Menikah Dengan Musuh

Menikah Dengan Musuh
ingin menghancurkan.


__ADS_3

Lina tertegun saat Henri menceritakan tentang Bianca yang tetap memilih Zaki, Ia tidak bisa berbuat apa-apa karena Bianca memang mencintai Zaki.


Henri juga memperingati Rudi untuk tidak membuat masalah lagi, Henri meminta Rudi untuk pindah rumah setelah ia menikah dengan Risa.


Rudi tak banyak berkomentar, Ia sendiri sudah memiliki rencana untuk menguasai harta sang ayah. hal itu juga atas ide Risa tentu nya.


Henri hanya khawatir jika Zaki menyakiti Bianca lagi, Ia cemas pada putri bungsunya itu.


Lina menghampiri Henri yang memegang dada nya yang terasa sesak, Lina paham tentang ke khawatiran suaminya namun Lina sendiri yakin kalau Bianca akan baik baik saja.


"Apa aku perlu menyuruh Bianca datang...?"


tanya Lina memindai wajah Henri tampak pucat.


Henri mengangguk kecil lalu merebahkan tubuhnya di ranjang.


Rudi tersenyum melihat kondisi Henri, Ia sendiri berharap Henri cepat mati agar ia bisa menguasai harta nya.


*


Bianca menoleh ke arah ponselnya yang berdering, Ia dan Zaki tengah berada perjalanan pulang.Gegas Bianca mengangkat panggilan dari sang ibu.


"Halo Bu..?"


"Bianca, cepat lah datang karena ayah sakit lagi....!"


Bianca langsung tertegun menoleh ke arah Zaki yang tengah memainkan ponselnya.


Zaki menoleh sekilas ke arah Bianca yang termangu mendengar seseorang berbicara di sebrang sana.


"Ada apa bian ?"


"kita ke rumah sekarang, ayah sakit lagi !"


Jawab Bianca dengan gelisah karena mereka baru saja bertemu tadi siang, mungkinkah hal itu membuat sang ayah drop.


"Bim, kita ke rumah Bianca, putar kemudi saja Bim !"


Bima mengacungkan jempol lalu memutar arah menuju rumah Bianca.


"kamu harus tenang ya!"


Bianca mengangguk lalu bersandar pada Zaki, Bianca bingung jika mengingat permintaan sang ayah yang memintanya untuk berpisah dengan Zaki, sementara Ia sangat mencintai Zaki dan tidak ingin berpisah.


setengah jam kemudian Bianca dan Zaki sampai di rumah, Gegas Bianca masuk ke dalam rumah.


Rudi sendiri sudah pergi dari rumah setelah mendengar Lina menelpon Bianca.

__ADS_1


"Assalamualaikum Bu...


bagaimana keadaan ayah ?"


tanya Bianca melangkah masuk ke dalam kamar, terlihat Henri terbaring lemah.


"seperti ini bi, kita bawa ayah mu ke rumah sakit saja !"


Bianca langsung meminta bantuan pada Zaki dan Bima yang berada di luar.


"kak Rudi kemana Bu ?"


tanya Bianca saat ia kembali memanggil kedua pria itu.


"tidak tahu, ia pergi tadi..ibu pikir ayah mu tidak akan lemah seperti ini !"


jawab Lina mengikuti langkah Zaki dan Bima yang membawa Henri ke dalam mobil.


"ya sudah kita bawa ayah saja dulu !"


Lina mengangguk.


*


Satu jam kemudian mereka sampai di rumah sakit, saat itu Aji lah yang tengah bertugas.


Zaki memindai wajah Bianca tampak sendu, ia khawatir dengan keadaan sang ayah.


"kamu tenang ya sayang...."


Zaki menggenggam tangan Bianca yang terasa dingin, Ia merangkul pundak Bianca yang langsung bersandar pada nya.


"Apapun masalah nya kita hadapi bersama ya....!"


Bianca mengangguk lalu mendekap erat tubuh Zaki. hal itu berpapasan dengan Dokter aji yang keluar dari ruang pemeriksaan.


"hm, dokter bagiamana keadaan ayah saya ?"


tanya Bianca beranjak bersama Zaki.


"kondisi nya Drop, ayah anda butuh perawatan untuk beberapa hari ke depan!"


"ya sudah berikan perawatan terbaik untuk mertua saya !"


jawab Zaki merangkul Bianca, Zaki tahu kalau pria yang berada di samping nya itu menyukai Bianca, dan Zaki tidak akan memberikan celah sedikitpun.


dokter aji mengangguk lalu pergi meninggalkan keduanya, Ia sendiri sudah tidak berharap banyak saat mengetahui Bianca sudah menikah, yang terpenting bagi Aji adalah Bianca bahagia bersama Zaki.

__ADS_1


Beberapa hari berlalu hingga tiba pada waktu pernikahan Risa dan Rudi, keduanya membuat acara besar untuk pernikahan nya, sebelum nya kan Risa menikah di luar negeri dengan Zaki.


Keadaan Henri sudah membaik namun Aji belum mengizinkan nya pulang apa lagi menghadiri acara pernikahan Rudi, terpaksa Henri meminta kerabat nya untuk mengganti kan nya di acara tersebut.


Lina meminta Bianca datang ke acara tersebut bersama Zaki, Lina menilik sikap Zaki yang baik terhadap Bianca dan juga pada nya, mungkin apa yang di khawatirkan oleh Henri tidak tepat.


Bianca juga terlihat bahagia dan tidak memiliki beban apapun, Lina percaya kalau Bianca bisa menilik mana yang terbaik untuk nya.


Bianca dan Zaki melangkah ke ballroom di mana acara berlangsung, Kedua nya sengaja melewatkan acara akad karena memang keduanya enggan datang jika tidak bukan karena permintaan Lina.


Risa memperhatikan Zaki yang melangkah bersama Bianca, Perempuan itu cantik dengan gaun pesta berwarna merah maroon nya, Bianca melangkah menggandeng tangan Zaki.


Ada rasa sesak yang tiba tiba saja mendesak dalam dada, tak bisa Risa pungkiri bahwa ia cemburu melihat Zaki bersama Bianca, bahkan keduanya terlihat Begitu mesra, Bianca mengajak Zaki bergabung dengan kerabat nya.


Rasa ingin menghancurkan Bianca semakin menggebu, Risa sudah menyusun rencana agar kedua nya sama sama jatuh miskin.


Zaki dan Bianca bersikap santai tak menghiraukan Risa yang beberapa kali mencuri pandang pada Zaki, Bianca tahu kalau Risa masih ada rasa pada Zaki, hanya saja ia terlanjur membuat kesalahan yang membuat Zaki tak bisa mentolerir nya lagi.


Zaki menerima pesan dari kedua adik nya bahwa mereka sudah pulang dan berada di rumah, Bima lah yang menjemput kedua nya di bandara.


"sayang, bagaimana kalau kita pulang ke rumah, ada sava dan Marwah. mereka baru pulang dari Brunei Darussalam...!"


Bianca menoleh lalu menyudahi percakapan nya dengan para kerabat.


Bianca langsung pamit pulang, namun ia menyempatkan diri untuk memberikan selamat pada kedua pengantin.


"hm, selamat kak Rudi dan Risa...!"


Risa menatap Bianca tidak suka, Aura permusuhan begitu kentara sekali Bianca rasakan. namun Bianca tak menghiraukan.


Begitu juga dengan Zaki, ia hanya bersalaman tanpa mengucap kan sepatah katapun.


Risa tertegun melihat Zaki melenggang pergi bersama Bianca.


Risa menoleh ke Wira tama yang datang bersama seorang perempuan cantik, seperti nya mereka berpapasan saat di luar.


Mereka memang berpapasan di pintu masuk, namun Bianca bersikap acuh, ia menggandeng tangan Zaki dengan mesra, Wira juga hanya menoleh sekilas saja.


Ia mengandeng seorang wanita yang kini tengah hamil anak nya, seorang suster yang bekerja di rumah sakit milik keluarga nya.


"selamat Risa...hm, Rudi !"


ujar Wira tersenyum mengejek, Rudi tidak tahu kalau ia dan Risa memiliki affair.


beberapa waktu yang lalu keduanya bahkan selalu menghabiskan malam bersama, Rudi hanya Risa jadikan untuk menghancurkan Bianca.


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2