Menikah Dengan Musuh

Menikah Dengan Musuh
kacang lupa kulitnya.


__ADS_3

Zaki memperkenalkan Bianca pada kedua adiknya sava dan Marwah, keduanya tertegun sejenak saat Zaki mengatakan bahwa Bianca adalah istri nya, Ia sudah bercerai dengan Risa.


Marwah bersikap hangat pada Bianca namun tidak dengan sava, ia acuh dan dingin.


Sava memang lebih menyukai Risa di banding kan dengan wanita yang baru di kenal nya.


"Beres kan barang barang kalian karena kita akan pindah rumah..!"


ujar Zaki, Ia memang berencana untuk meninggalkan rumah tersebut yang merupakan bagian dari aset perusahaan.


pemilik saham meminta kembali semua yang sudah ia berikan pada nya, Zaki sendiri tidak memusingkan hal itu. karena sebagian besar memang milik orang lain, namun Ia masih bisa bertahan hidup dengan satu perusahaan milik nya pribadi.


"kemana kak, kok pindah sih ?"


sergah sava tak paham dengan perintah sang kakak.


"sudah turuti saja, nanti kakak jelaskan di rumah !"


Keduanya mengangguk lalu membereskan barang-barangnya.


Bianca sendiri memilih untuk diam dan tidak banyak berkomentar tentang sava dan Marwah.


Zaki langsung mengajak mereka meninggalkan rumah besar itu, Sava menatap Bianca tidak suka.


"kemana Mba Risa ?" tanya sava penasaran.


"Dia sedang menikmati malam pertama dengan suami nya yang baru... ada pertanyaan lagi ?"


tanya Zaki membuat kedua nya bungkam.


Bianca tahu kalau sava seperti nya mengharapkan Risa, namun ia tidak ambil pusing karena yang terpenting bagi nya adalah Zaki.


tak berselang lama mereka sampai di rumah yang kemarin baru di beli Zaki, Dua lantai Namun sederhana !


"Kita tinggal di sini ?"


tanya sava.


"ya jangan banyak mengeluh, dulu kita bahkan tinggal di rumah bilik bambu tapi kau tak banyak komentar !"


sava terdiam, berbeda dengan Marwah, dia memilih diam dan tidak ingin membuat Zaki marah.


Zaki mengarah kan adiknya pada satu kamar berisi dua ranjang terpisah, cukup nyaman untuk berehat.


Bianca dan Zaki masuk ke dalam kamar, Bianca berusaha membuka resleting gaun pesta tersebut yang berada di belakang punggung, namun tangan nya tak sampai.


Zaki senyum lalu meraih tangan Bianca, Ia tertegun saat Zaki membantu nya membuka resleting tersebut.


tubuh nya meremang saat Tangan Zaki mengusap punggung nya yang halus dan putih, sensasi geli menjalar membuat bulu nya berdiri.

__ADS_1


Bianca heran karena ia hanya mendapatkan tamu bulanan dua hari saja, Biasanya ia akan menghabiskan waktu satu Minggu.


Bianca memejamkan mata nya saat Zaki mengecup bahu nya yang putih, beberapa hari absen bercinta karena mereka berdua selalu menginap di rumah sakit, namun malam ini Bianca meminta izin pada Lina untuk tidur di rumah, kasihan Zaki.


Zaki mengecup leher nya jenjang, tubuh kedua nya merapat, Zaki mendekap tubuh Bianca dari belakang, bibir nya menyusur leher jenjang milik Bianca.


"bang....!"


Zaki menghentikan aksi nya mendengar panggilan lirih dari Bianca.


"Kita ke kamar mandi dulu, hm, kita kan belum sholat isya !"


Zaki senyum lalu mengangkat tubuh Bianca ke dalam kamar mandi.


satu jam berlalu...


Alih alih hendak mengambil wudhu, Zaki justru malah menahan nya lama di kamar mandi. Kedua nya malah lebih dulu menunaikan hasrat yang beberapa waktu tertahan.


Bianca memanyunkan bibirnya saat Keluar dari kamar mandi, tubuhnya penuh karya Zaki berwarna merah, kalau ia tidak meringis kedinginan mungkin Zaki akan tetap memacu hasrat nya, hampir satu Minggu tidak bercinta membuat Zaki seperti orang kelaparan dan membuat Bianca benar benar kewalahan.


Zaki senyum lalu memeluk Bianca dari belakang.


"Maaf ya, Abang rindu sekali dengan mu !"


Bianca menoleh lalu tersenyum kecil.


Zaki mengusap perut Bianca, berharap kali ini ia berhasil menyemai benih nya pada rahim Bianca.


Harap Zaki membuat Bianca senyum lalu mendekap erat Zaki.


Keduanya melaksanakan shalat isya kemalaman, Setelah itu mereka langsung tertidur pulas karena kelelahan.


****


Beberapa hari berlalu, sava masih menunjukkan ketidaksukaan nya pada Bianca, apa lagi saat mengetahui kalau karena Bianca lah Zaki mundur untuk menikah dengan Haifa, sepupu dari seseorang yang sudah menolong mereka dari kemiskinan.


sava mencari tahu hal itu dari Haifa, Ia kecewa karena Zaki lebih memilih seseorang yang menjadi musuh di masa lalu nya, Tentu hal itu juga mengecewakan Om nya. kalau bukan karena om nya, zaki tidak akan bisa menikah dengan Bianca.


Haifa mengatakan kalau Zaki seperti kacang lupa kulitnya, namun cinta tak dapat di paksa, Ia tidak mau menyia-nyiakan seseorang yang sudah teruji cinta nya, Zaki rela kehilangan apa saja asal keduanya tetap bersama.


Awalnya memang menikah dengan musuh, namun kebencian yang berlebihan itu justru menimbulkan rasa cinta yang teramat mendalam, Zaki tidak akan rela jika seseorang mengambil Bianca dari nya.


Bianca memperhatikan Zaki yang tengah menyetir mobil, kedua nya hendak ke rumah sakit melihat keadaan Henri.


"bang, sava tuh enggak suka sama aku !"


sahut Bianca membuat Zaki menoleh.


"bagus lah, kalau suka malah berabe...!"

__ADS_1


Zaki terkekeh kecil melihat ekspresi wajah Bianca yang langsung termangu.


"bukan itu..!"


"ya sayang, aku paham ! biarkan saja, kita memang tidak akan bisa menyenangkan semua orang, cukup dengan ku saja !"


jawab Zaki terkekeh lagi.


"sudah ya, tidak usah bahas hal yang membuat pusing, kita pikirkan tentang kita berdua saja! mereka sudah besar dan bisa menentukan jalan hidup nya !"


tambah Zaki lalu merangkul Bianca dan mengecup kepala nya.


"setelah urusan reda, kita pergi honey moon ya.. kamu mau pergi kemana ?"


tanya Zaki membuat Bianca senang.


"hm, aku mau ke Swiss...!"


jawab Bianca dengan antusias.


"oke, kita akan berangkat ! pastikan waktu nya saat kamu tidak datang bulan !"


jawab Zaki membuat Bianca terkekeh kecil.


*


setengah jam kemudian mereka sampai di rumah sakit, Terlihat Lina menghubungi nya dengan melakukan panggilan telepon.


"ada apa Bu ?


Bianca dan bang Zaki tengah berjalan di koridor rumah sakit !"


Terdengar Lina menangis, gegas Bianca lari agar cepat sampai, Zaki berjalan cepat mengikuti Bianca yang berlari kecil.


"Ada apa Bu ?" Bianca masuk dan melihat kondisi sang ayah yang menurun.


"kondisi ayah mu menurun !"


Lina terisak memeluk Bianca.


Sedangkan Rudi, Ia sibuk memindahkan nama perusahaan dan mengganti nya dengan nama nya. Ia tidak akan membiarkan Bianca menguasai harta milik Henri, ia lah yang akan menjadi ahli waris satu satu nya.


Sementara Risa, Ia terus saja bertemu dengan Wira tanpa sepengetahuan Rudi.


Risa merasa bahwa ia telah jatuh cinta pada wira, kalau bukan karena ia hamil anak Rudi, Risa juga sebenarnya enggan menikah dengan pria ambisius itu.


*


"Tenang Bu, dokter sedang mengupayakan yang terbaik untuk ayah. kita berdoa saja untuk kesembuhan ayah, semoga beliau kuat..."

__ADS_1


ucap Bianca menguatkan ibunya.


bersambung.....


__ADS_2