Menikah Dengan Sugar Daddy

Menikah Dengan Sugar Daddy
Sunrise


__ADS_3

Aera tak bisa berhenti mengarahkan kameranya pada indahnya pemandangan yang terpampang jelas di depan mata, yang bahkan demi melihatnya Aera rela bangun pagi, sampai memasang alarm yang membuat Mike geram, karena Mike lah yang mematikan alarm Aera yang mengusik tidurnya, sementara Aera masih lelap, seolah bunyi alarm itu tak terdengar di telinganya.


"Huh, harus sih, Kaela sama Kak Bara harus liat ini!" Decak Aera, bahkan segelas teh hangat yang ia buat untuk menemaninya sudah berubah dingin, tidak Aera hiraukan dari tadi.


Setelah puas memandang dan mengabadikan momen, Aera akhirnya mulai bangkit dari duduknya, padahal ia masih berada di kawasan Villa, tapi pemandangan yang ia lihat sudah sangat cukup menakjubkan, semilir angin sejuk kembali menyapa permukaan kulitnya, gadis itu menggigil pelan.


"Si Daddy mana, ya? Masih belum bangun juga?" gumam Aera. Gadis itu melangkah menuju Villa, meninggal secangkir teh yang baru ia teguk beberapa kali.


"Dad?" Aera membuka pintu kamar, kosong, tidak ada siapapun di sana, bahkan di dalam kamar mandi juga tidak ada orang. "Dia ke mana sepagi ini?"


Alhasil Aera berkeliling di sekitar Villa untuk mencari keberadaan Mike, karena pria itu meninggalkan handphonenya di atas meja yang tersambung dengan kabel charger.


Tidak jauh dari tempat Aera berdiri sekarang, ia bisa melihat tubuh Mike yang berdiri tegap menghadap timur, dengan mengendap-endap Aera berjalan mendekat, bermaksud mengagetkan pria itu.


"Maling!" ucap Mike saat Aera sudah beberapa langkah di belakang, Aera mendengus kesal, bisa-bisanya pria itu menyadari kehadiran Aera!


"Tajem banget panca inderanya!"


Mike tak menjawab, tatapannya masih terfokus ke arah timur, di mana terlihat matahari sudah semakin tinggi, cahayanya membias menghias langit yang tadinya gelap.


"Dingin," lirih Aera, ia lupa membawa jaket, karena mengira mereka akan berlibur di kawasan pantai yang panas, bukan kawasan dataran tinggi seperti ini!

__ADS_1


Mike yang menggunakan koas lengan pendek melirik sekilas ke arah Aera. Pria itu menyukai udara sejuk, terlebih lagi ini alami, terasa begitu menyegarkan jiwa yang hampir mati!


"Sini!" titah Mike. Pria itu meminta Aera untuk mendekat. Dengan wajah polos, Aera pun menurut.


Tanpa diduga, Mike menggosok kedua tangannya, lalu menempelkan tangan kekar itu di kedua pipi Aera, membuat Aera terpaku. Mike terus melakukan itu sampai beberapa kali, hingga ia sadar kalau tatapan Aera terus tertuju padanya.


"Lakukan itu untuk menghangatkanmu!" Mike menjauhkan tangannya, tapi detik berikutnya pria itu membeku saat Aera tiba-tiba merapatkan tubuhnya memeluk tubuh Mike, wajah gadis itu tenggelam di dadanya.


"Ini lebih simpel!"


Mike tidak membalas pelukan Aera, pria itu mendongak menatap langit. "Sial, dia membangunkannya!"


Cukup lama, Aera yang merasa jauh lebih hangat pun melepaskan tubuh Mike, pria itu memutar tubuhnya begitu terlepas dari pelukan Aera. Ia melangkah pergi, meninggalkan Aera yang terpaku di tempat.


Alhasil, Aera berdiam diri cukup lama di sana, hingga sinar matahari pagi terasa menyengat kulitnya. Yang membuat Aera memutuskan kembali ke dalam Villa. Tapi saat melewati kolam, langkah Aera terhenti, matanya terbuka lebar saat melihat pemandangan tak biasa di depan sana.


Mike berdiri di pinggir kolam, tubuhnya basah kuyup dan hanya ditutupi oleh boxer berwarna hitam. Melihat itu membuat Aera kesusahan bernapas dan menelan ludah, tubuh Mike benar-benar sebagus itu, dadanya bidang, perutnya terbentuk sempurna dengan bahu yang tegap dan lebar.


"Kemari!" panggil Mike saat melihat Aera hanya mematung dan menatap ke arahnya. Di atas meja dekat kolam sudah ada sarapan. Aera juga bisa melihatnya dan karena itulah Aera melangkah mendekat.


Saat Aera sudah berdiri beberapa langkah di depan Mike, pria itu tiba-tiba saja menarik tangan Aera dan ---

__ADS_1


Byurrr


"Daddy!!!!" teriak Aera, tanpa permisi air kolam itu menyapa setiap permukaan kulitnya. Dingin, sampai Aera menggigil.


"Mandi!"


Mike menepi, meninggalkan Aera yang masih menggigil tak berdaya.


"Jahat!" Gadis itu memasang wajah masam. Bisa-bisanya ia tertipu lagi oleh Mike! Dan lagi-lagi, Mike tersenyum penuh kemenangan!


"Tiga kosong!"


Aera yang sudah kesal level full tak menjawab ucapan Mike, gadis itu menepi, saat ia hendak naik, ia baru sadar kalau lekukan tubuhnya terbentuk jelas sekarang, alhasil Aera kembali ke dalam kolam, melirik sekilas ke arah Mike!


"Apa?!" sembur Aera, Mike menbuang muka, ia naik lalu menyodorkan handuk tanpa melihat ke arah Aera.


"Kecil!" ucap pria itu sebelum meninggalkan Aera yang ingin sekali melemparnya menggunakan gelas susu yang ada di atas meja.


"Arghhh, ngeselin banget, sumpahhh!! Dasar Sugar Daddy cabul! Ngeselin!! Suami laknat!!" teriak Aera sekeras-kerasnya.


"Bocah stress!" sahut Mike dari dalam Villa.

__ADS_1


"Om yang stress! Dasar suami jahaattt!!"


Aera meremas ujung handuk sekuat-kuatnya, lihat saja nanti, Aera pasti akan membalas semuanya seadil-adilnya!


__ADS_2