
Di tengah kesibukan yang sedang Mike jalani, Aera ternyata tak kalah sibuknya juga, bedanya Aera sibuk menjelajahi setiap tempat pariwisata yang Thailand suguhkan, menikmati keindahan dari setiap tempat. Dengan ditemani oleh Nyonya Naya dan beberapa asisten Tuan Kob Sinn.
Di hari pertama, mereka mengunjungi Royal Grand Palace yang merupakan kompleks bangunan bersejarah, di dalamnya terdapat Grand Palace yang menjadi tempat kediaman raja-raja Thailand.
Lalu Wat Phra Kaew. Tempat ini masih berada di kompleks Royal Grand Palace, merupakan kuil paling suci di Thailand, memiliki tampilan yang megah dan mewah karena bangunannya dilapisi warna emas. Di sana, terdapat patung paling suci di Thailand, yaitu Emerald Buddha.
Nyonya Naya juga mengajak Aera untuk mengunjungi Sungai Chao Phraya, menikmati jajanan lokal di sana, serta menyebrangi sungai untuk menuju ke tempat wisata selanjutnya, yaitu Wat Arun dan juga Wat Pho, keduanya merupakan sebuah kuil.
Selama perjalanan, Aera sama sekali tidak pernah mengeluh kecapekan, ia tampak bersemangat mengabadikan setiap momen, serta dengan seksama juga mendengar penjelasan dari Nyonya Naya mengenai setiap tempat yang mereka kunjungi.
Sebagai penutup perjalanan, Nyonya Naya mengajak Aera untuk singgah di Chocolate Ville, tempat kuliner yang memiliki nuansa seperti pedesaan kecil Eropa. Bahkan sampai Aera merasa kalau dirinya tidak sedang di Thailand, melainkan di Eropa, karena di dalam sana terdapat bangunan ala-ala dunia Barat, seperti Cottage Musim Panas, Gazebo, Gudang Anggur, Jembatan, Kincir Angin, Jeep Tua, Mercusuar, Perahu di danau, hingga pom bensin.
Chocolate Ville bukan hanya sekedar tempat makan saja, melainkan banyak spot foto yang membuat Aera kebingungan harus mengambil foto di mana?
"Haduh, Aera capek!" keluh Aera setelah mengelilingi setiap sudut Chocolate Ville, bahkan Aera sampai lupa dengan makanan yang dipesannya.
"Istirahat dulu, makan dan minumlah, jangan sampai Tuan Mike memarahiku nanti, karena mengira aku tak mengajak istrinya untuk makan!" ucap Nyonya Naya, yang sudah menganggap Aera seperti adiknya sendiri.
"Hehehe, ini Aera makan kok, eh coba liat hasil foto Aera, bagus-bagus, kan?" Aera menyerahkan kameranya pada Nyonya Naya.
"Bagus semua, hasil tangan Aera emang beda ya!"
"Aduh-aduh, jangan dipuji lagi, Aera dah kenyang denger pujian dari tadi pagi!"
Nyonya Naya menanggapinya dengan tertawa kecil, jalan-jalan dengan Aera memang bukanlah suatu pilihan yang membuatnya menyesal, bahkan dia merasa bersyukur karena memiliki kesempatan menghabiskan banyak waktu dengan Aera yang notabene anak ceria dan baik juga.
"Jangan kapok-kapok ya, Ra!" ucap Nyonya Naya sebelum berpisah dengan Aera, Nyonya Naya berserta para asistennya mengantar Aera hingga ke depan penginapan dengan aman dan selamat.
"Pasti, jangan kapok juga ya jalan-jalan sama Aera!"
"Salam untuk Tuan Mike."
"Salam juga untuk Tuan Kob Sinn."
"Selamat malam, Aera. Selamat beristirahat."
"Anda juga, hati-hati di jalan!"
Keduanya berpelukan terlebih dahulu, sebelum akhirnya benar-benar berpisah. Aera yang mulai merasa badannya hampir remuk berjalan dengan pelan menuju kamar penginapan, tampak lampu kamar sudah menyala, sepertinya Mike sudah pulang?
Tinggal beberapa langkah Aera dari pintu kamar, pintu itu terbuka, Mike berdiri di sana.
"Nyonya Naya mana?" tanya Mike sambil memperhatikan Aera dari atas sampai bawah. Terlihat Aera membawa beberapa tas belanjaan.
"Udah pulang tadi. Aera capek, Dad! Mau tidur!" ucap Aera dengan langkah pelan hendak memasuki kamar.
"Sini belanjaannya, kamu udah makan?"
"Udah."
"Kalau gitu mandi dulu, baru istirahat!"
"Capek, Dad."
"Mandi sebentar aja!"
"Hiks, Aera capek, tenaga Aera udah habis!"
"Biar nyaman nanti tidurnya, nggak gatel-gatel!"
"Mandiin!"
"Cih, bocah satu ini!"
Aera melengos meninggalkan Mike, melempar handphone dan tasnya di atas kasur, sedangkan Mike meletakkan tas belanjaan yang tadinya Aera bawa di atas meja, cukup berat, entah apa isinya!
__ADS_1
"Dad?"
"Hmm?"
"Beneran nggak mau bantuin Aera?"
Mike menaikan kedua alisnya.
"Aera capek loh ini habis hambur-hamburin uang Daddy!"
"Cih. Terus mau dibantuin apa? Kurang uangnya?"
"Bukan!"
"Terus?"
"Bantuin buka ini, tangan Aera nggak cukup!" ucap Aera, yang ia tujukan pada resleting belakang dress yang sedang Aera gunakan!
"Ya udah sini!"
"Ish, Aera capek! Daddy yang ke sini!"
"Sabar, Mike, sabar."
Mike mendekat, dengan sekali tarikan ia membuka resleting itu, hingga punggung mulus Aera terpampang jelas di depan mata! Mike membuang muka.
"Udah, sana mandi! Bau!"
"Mandiin!"
"Jangan aneh-aneh!"
"Cih, bisanya nyuruh doang!"
Mike melempar handuk ukuran sedang pada Aera. "Jangan tidur di kamar mandi!"
Meski malas, Aera tetap melangkah menuju kamar mandi, dia sendiri merasa tidak nyaman dengan tubuhnya yang sudah beraktivitas seharian!
Sementara Aera di dalam kamar mandi, Mike merapikan tas dan handphone Aera yang tadinya ia lempar sembarangan di atas kasur, meletakkan di atas meja.
Kurang dari setengah jam, Aera sudah keluar, dan saat itu Mike sedang duduk di sofa, memainkan handphone.
"Daddy udah makan malam?" tanya Aera dengan rambut yang masih basah dan berjalan mendekati sofa.
"Udah."
"Giliran dong, Dad!"
"Apa?" Mike menoleh.
"Keringin rambut Aera!" Aera duduk di sebelah Mike dengan tatapan penuh harap.
"Sini!"
"Yess!" Dengan cepat Aera menyerahkan handuk kecil yang tadi ia ambil di lemari pada Mike, lalu duduk dengan posisi membelakangi Mike.
"Kapan-kapan Aera tunjukin hasil foto Aera ya, Daddy harus liat semuanya!"
"Hmm."
Mike menggosok rambut Aera dengan pelan. Tanpa berlaku jahil seperti yang sering Aera lakukan saat mengeringkan rambutnya!
"Kerjaan Daddy lancarkan hari ini?"
"Iya."
__ADS_1
"Terus, kapan acara peresmiannya?"
"Awal bulan."
"Eum, terus kapan kita pulang ke Indonesia?"
"Kamu mau pulang?"
"Eh, belum, Aera belum puas di sini! Kita juga belum jalan-jalan bareng, kan?"
"Pertengahan bulan kita pulang!"
"Itu artinya kita masih lama kan di sini?"
"Hmm."
"Daddy?"
"Apalagi?"
"Daddy bisa undang Bright nggak nanti di acara peresmian?"
"Apa untungnya buat kami?"
"Ish, banyaklah, Dad! Bright itu banyak penggemarnya! Pasti banyak yang bakalan dateng kalau mereka tau ada Bright di sana!"
"Itu sih modus kamu aja biar bisa ketemu dia, kan?" tanya Mike sambil menjatuhkan handuk kecil yang ia pegang ke atas paha Aera.
"Hehehe, Daddy tau aja!"
"Udah, Dad?" lanjut Aera sambil memegangi rambutnya yang sudah tidak begitu basah lagi.
"Hmm."
"Terimakasih, Suamiku yang paling ganteng sedunia jagat raya!"
"Lebay!"
"Ayok tidur! Aera udah ngantuk plus capek!" ucap Aera dengan tangan yang terangkat, kode minta digendong!
"Gendong dong ke kasur, kaki Aera pegel banget, hiks!"
"Cih!" Mike membuang muka, tapi tetap saja ia menggendong bayi Koala itu menuju kasur yang jaraknya hanya beberapa langkah saja!
"Hahahaha, puas banget aku ngerjain nih orang." Batin Aera sambil menatap wajah datar Mike yang kini berbaring di sampingnya!
"Daddy? Sini dong, jauh banget! Sini! Aera mau peluk!"
Kesal karena tidak kunjung mendapatkan apa yang ia mau, akhirnya Aera sendiri yang merapatkan tubuhnya pada tubuh Mike. "Nah, kalau gini baru suami-istri!"
Aera memeluk tubuh Mike, tak peduli dengan reaksi pria itu.
"Ucapan selamat malamnya mana?" rengek Aera, membuat Mike yang tadinya sudah terpejam kembali membuka mata!
"Selamat malam, udah, sekarang tidur!"
"Enggak gitu, Dad!"
"Selamat malam, Istriku, tidur yang nyenyak yaaa, biar bisa hamburin uang lagi!"
"Hahaha, jahat banget sih, Dad!"
"Udah, jangan berisik lagi!"
"Love you, Dad!"
__ADS_1
Hening. Mike tak menjawab apapun, tapi tak membuat Aera kembali bersuara juga, Aera kembali merapatkan pelukannya, mulai memejamkan mata karena rasa kantuk benar-benar menyerangnya!