
Setelah mengantongi izin dari Mama Papa dan suaminya, mobil BMW hitam milik Aera langsung melesat di tengah-tengah keramaian jalan perkotaan siang itu. Bosan berdiam di rumah, Aera akhirnya mengajak Kaela untuk sekedar keluar mencuci mata, Aera tidak ada bosan dan lelahnya kalau urusan menghamburkan uang!
Keduanya memasuki salah satu Mall terbesar di pusat kota, kalau masih di sekitar sini, Aera dan Kaela sudah khotam, sudah tau persis setiap sudut yang ada!
"Temenin beli tas!" ucap Kaela, ia menarik lengan Aera agar gadis itu mengikuti langkahnya, kemarin Kaela sudah membeli sepatu baru untuk kuliah, sekarang gadis itu juga ingin membeli tas baru! Tapi bukan untuk kuliah, melainkan untuk menambah koleksinya!
Ya, dia dan Aera seperti saudara duplikat yang memiliki banyak kesamaan, sekilas mungkin orang-orang akan mengira mereka saudara kembar! Meski wajah mereka cukup berbeda, tapi dari gaya pakaian dan gaya hidup mereka hampir sama! Eit, kecuali dalam pemikiran, ya! Kaela tentu lebih dewasa dan bijak dibanding Aera!
Setelah puas menemani Kaela berbelanja, kini giliran Aera, gadis itu mengajak Aera kesalahan satu toko dari brand ternama, ada barang penting yang ingin Aera beli!
"Sini!" panggil Aera, gadis itu menatap sebuah lingerie dengan warna yang sangat mencolok, merah menyala! Melihat itu mata Kaela langsung membulat!
"Yakin mau beli ini?"
"Yakin!"
"Hiks, ya udah beli, kalau perlu ini, ini dan yang ini! Biar Si Daddy klepek-klepek! Hihihi--" Kaela menunjuk beberapa pilihan lain, tanpa pikir panjang Aera langsung meraih semuanya, tak perduli dengan harga.
"Ganas juga ya!" Kaela hanya bisa geleng-geleng kepala, entah sejak kapan Aera jadi tambah bar-bar seperti ini! Kaela pun tidak tau! Kalau masalah itu, Kaela tidak mau ikut campur, status mereka berbeda, Aera sudah bersuami sedang Kaela jomlo ngenes yang hanya bisa 'main' sendiri!
"Terimakasih," ucap Aera dengan senyuman manisnya setelah membayar semua tagihan, barang yang ia inginkan sekarang sudah ada di tangan!
"Istirahat dulu, aku haus!" ucap Aera, dia dan Kaela pun memasuki salah satu restoran paling terkenal di lantai tiga, yang kata orang-orang : hanya kaum elit yang mampu duduk di sana, karena harga setiap menunya mampu membuat orang merasa kenyang duluan! Berbeda dengan Aera, ia asal masuk dan pesan tanpa memikirkan harga!
^^^My Sugar Daddy :^^^
__ADS_1
^^^Gadis Pintar! Hamburkan lebih banyak lagi!^^^
Aera tersenyum tipis ketika melihat pesan masuk dari Mike, pasti pria itu sudah mendapatkan notifikasi dari kartu kreditnya yang baru saja Aera pakai!
"Hahaha, siap laksanakan!" Aera cekikikan sendiri, ternyata gini ya rasanya menghambur-hamburkan uang suami!
Tak main-main, menu makan siang yang mereka pesan memiliki harga yang begitu fantastis, hingga saat tagihan diberikan mampu membuat jiwa Kaela berdecak pelan. Bukan, bukan dia tidak pernah makan makanan semahal ini! Tapi karena melihat senyum puas di wajah Aera, seolah-olah itu bukanlah nominal yang besar baginya.
"Ayo!" Aera menggandeng Kaela keluar dari restoran, perut mereka sudah kenyang, tenaga mereka juga sudah kembali terisi! Waktunya lanjut jalan-jalan!
Sore itu, suasana di mall semakin ramai, banyak pengunjung yang berdatangan tidak sebanyak pengunjung yang keluar, sehingga mall semakin padat, di tengah keramaian itu, Aera dan Kaela yang sedang berjalan keluar dari Mall dibuat kaget oleh seorang wanita yang berjalan dengan arah berlawanan, wanita itu tampak sengaja menyenggol tubuh Sera, sehingga Aera kehilangan keseimbangan, beruntung Kaela masih bisa menahan tubuh Aera.
"Hei!" Kaela yang hendak menyusul wanita itu ditahan oleh Aera, karena tidak ingin membuat keributan.
"Jangan, biarin aja!"
"Nggak apa-apa."
Bersamaan dengan itu, baik Aera ataupun Kaela sama-sama menoleh ke belakang, wanita asing itu hilang di antara kerumunan orang.
"Kamu kenal?"
"Nggak."
"Dia sengaja ya?"
__ADS_1
Aera sekali lagi menoleh, ia ingat betul bagaimana cara wanita itu menatapnya.
"Ya, kayaknya emang sengaja!"
Meski diliputi oleh rasa penasaran tentang sosok wanita asing itu, Aera dan Kaela malah sama-sama memilih diam, sibuk dengan pikiran mereka masing-masing
"Dia siapa?" Batin Aera, dari cara wanita itu menatapnya, Aera bisa menangkap sorot ketidaksukaan di matanya, ia menatap Aera seolah-olah sedang menatap seorang lawan.
Di lain tempat, seorang wanita dewasa menatap pantulan tubuhnya di depan cermin, tubuhnya tinggi ramping bak seorang model dengan lekukan tubuh yang tampak jelas di balik baju yang sedang ia gunakan. Dengan senyum tipis wanita itu mengibas rambut coklat panjangnya yang terurai. Ia menepuk pelan bahu kanannya, seolah sedang membersihkan sesuatu di sana.
"Dia bukan tandinganku!" gumam wanita itu. Senyuman penuh makna itu kembali muncul di sudut bibirnya yang tampak merah merona.
Dialah Anya, seorang wanita yang pernah menjalin hubungan asmara dengan Mike, berawal dari pertemuan yang tidak disengaja, karena Mike adalah salah satu tamu undangan di pesta ulang tahun sahabatnya, Maudy. Dari pertemuan itulah baik Mike ataupun Anya sama-sama tertarik pada satu sama lain, terlebih setelah Anya mengetahui Mike bukanlah orang sembarangan. Pria itu juga termasuk teman dekat Maudy, mudah bagi Anya untuk menjalin hubungan dengannya!
Benar saja, atas perantara Maudy mereka pun mulai saling mengenal, berawal dari teman biasa sampai akhirnya Mike lah yang terlebih dahulu menyatakan perasaannya. Saat itu Mike benar-benar mencintai Anya dan sudah mulai memikirkan untuk membawa hubungan mereka ke jenjang yang lebih serius. Bahkan nama Anya sudah tidak asing lagi di kalangan keluarga Mike dan teman-temannya.
Namun seiring dengan berjalannya waktu, kisah cinta yang awalnya manis dan penuh kebahagian itu pun mulai memudar, di mana Mike saat itu lagi sibuk-sibuknya membangun dan mengambil alih bisnis sang Papa, membuat ia tidak memiliki banyak waktu dan mulai jarang bertemu dengan Anya.
Semua kehancuran itu berawal dari sana, Anya yang merasa kesepian mulai menerima beberapa tawaran berkencan dengan pria-pria lain hanya untuk mengobati kesepiannya. Sampai akhirnya Lucas datang dan memporak-porandakan hati Anya.
Lucas berhasil menyentuh bagian di mana nama Mike tersimpan, bahkan lebih jauh dari itu, ia berhasil membuat Anya merasa kalau hanya dirinyalah wanita yang paling bahagia di dunia ini setelah bertemu dengan Lucas, hingga saat Lucas meminta mahkotanya, Anya memberikannya dengan dalih pengorbanan cinta.
Masalah pun semakin bertambah rumit ketika Anya mendapati dirinya sedang hamil, jelas saja anak itu bukan bagian dari Mike, melainkan Lucas! Yang membuat Anya bingung harus melakukan apa saat itu, satu sisi ia masih berstatus sebagai kekasih Mike, tapi sisi lain, perasaannya mulai beralih pada Lucas!
Dengan segala pertimbangan, Anya memberanikan diri untuk membuka suara, ia memberitahu Lucas tentang kehamilannya dan meminta putus dari Mike demi menikah dengan Lucas, Anya saat itu yakin kalau pernikahan dengan Lucas ada keputusan yang terbaik. Namun siapa sangka, keputusan itulah yang kini mulai menghancurkannya.
__ADS_1
Sekarang, dia harus berjuang sendiri untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan anak laki-laki mereka, Haider. Lucas seolah-seolah telah membuang dan mencampakkannya begitu saja, bahkan sama sekali tidak peduli dengan kehidupan anak mereka!
"Aku akan merebut kembali semua yang seharusnya menjadi milikku! Dan menyingkirkan siapapun yang berani menghalangiku!" tekad Anya dengan butiran bening yang jatuh dari sudut matanya. Rasa sakit di hatinya membuat Anya tak bisa berpikir jernih, yang ada di benaknya hanya rasa benci yang berbalut dendam pada siapapun yang ia anggap telah merusak kebahagiaanya! Termasuk pada Aera! Meski gadis itu tidak salah-salah apa!