Menikah Dengan Sugar Daddy

Menikah Dengan Sugar Daddy
Salah?


__ADS_3

"Capek banget, hiks!" Aera yang baru selesai membersihkan diri merebahkan tubuhnya di atas kasur, di luar sana langit terlihat sudah mulai gelap, tapi Mike yang katanya akan pulang sore itu tak kunjung menampakkan batang hidungnya.


Belum sempat Aera mengetik pesan yang akan ia kirim kepada Mike, pria itu pun tiba-tiba saja muncul dan kini berdiri di depan pintu kamar dengan tatapan yang sama seperti saat ia baru pulang dari Singapura, tatapan yang Aera tidak tau apa artinya.


Sebagai istri yang baik, Aera menghampiri Mike, bermaksud untuk menyambut kepulangan pria itu.


"Mau Aera siapin air buat mandi?"


Mike menggeleng. Namun tatapannya masih lekat menatap wajah Aera.


"Pergi ke mana tadi?" tanya Mike tanpa melepaskan tatapannya.


"Kan Aera udah bilang ada urusan!"


"Apa yang kamu sembunyikan?"


"Apa?" tanya Aera kikuk, seperti orang yang sudah ketangkap basah.


"Apa yang kamu sembunyikan?"


Aera menarik napas pelan, tatapan Mike benar-benar membuatnya tak bisa menyembunyikan apapun.


"Kenapa diam? Bukankah tadi kamu sangat yakin dengan jawabanmu?"


Mike melangkah maju, sehingga jarak di antara mereka tinggal beberapa senti saja.


"Iya-iya, ini Aera jawab, tapi mundur dulu, Aera nggak bisa napas!" Aera mendorong tubuh Mike agar sedikit mundur.


"Tadi Aera mengunjungi Nino dan Nina, lalu mengajak mereka ke Mall untuk main dan belanja!" jawab Aera sejujur-jujurnya.


"Siapa mereka?"


"Mereka---" Aera berpikir sejenak, apakah dia harus menceritakan tentang Nino dan Nina pada Mike?


"Jangan coba-coba bermain di belakangku!" ucap Mike sebelum pria itu melangkah menuju kamar mandi, meninggalkan Aera yang kebingungan karena ucapannya.


"Hah? Dia ngomong apa? Siapa yang bermain di belakangnya?" gumam Aera.


Malam itu, Mike yang sudah merasa lelah menyuruh Aera untuk memesan makan malam melalui aplikasi online, alhasil duduklah sepasang suami istri itu di meja makan setelah pesanan mereka datang.


Sejak keluar dari kamar mandi, Mike tak lagi mengeluarkan suara, jika ditanya oleh Aera pria itu hanya menjawab dengan anggukan atau gelengan kepala, seperti orang bisu saja!


"Daddy?"


Mike menatap Aera dengan tatapan datar.


"Ada masalah ya di kantor?"


"Nggak ada."


Akhirnya pria itu kembali mengeluarkan suara! Huh, tepuk tangan, tepuk tangan!!!

__ADS_1


"Ada yang salah dari Aera?"


Hening, tidak ada jawaban. Mike malah sibuk melanjutkan makannya, tidak berniat juga untuk menjawab pertanyaan Aera hingga makan malam itu berakhir. Membuat Aera yakin, pasti ada yang salah dengan Aera!


"Daddy?" panggil Aera dengan nada yang sengaja dibuat manja. Mike yang tadinya sibuk dengan handphonenya pun mengalihkan pandangan pada Aera.


Dengan cepat Aera naik ke atas kasur, menempel pada lengan Mike tak tau malu.


"Daddy marah ya sama Aera?" ucap gadis yang sudah seperti anak kucing jinak itu, bergelayut manja di lengan kekar Mike.


"Jangan mulai lagi, aku sedang tidak ingin bermain drama!"


"Ish, siapa juga yang ngajakin Daddy main drama, orang Daddy sendiri yang buat drama!"


"Bukannya kamu?"


"Tuh, kan! Pasti salahin Aera lagi!"


"Emang salah!"


"Ya udah bilang, salah Aera di mana?!"


Mike tak menjawab.


"Ayo, Dad. Kalau Daddy diem aja, Aera kan nggak tau salah Aera di mana!"


Mike menyingkirkan tangan Aera yang memegang lengannya, "Aku butuh fokus!"


Pria itu melangkah keluar kamar, membuat Aera langsung membeku.


Aera menggeleng pelan, ia sudah mencoba mengalah dan menurunkan egonya, tapi lihat pria itu, dia sekarang malah meninggalkan Aera sendirian di kamar!


"Apa ini masih ada hubungannya sama Nina dan Nino?" lirih Aera. Ya, dia ingat betul karena itulah Mike tadi mengatakan kalau Aera jangan sampai bermain di belakangnya!


"Ini salah faham, harus diluruskan!" Aera turun dari kasur, gadis itu sudah bertekad untuk meluruskan kesalahpahaman ini! Tanpa pikir panjang ia langsung melangkah menuju halaman belakang, pasti Mike sekarang sedang di sana!


Dugaan Aera tak pernah meleret! Karena ia melihat Mike sedang duduk di tepi kolam, seperti orang yang sedang merenungi keadaan!


"Daddy?"


Aera melangkah pelan mendekati Mike, gadis itu duduk di samping Mike, tidak langsung memulai pembicaraan. Cukup lama hening tercipta, Aera pun memberanikan diri untuk membuka suara kembali.


"Aera minta maaf, Aera nggak bermaksud sembunyiin apapun dari Daddy. Sumpah, Aera udah niat buat cerita, tapi nunggu waktu yang tepat!"


"Cerita!"


Aera menarik napas pelan, demi menghindari kesalahpahaman di antara dia dan Mike, Aera mulai menceritakan semuanya, bagaimana awal pertemuannya dengan Nino dan Nina, lalu sejauh apa hubungan mereka dan seperti apa Aera menganggap keduanya.


"Aera sama sekali tidak pernah kepikiran untuk bermain curang di belakang, Daddy. Itu bukanlah sifat Aera!"


"Hmm."

__ADS_1


"Udah, cuman hmm doang?" ucap Aera yang sudah menjelaskan panjang lebar kali tinggi sejak tadi, sampai ia merasa kehausan dan mulutnya berbusa!


"Aku benci pengkhianat!"


"Tapi Aera nggak kayak gitu!"


"Semoga."


Mike menatap Aera lekat dan tatapannya kali ini berbeda, Aera bisa melihat kalau ada sesuatu yang ingin Mike sampaikan lewat tatapan matanya, tapi entah itu apa.


"Daddy, apakah ada kesempatan buat Aera?"


Meski Aera sudah tau jawaban yang akan Mike berikan, tapi tetap saja Aera ingin terus menanyakannya, Aera tidak ingin jatuh sendiri pada perasaan aneh ini!


"Entah."


Aera menghembuskan napas pelan, gadis itu mendongak, menatap langit malam yang ditaburi oleh bintang-bintang, indah.


"Aera harap ini adalah pernikahan pertama dan terakhir dalam hidup Aera."


"Bukankah seumur hidup dengan orang yang kita cintai dan mencintai kita akan jauh lebih bahagia?" sahut Mike.


"Ya, Aera berharap bisa menemukan hal itu di pernikahan kita!"


"Kalau tidak?"


"Aera akan membuatnya menjadi iya!"


"Dasar keras kepala!"


"Daddy juga!"


Aera mendekat, dengan pelan ia menyandarkan kepalanya pada bahu Mike. Tak apa, buang rasa malu itu! Lagi pula Mike adalah suaminya! Begitulah pikir Aera.


"Daddy, kalau sesuatu saat nanti kita nggak sama-sama lagi, jangan pernah benci Aera ya?"


"Hmm."


Aera memejamkan matanya, perasaan aneh yang sering menyelimuti hatinya semakin menjadi-jadi, Aera ingin melepasnya, membiarkan ia bebas mengisi hati Aera. Ya, Aera ingin membebaskan hatinya untuk mencinta dalam ikatan pernikahan yang penuh dengan harapan baik dalam diri Aera.


Samar Aera berharap, kalau Mike juga akan merasakan hal yang sama seperti yang ia rasakan sekarang, tidak tau pasti, apakah Aera benar-benar sedang jatuh cinta? Atau hanya perasaan sementara?


"Aera ingin terbang tinggi, bebas, layaknya burung yang tidak pernah ragu untuk mengepakkan sayapnya!"


Mike menoleh, ternyata gadis itu juga sedang menatap Mike.


"Yang tadi itu rahasia ya, jangan cerita ke siapa-siapa lagi!"


"Hmm."


"Seriusan!"

__ADS_1


"Iya!"


Aera kembali menyandarkan kepalanya, malam yang indah, duduk bersama sembari memandang indahnya langit disertai sejuknya angin malam. Sempat terbesit dalam benak Aera kalau mereka bisa melewati momen setiap ini terus-menerus untuk ke depannya. Semoga.


__ADS_2