
Mike membuang napas pelan sebelum memasuki salah satu ruang private di restoran yang tidak jauh dari kantornya. Sebenarnya Mike tidak memiliki jadwal meeting apapun hari ini, jadi ia sudah berniat untuk istirahat dan bekerja dari rumah, tapi karena terus mendapatkan telpon dari seseorang membuat Mike dengan sangat terpaksa harus turun tangan!
Dengan tatapan jengah Mike duduk di hadapan dua orang wanita yang sudah menunggu kedatangannya sejak tadi. Ya, keduanya adalah Anya dan Maudy!
"Mike--" Anya langsung berlutut di dekat kaki Mike, yang membuat Mike dan Maudy langsung beradu tatap.
"Menyingkir!"
"Nggak, aku nggak mau, sebelum kamu maafin aku!"
Mike membuang muka. Tak mau menatap wajah melas wanita di hadapannya.
"Aku ke sini untuk istriku! Jangan dekati dia, jika kamu sampai melakukan itu, aku yakin kamu sudah tau apa konsekuensinya! Berhentilah bermain-main denganku, Anya!"
"Nggak, Mike, kamu nggak perlu ngelakuin itu! Kamu nggak pernah suka sama dia! Kamu hanya terpaksa menikahinya atas permintaan Papa Arga!"
"Katakan, Mike, kamu masih mencintaiku, kan? Kamu masih mencintaiku, kan, Mike?! Katakan itu!!"
Tatapan Mike seketika itu juga tertuju pada Anya, beberapa butir air mata menetes di pipi wanita itu.
"Ya, apa yang kamu katakan memang benar, aku tidak pernah menyukai Aera! Aku tepaksa menikahi dia karena permintaan Papa! Tapi untuk pertanyaan selanjutnya, tidak, Anya, aku tidak lagi mencintaimu, bahkan aku menyesal karena pernah mencintai orang sepertimu!"
Mike memegang dagu Anya cukup keras. "Dengar baik-baik, jika terjadi sesuatu pada Istriku, aku tidak segan-segan untuk melakukan hal yang sama kepadamu, ingat itu!"
"Mike!" bentak Maudy, wanita itu bangkit, menarik pelan Anya yang masih berlutut di hadapan Mike.
"Kenapa kamu tega melakukan ini kepada Anya, Mike?!"
"Bukan kah dia memang pantas mendapatkannya?" Skakmat dari Mike.
"Satu lagi, aku tidak ingin melihat kalian berdua di hadapanku lagi, stop meneror hidupku atau jangan sekali-kali mendekati Istriku! Aku harap kalian berdua masih ingat seperti apa aku ketika orang-orang di sekitarku mulai diganggu!"
__ADS_1
Mike menatap Anya lekat. "Jauhi Istriku! Jangan berani untuk mengganggunya! Ingat itu baik-baik!!"
Mike meninggalkan ruangan itu, tak menghiraukan panggilan dari Anya ataupun Maudy lagi! Langkahnya tegap, sama sekali tidak goyah untuk melihat ke belakang!
"Kevin, urus mereka, pastikan mereka tidak mendekati Aera!" ucap Mike pada Kevin melalui sambungan telepon.
Mobil hitam Mike melaju kencang menuju rumah Papa Arga, ada beberapa hal yang ingin ia bicarakan dengan Papa, mengenai hubungan pernikahannya dengan Aera, terlebih keselamatan gadis itu!
*******
Sementara itu, masih di dalam ruang private yang baru saja ditinggalkan oleh Mike. Maudy memeluk Anya yang menangis sesenggukan.
"Sudahlah, Anya, jangan ganggu Mike lagi, ini semua demi keselamatan kamu dan Haider, Mike bisa melakukan apapun pada kalian berdua!" ucap Maudy, ini bukan untuk yang pertama kalinya!
"Lalu bagaimana dengan aku? Aku harus bersandar pada siapa? Mama dan Papaku entah di mana! Suamiku mengkhianati dan membuang kami begitu saja!"
"Masih ada aku, Anya. Aku akan selalu menemanimu dan membantumu keluar dari masalah ini!"
Maudy terdiam, ia menatap Anya lekat, ingin menyampaikan sesuatu, tapi terasa begitu berat, hingga akhirnya ia memutuskan untuk mengurungkan niatnya.
"Berjanjilah kalau kamu tidak akan menganggu Mike lagi, demi Haider, hanya demi anakmu!" ucap Maudy.
Anya tak menjawab, ia hanya memeluk Maudy erat, dari dulu hanya Maudy lah yang selalu menerimanya kembali, dalam keadaan apapun dia!
Perasaan yang sempat memudar akhirnya muncul kembali, mendobrak kencang dan menerobos masuk ke dalam hati Maudy yang hampir mati. Mati-matian ia menyimpan perasaannya kepada Anya, memendamnya selama bertahun-tahun karena Maudy tau, Anya tidak akan pernah bisa memahami dan menerima perasaannya.
Hingga akhirnya perasaan itu mulai memudar saat Anya memutuskan menjalin hubungan dengan Mike dan semakin memudar setelah Anya menikah dan memiliki anak dengan Lucas. Namun siapa sangka, setelah bertahun-tahun ia kembali muncul, bahkan dengan debaran yang jauh lebih dahsyat dari sebelumnya!
"Anya hanya melihatku sebagai sahabatnya, tidak pernah lebih!" Batin Maudy. Dari dulu, Maudy memang memiliki ketertarikan pada sesama jenis, namun tak ada satupun orang yang mengetahui hal itu, termasuk Anya, bahkan wanita itu tidak pernah tau kalau Maudy selama ini menyimpan perasaan yang begitu besar untuknya!
Anya selalu berpikir kalau Maudy terlalu sibuk dengan pekerjaan hingga melupakan masalah percintaan, nyata Maudy malah terjebak pada pesona Anya, yang tak lain adalah sahabatnya!
__ADS_1
********
Mike membuka pintu kamar dengan pelan, di tangan pria itu ada sebuah bingkisan dari Papa Arga untuk Aera. Kini tatapan Mike tertuju pada seorang gadis yang terpejam di atas kasur dengan headset bluetooth di kedua telinganya. Mike meletakkan bingkisan yang ia bawa di atas meja, lalu berjalan mendekati kasur.
Ada seuntai senyum di wajah pria itu ketika melihat Aera yang terpejam dengan begitu tenang. Dengan pelan Mike naik ke atas kasur, duduk bersandar sembari mengecek beberapa laporan terkait permasalahan di Singapura.
"Eum, Daddy sudah pulang?" tanya Aera dengan suara yang masih ngantuk dan mata yang kembali terpejam setelah melihat Mike duduk di sampingnya.
"Tidurlah!"
Gadis itu meringkuk mendekati Mike. "Daddy ke mana aja?"
"Ada urusan."
"Hmm."
Mike menatap Aera yang kembali terpejam, pelan dia mencabut headset dari telinga Aera, meletakkannya di atas meja.
"Dasar bocah!" lirih Mike saat Aera tiba-tiba saja meraih tangannya, lalu meletakkan tangan Mike di kepalanya, minta dielus-elus.
Meski begitu, Mike menuruti kemauan Aera, walaupun Mike tidak tau pasti apakah gadis itu sadar sepenuhnya atau tidak?
"Definisi anak ayah ketemu gede!"
Saat Mike menghentikan gerakan tangannya karena mengira Aera sudah terlelap, saat itu juga Aera kembali memegang tangan Mike, menuntun tangan itu agar kembali mengelus kepalanya.
"Daddy, jangan pergi lagi ya?" gumam Aera pelan, namun masih terdengar jelas di telinga Mike.
"Dia kenapa? Mimpi?" ucap Mike kebingungan, pria itu menatap wajah Aera lekat, matanya benar-benar terpejam rapat dengan wajah yang terlihat tetap cantik meskipun dalam keadaan tidur dan tanpa make up.
Sekilas Mike tertegun dengan pemandangan itu. Ya, dia memang terpaksa menikahi Aera dan belum bisa membuka hatinya untuk menerima kehadiran gadis itu. Tapi tidak ada yang tidak mungkin, terlebih lagi dia dan Aera terus menghabiskan waktu bersama setiap hari, bahkan sepanjang malam!
__ADS_1
"Pria itu begitu mencintaimu, tapi dia rela melepaskanmu untuk menikah denganku, apakah kamu tidak menyadari itu? Lalu apa yang kamu mau, kamu sudah mendapatkan cinta dan kasih sayang bahkan tidak pernah kekurangan hal itu dari orang-orang di sekitarmu, lalu denganku? Sebenarnya apa tujuanmu, Aera?!" lirih Mike, masih dengan tangan yang mengelus pelan kepala Aera.