dari pada terpenjara dalam cinta penuh luka !"
Zaki langsung memeluk Bianca namun Ia meronta tak ingin Zaki memeluk nya, ia sudah terbiasa menangis sendiri jadi untuk apa sandaran. bukan kah bantal lebih kokoh tanpa dusta.
"kau mau apa sekarang ?"
Bianca diam, ia ingin lepas dari Zaki !
"Zaki, jika kau ingin mempertahankan Risa maka lepaskanlah aku dan soal hutang aku akan membayar nya !"
"tidak Bianca, aku mencintaimu dan tidak akan pernah melepaskan mu.!"
jawab Zaki membuat Bianca terperangah.
"cinta seperti apa ? seharusnya kau membahagiakan orang yang kau cintai bukan sebaliknya, jangan pernah katakan cinta jangan hanya menorehkan luka !"
balas Bianca tak mau kalah.
"kau tidak mengerti Bianca, maka tetaplah diam dan jangan pernah menuntut apapun dari ku!"
__ADS_1
seru Zaki dengan nafas memburu lalu pergi meninggalkan Bianca yang menangis tersedu.
***
Sementara seseorang di klub malam tengah menghambur hambur kan uang yang ia dapatkan dari Risa, tanpa Zaki tahu Risa melakukan beberapa kali penarikan uang karena Rudi terus mengancam nya.
beberapa kali Bima memberi tahu Zaki namun Zaki selalu membiarkan karena Risa mengatakan membeli barang branded.
Malam ini Zaki tidak pulang ke rumah Risa, ia tertidur di kamar yang berada di samping kamar nya, dimana Bianca berada.
Zaki kembali kalut melihat Bianca seperti itu, beberapa waktu ini ia selalu diam dan menyibukkan diri dengan pekerjaan, apa yang selama ini terpendam menjadi bom waktu. seperti saat ini Bianca kembali berbicara tentang keadaan hati nya.
Bianca meringkuk sendiri, Ia akan meminta bantuan Aji untuk melunasi hutang nya pada Zaki, mungkin aji bisa membantu nya ? berdiam diri dalam kesusahan ini hanya akan membuat nya gila.
Ia berharap Zaki mau memulai kehidupan baru tapi tak ayal ia justru semakin menjajah hidup nya.
Bianca merasa semakin tersiksa, Terbelenggu oleh keegoisan Zaki. dan ia tidak ingin terus menerus diam.Ia harus bertindak sebagai awak kapal yang memilih untuk melepaskan diri dari nakhoda nya, dan membiarkan cinta itu karam di lautan.
***
Pagi pagi sekali Zaki kembali ke rumah Risa, terlihat Risa tengah menerima telpon dari seseorang. entah siapa ?
"sampai kapan ? Lo pikir gue apa ?"
samar samar terdengar suara Risa tampak kesal lalu mematikan ponsel nya.
Uang tabungan nya sudah habis terkuras, selama dua bulan ini Rudi terus meminta uang dengan ancaman video mesum mereka berdua, Risa bahkan sudah melakukan dua penarikan di rekening Milik Zaki.
"kau telpon siapa ?"
tanya Zaki membuat Risa terkejut karena tiba tiba Zaki berada di belakang nya.
"kamu sudah bisa berjalan normal !"
Zaki kembali bertanya memindai Risa Yang berdiri dengan tegak.
"ya, aku... Alhamdulillah udah bisa jalan dengan normal ?!"
jawab Risa, sebenarnya sudah hampir seminggu kondisi nya pulih namun ia merahasiakan hal itu dari zaki, agar pria itu tetap mencurahkan perhatian penuh pada nya.
bersambung...
happy weekend, happy reading 😍
__ADS_1