
Aera lanjut rebahan di kasur setelah membersihkan dirinya, tadi Mike mengabarinya kalau pria itu akan makan malam di luar bersama teman-temannya, Aera tidak keberatan, lagipula dia juga sudah bersenang-senang tadi, jadi biarkan Mike juga melakukan hal yang sama.
Diam-diam Aera menonton film romantis barat yang dikhususkan untuk 21 tahun ke atas, itu ia lakukan agar tidak terlihat begitu payah jika di hadapan Mike!
Sementara itu, di sebuah rumah yang terletak di pusat kota, sekumpulan pria dewasa duduk di ruang tengah, berbagai jenis makanan dan minuman bertumpukan di atas meja.
"Tuang lagi!" Justin mengangkat gelasnya yang sudah kosong dalam sekali tegukan, tanpa banyak bicara Verrell langsung menuangkan wine hingga gelas itu kembali penuh.
"Mau tambah lagi?" tanya Verrell pada Mike yang sudah terkapar di atas sofa. Mike menggeleng pelan. Sedangkan Krish dan Justin terus meneguk wine mereka tanpa ampun. Dari ketiga pria itu, hanya Verrell lah yang tidak mabuk, pria itu hanya meneguk segelas saja saat pembukaan.
"Jam berapa?" tanya Mike dengan mata yang masih terpejam.
"Setengah sebelas, kamu mau pulang?"
"Ya!"
"Ayo!" Verrell membantu Mike untuk bangun.
"Aku bisa sendiri!"
"Jangan gila! Biarin Verrell yang anterin!" sahut Justin. Pria yang mulai sempoyongan itu mendekati Mike, lalu berkata pelan.
"Jangan terlalu menekan dirimu! Lepaskan apa yang harus dilepaskan, jangan membuat dirimu tertekan dan seperti ini lagi!"
"Mike! Jangan biarkan dirimu terus terjebak dengan semua kejadian yang sudah berlalu, come on bro, kebahagian sedang melambai ke arahmu! Jemput dia!" sahut Krish.
"Kalian memang selalu bijak kalau sedang mabuk!" Mike menepuk pundak Justin dan Krish secara bergantian, sebelum akhirnya ia meninggalkan ruang tengah dengan bantuan Verrell yang memapah tubuhnya yang sempoyongan.
"Kamu yakin mau pulang dalam keadaan seperti ini?" tanya Verrell memastikan.
"Hmm."
Mobil sport berwarna merah milik Justin itu pun melesat dengan kecepatan sedang menuju kediaman Mike yang hanya membutuhkan waktu sekitar 15 dari markas mereka. Malam itu jalan sudah mulai sepi dan beberapa toko juga sudah mulai tutup.
15 menit kemudian.
__ADS_1
Verrell membukakan pintu mobil, lalu memapah Mike hingga depan pintu. Satpam yang berjaga pun mendekat ke arah mereka.
"Udah, aku bisa sendiri!" tolak Mike, pria itu menyuruh Verrell untuk segera pulang! Dengan sangat terpaksa Verrell pun meninggalkan rumah Mike, membiarkan pria itu sendirian menuju kamarnya.
Dengan kepala yang terasa sangat berat dan langkah yang sempoyongan Mike berusaha untuk sampai ke kamarnya. Namun, tepat saat pintu kamar itu terbuka, tubuh Mike langsung ambruk seketika.
Aera yang masih terjaga di dalam sana langsung bangun dari posisi rebahannya, dengan panik ia turun dari kasur, menyalakan lampu kamar dan melangkah mendekati Mike.
"Daddy? Daddy kenapa?" tanya Aera panik. Gadis itu berjongkok dan berusaha untuk menyadarkan Mike.
"Dia mabuk?"
Aera menggeleng pelan, sekarang ia bingung bagaimana caranya memindahkan tubuh Mike ke atas kasur?!
"Daddy? Bangun dulu yuk!" Aera menepuk pipi Mike pelan, tapi pria itu tidak kunjung membuka matanya. Dengan sekuat tenaga Aera menyeret tubuh Mike hingga mendekati kasur, lalu dengan susah payah ia mengangkat tubuh Mike agar bisa terbaring dengan nyaman di atas kasur.
"Kenapa pakek acara pulang dalam keadaan mabuk sih!" gerutu Aera, ia tidak masalah jika Mike ingin mabuk atau apapun itu, hanya saja Aera kesulitan jika kondisinya sudah seperti ini, tubuh Aera saja jauh lebih kecil dari tubuh Mike, bagaimana bisa ia mengurus pria itu jika mabuk sampai tidak sadarkan diri!
"Gantiin baju nggak sih?" gumam Aera. Setelah berpikir sejenak, Aera pun memutuskan untuk mengganti pakaian Mike, lagi pula ia sendiri merasa tidak nyaman dengan bau alkohol yang tercium jelas dari tubuh pria itu.
Aera sempat tertegun saat tanganya menyentuh perut Mike, bahkan dengan lancang Aera terus menatap dan memegang bagian perut dan dada Mike. Mumpung pria itu sedang tidak sadarkan diri! Mencari kesempatan dalam kesempitan!
Sekarang Aera kembali ragu. Haruskah ia membuka celana Mike juga?
"Buka sabuknya aja kali ya?"
Aera membuka sabuk yang Mike gunakan dan juga kancing serta resleting celana pria itu, Aera melakukannya dengan hati-hati, agar Mike tidak terbangun dan berpikir kalau Aera akan mencabulinya! Hihihi.
"Awas ya besok! Aera bakal buat perhitungan!" gerutu Aera, ia meletakkan handphone dan dompet Mike yang dia temukan di dalam saku celana di atas meja. Lalu gadis itu ikut merebahkan tubuhnya, menatap wajah Mike yang terpejam.
"Daddy kenapa? Lagi ada masalah? Atau habis party?"
Aera menyentuh wajah Mike pelan, gadis itu tersenyum saat ibu jarinya menyentuh bibir Mike, ada pikiran jahat di kepalanya yang minta direalisasikan!
"Dasar bocah!" gumam Mike yang membuat Aera kaget bukan main, sampai ia langsung menjauhkan tangannya.
__ADS_1
"Dia ngigo?" Gadis itu kembali mendekat dan di saat itu juga Mike dengan tiba-tiba menarik tubuh Aera, memeluknya. Dengan posisi wajah Mike yang terbenam di dada Aera!
"Hei, hei, ini kenapa?"
Aera membeku, tangannya masih menggantung di udara.
"Ma, Mike kangen! Jangan tinggalin Mike lagi ya, Ma?"
Pria itu semakin mengeratkan pelukannya, seolah-seolah menganggap Aera sebagai sang Mama yang akan pergi meninggalkannya!
"Apakah ini yang membuat Daddy sampai mabuk?"
Pelan Aera menyentuh kepala Mike, mengelusnya lembut. "Tidurlah yang nyenyak, Dad!"
Aera terus terjaga karena beberapa kali Mike bergumam memanggil Mamanya dan terus mengeratkan pelukannya.
"Aera di sini, Aera nggak pergi kemana-mana," lirih Aera yang tidak tahan mendengar Mike terus-menerus gelisah dan tidak nyenyak dalam tidurnya.
"Jangan pergi."
"Iya, nggak pergi."
Mike mengeratkan pelukannya, membuat Aera menahan napas. Hampir sepanjang malam Aera terjaga, bahkan di saat Mike mulai tidur dengan lelap, gadis itu masih kesulitan untuk tidur. Hingga jam menunjukkan pukul setengah lima pagi, barulah Aera mulai terlelap dengan Mike yang masih setia memeluk tubuhnya.
******
Mike membuka matanya setelah merasa jauh lebih baik, kepalanya yang terasa berat mulai terasa lebih ringan. Mata pria itu melotot saat mendapati pemandangan di depannya, ia mendongak, terlihat wajah lelap Aera.
"Apa yang dia lakukan?" gumam Mike yang masih belum sadar sepenuhnya, pria itu belum sadar kalau dialah yang memeluk Aera semalaman.
"Atau aku?"
Mike berusaha mengingat kejadian semalam, namun yang ia ingat hanya saat Verrell mengantarnya pulang, setelah itu, Mike tidak mengingat apa-apa lagi!
Pelan Mike menarik tangannya, melepas pelukan pada tubuh Aera. Gadis itu masih terpejam dengan tenang. Mike sama sekali tidak mengingat apa yang terjadi semalam, bahkan ia tidak tau kenapa saat ia bangun dalam keadaan memeluk Aera?
__ADS_1