
setelah sambungan dimatikan oleh sang putra teguh demian segera menghampiri sang istri
"sayang apakah benar kamu sudah mengatakan kepada anak anaku kalo aku tidak akan tinggal bersama mereka tanyanya menatap lekat wajah sang istri
mendengar pertanyaan demian ria dengan malas dan datar menjawab " iya benar bukankah memang seperti itu harusnya kamu berterimakasih karena aku sudah mewakilimu untuk mengatakan hal itu kepada anak anak kamu hah atau jangan jangan kamu berubah fikiran mas ucapnya
"bu..bukan begitu sayang hanya saja aku merasa terlalu cepat jika mengatakannya sekarang
" mau sekarang atau nanti bukan kah sama saja hasilnya mereka tetap pasti merasa kecewa tapi karena kamu sudah memutuskan itu berarti kamu tidak bisa berubah fikiran mas imbuhnya
"tidak sayang kamu tenang saja lagipula aku yakin mereka akan baik baik saja tanpaku lagipula mereka juga sudah terbiasa hidup bersama dengan kakek dan juga nenek
" baguslah ingat mas kamu tidak boleh menemui mereka jika. Tidak kamu harus menyerahkan kembali jabatanmu sebagai direktur di perusahaan tekan ria kepada demian
mendengar ucapan sang istri yang mengacamnya membuat### demian hanya menghela nafas "yah aku benar dirinya tidak bisa mundur atau dia akan kehilangan segalanya harta,jabatan dan juga keluarganya walaupun dia harus mengorbankan ketiga anak nya tekadnya dalam hati mereka pasti baik baik saja imbuhnya meyakinkan dirinya sendiri seolah keputusan yang diambilnya adalah benar dan tidak ada salahnya jika dirinya bersikap egois bukan kah orang yang berada di posisinya pasti melakukan apa yang ia lakukan dan tidak mungkin rela kehilangan segalanya batinnya
-------------------------------------------------------------
sementara triyas dan juga rara yang sudah sampai ketempat nenek dan juga kakeknya segera berlari
"NENEK ,KAKEK teriak berlari mendekati kakek dan juga nenek nya
melihat kedua cucu kesayangannya baik kakek maupun nenek menyudahi.kegiatan bercocok tanam.mereka dan menghampiri kedua cucunya
" lho rara sama triyas tumben kesini kenapa kalian bosan dirumah tanya kakek naryo
"terus mana mas mu kok nggak ikut nenek jirah ikut menimpali
" iya nek,kakek kami bosan jadi jalan jalan aja deh seru triyas sambil tersenyum memamerkan sederet gigi putihnya
"mas teguh juga paling bentar lagi nyusul kok tadi lagi nerima telfon imbuh rara
" oh iya bagaimana apa ayah kalian sudah sampai dan mengabari kalian
__ADS_1
mendengar soal.ayahnya rara dan triyas yang tadinya tersenyum pun seketika menjadi sedih dan murung nenek jirah yang melihatnya menjadi bingung "ada apa sayang kok cucu cucu kesayangan nenek malah jadi sedih apa terjadi sesuatu tanyanya
rara dan triyas hanya menggelengkan kepala mencoba menutupi kesedihannya mereka ingin mengatakan yang sebenarnya tapi takut penyakit sang kakek kambuh sehingga mereka menunggu kedatangan mas teguh selaku sang kakak
" kenapa coba kalian ceritakann kepada kakek.dan nenek
baru saja mereka hendak menjawab terdengar suara mas teguh mengucapkan salam."Asalamualaikum
"waalaikumsalam.nak jawab kakek dan nenek
" waalaikumsalam mas rara serta triyas juga menjawab salam.sang kakak.
"tumben kamu nggak bareng sama adik adikmu guh selidik sang kakek
"iya kek kebetulan tadi pas teguh sama adik adik mau kesini teguh mendapatkan panggilan telfon jadi teguh menyuruh rara dan triyas untuk pergi.duluan jawabnya
" siapa yang menghubungi mu apakah itu ayahmu dia sudah sampai dijakarta tanya nenek jirah
melihat tatapan mata kakakanya triyas dan rara pun menggagguk
"sudah apa cepat katakan pada kami cecar kakek naryo yang sudah tidak sabar
" tapi triyas mohon kakek jangan terlalu marah aku nggak mau kakek kenapa napa imbuhnya
"baik baiklah kakek akan usahakan jadi cepat kalian katakan apa yang sudah ayah kalian sampaikan kepada kalian
" bukan ayah tapi istri baru ayah yang menelfon dan mengatakan bahwa ayah tidak akan kembali kesini untuk tinggal bersama kami kek
DEG
kakek naryo memegang jantungnya yang terasa sakit "KAKEK teriak mereka semua
"kakek tidak apa apa kalian tenanglah ini hanya sedikit sakit kakek masih kuat hanya saja kakek tidak menyangka jika ayah kalian bisa berfikir dan bertindak sangat egois
__ADS_1
mendengar ungkapan kakek baik nenek, triyas dan rara pun hampir menangis hal itu membuat teguh semakin membenci ayah nya dan bertekad akan membahagiakan keluarga dan orang orang yang saat ini bersamanya
" kakek tenang saja kami akan buktikan kepada laki laki itu bahwa kami akan baik baik saja walau tanpanya
"benar yang dikatakan mas teguh kek kami akan menunjukan.padanya kami hidup bahagia walaupun hanya bersama kakek dan juga nenek ucap rara
triyas hanya menggagguk saja tanpa mengeluarkan pendapatnya
sekuat tenaga dirinya berusaha untuk menahan agar air matanya tidak jatuh tapi justru hal itu tidak luput dari pandangan sang nenek
nenek jirah pun membelai rambut triyas dengan penuh kasih sayang" menangislah jika hatimu sakit jangan menahannya karena rasanya pasti sangat menyakitkan jika kita memendam.kesedihan seorang diri "
setelah mendengar ucapan nenek triyas pun terisak teguh, kakek maupun rara memadang dengan penuh arti
"takan kubiarkan air mata mereka terbuang sia sia hanya untuk menangisi laki laki yang egois itu batin teguh menatap lekat adik adik nya
" sudah de jangan menangis lagi hibur rara kepada sang adik tercinta
"hapus.air matamu cucuku untuk apa kamu menangisi orang yang tidak punya hati seperti ayahmu itu tekan kakek naryo
sedangkan sang nenek memeluk.erat cucunya hati nya bagaikan teriris dan tertusuk paku sakit rasanya teramat sakit mengetahui fakta anak kandungnya anak yang sudah dirawat dan dibesarkan sepenuh hati sama sekali tidak memikirkan perasaan kedua orang tuanya dan tega meninggalkan mereka hanya demi seorang wanita yang baru dikenalnya bahkan dia juga tega menelantarkan ketiga anak nya tanpa belas kasihan
dalam tangisnya triyas masih belum mempercayai apa yang dilakukan ayah nya dan juga dirinya belum bisa menerima kenyataan ayah nya begitu kejam dan tidak berperasaan tapi dirinya juga sudah terlanjur menyayangi sosok itu jadi triyas hanya menyimpan perasaannya rapat rapat
" apa kalian yakin itu bukan akal akalan wanita itu tanya kakek naryo yang masih tidak percaya anaknya mengambil keputusan tersebut
"entahlah kek saat teguh mengatakan pada ayah dia hanya diam saja tidak membela diri justru dirinya marah pada ku entah apa yang sudah dikatakan wanita itu pada ayah teguh menjawab kakek nya
" benar kek istri baru ayah juga mengatakan jika itu keinginan ayah akhirnya triyas membuka suara
setelah mereka mencurahkan isi hati dan perasaanya kakek dan juga nenek mengajak ketiga cucu nya untuk kembali kerumah
"ya sudah jika itu keinginan ayah mu mari sebaiknya kita pulang anak anak ucap nenek jirah menyudahi pembicaraan mereka
__ADS_1