Menikah Dengan Sugar Daddy

Menikah Dengan Sugar Daddy
6


__ADS_3

"bagaimana keadaanmu dek apa sudah lebih baik teguh menanyakan keadaan sang adik sambil menyodorkan minuman yang dipegangnya


"udah mendingan kok bang hanya saja


" kenapa de sini cerita sama mbak dan mas teguh sambung rara mendengar ucapan adiknya


"iya kenapa sayang mas teguh membelai rambut triyas dengan lembut


" hanya saja aku tidak menyangka ayah akan berfikir seperti.itu tanpa memikirkan bagaimana perasaan kakek dan nenek.apa jangan jangan ah sudah lah jawab triyas


"jangan jangan apa dek teguh memicingkan mata menatap penuh kasih sayang pada adik nya seolah mengisyaratkan katakan saja pada kami


mendapatkan tatapan dari kedua kakaknya membuat triyas tersenyum kikuh "kenapa mbak,mas kok ngeliatin aku gitu.aku cantik yah guraunya yang langsung mendapatkan senyum dan juga gelengan kepala dari teguh maupun rara


"ihh adek gemesin banget sih rara segera mencubit pipi.chuby adik kesayangannya tersebut bukanya jawab malah becanda imbuhnya berpura pura memasang wajah sedih


"ululu jangan sedih gitu mbak jelek tau iya kan mas meminta dukungan pada kakak laki lakinya


" emmm jangan jangan apa dek gak boleh sembunyiin apapun dari kita ayo jawab serunya


triyas pun menggaruk kepala nya yang tidak gatal"gk sih mas aku cuma takut ini keinginan wanita yang bersama ayah itu


oh ya ngomong ngomong kok.gk keliatan kmna mereka imbuhnya


"udah balik kejajarta kmaren mas nggk sengaja denger pembicaraan mereka pas rara ngasih tau kamu udah siuman


"padahal triyas ngira itu ibu sama adik adik kita keluhnya apa ibu juga nggk pernah pulang mbak ,mas tanya triyas kepada kedua nya


hal itu membuat mereka saling pandang dan menghela nafas serta raut wajahnya berubah sedih melihat hal itu triyas menjadi tersenyum kecut"yah mungkin mereka bertiga menjadi anak yang tebuang ucapnya dalam hati


" mungkin suatu hari nanti ibu pulang de hibur rara kepada triyas yang disertai anggukan kepala oleh teguh


"semoga saja lirihnya

__ADS_1


DILUAR RUMAH KAKEK NARYO


" apa yang kamu fikirkan ian bagaimana bisa kamu ingin membawa ketiga anakmu pergi kamu tahu bukan mereka adalah jantung kehidupan kami tanya pak naryo kepada putranya demian


"bukan ingin memisahkan mereka dari ayah dan ibu tapi demian rasa bisa menebus sedikit waktu yang sudah kulewatkan jika mereka tinggal bersama ian yah di jakarta jawab nya


" kenapa harus mengajak mereka kejakarta kenapa tidak kamu saja yang tinggal disini dan siapa wanita serta anak yang kamu ajak pulang kemari ucap pak naryo penuh selidik kamu menghilang sekian lama lalu kembali bersama orang asing imbuhnya


"mereka bukan orang asing pak mereka anak dan istri demian hanya saja tadi demian belum.sempat mengenalkan mereka ketika melihat ekspresi bahagia triyas


DEG


"is...istri kamu bilang pak naryo berbicara terbata bata karena terkejut lalu mencoba mengatur pernafasannya agar penyakitnya tidak kambuh.


" bagaimana bisa kamu menikah lagi tanpa memberitahu kami orang tuamu dan lagi terlebih dahulu mananyakan bagaimana pendapat ketiga anak mu apa kamu masih menggagap kami hah makinya"


"bukan begitu pak dengarkan penjelasan demian dulu bapak sebaiknya duduk demian menyarankan hal itu dikarenakan melihat ayah nya memegang dadanya dan terlihat kesakitan


pak naryo pun mengikuti nya padahal tadi dirinya sudah berusaha menahan amarahnya tapi ternyata tidak sepenuhnya hilang hal.itu membuat penyakit jantungnya sedikit kambuh " katakan tegasnya


"kalo kamu memang sudah mengingat kami dua tahun belakangan kenapa kamu tidak berusaha menghubungi kami ucap pak naryo


" waktu itu demian berpikir lebih baik ian langsung pulang saja menemui bapak,ibu serta anak anak


"DASAR ANAK BODOH umpat pak naryo setidaknya harus kamu memberi kabar kepada kami setidaknya kalo begitu anak anak mu tidak terlalu bersedih


" maaf pak demian menyesal


"sudah lah nasi sudah menjadi bubur lalu dimana istri dan juga cucu ku yang lainnya tanya pak naryo menatap demian


" mereka sudah kembali ke jakarta pak jawab demian


"wah hebat sekali istri mu bahkan dia tidak menyapa kami selaku kedua orang tuamu apakah dia tidak menggagap dan menghargai kami

__ADS_1


" bukan nya begitu pak


"lalu ucap pak naryo menatap sinis sang anak bagaimana bisa dirinya jatuh cinta pada wanita seperti itu batinnya


" ria merasa tidak enak melihat ku dan juga anak anak bertengkar padahal kami baru saja bertemu demian mencoba membela sang istri tercinta


"oh jadi nama istri barumu ria lalu siapa nama anak anak mu bersama wanita itu


mereka bernama dio dan juga adit pak "


"kamu belum menjawab pertanyaan bapak kenapa tidak kamu ajak saja istri dan juga kedua anak mu yang lainnya untuk tinggal disini bukan kah dengan begitu ketiga anak mu bisa dekat dan juga merasa kan kasih sayang seorang ibu walaupun sekedar ibu sambung ucap pak naryo


mendengar permintaan sang ayah yang sama persis dengan putra pertamanya membuat demian menghela nafas kasar sejujurnya dirinya ingin sekali mengabulkan keinginan tersebut tapi seperti nya akan susah sebab sang istri yang memintanya membawa anak anak untuk tinggal dijakarta karena istrinya tidak ingin hidup di desa


" nanti akan ku coba pikirkan dan rundingkan bersama istri dan juga anak ku pak bohongnya


"baguslah mudah mudahan saja ucapan mu benar bukan sebuah alasan agar kamu bisa meninggalkan anak anak kembali


GLEK


demian menelan ludahnya bagaimana bisa ayah nya tau apa yang sedang difikirkannya


"tentu saja tidak pak jawab nya agak gugup


meskipun pak naryo diam namun ke khawatiran itu terlihat jelas" ingat ian jika kamu membuat anak anak kecewa untuk kesekian kalinya lagi jangan harap kamu bisa menemui mereka ancam pak naryo bahkan mungkin jika sesuatu terjadi padamu bapak tidak akan mengizinkan mereka untuk menemuimu camkan itu dan ingat baik baik ucapan bapak ini


"iya pak demian mengerti tapi mungkin besok saya akan kembali ke jakarta dulu untuk berbicara dengan istri dan juga anak anak masalah keinginan bapak agar kami pindah kesini jika mereka setuju demian akan segera berkemas dan pulang tapi jika tidak mungkin demian akan mengabari bapak dan anak anak


" jika istri mu itu tidak setuju tinggal kan saja dia kenapa mesti repot repot


"maaf pak demian nggk bisa bagaimana pun ria sudah menyelamatkanku dan aku berhutang nyawa padanya oleh karena itu aku tidak bisa meninggalkan mereka


"cih tidak bisa meninggalkan mereka hahaha anda lucu sekali tuan demian teguh tertawa terbahak bahak hingga air matanya jatuh anda tidak bisa meninggalkan mereka tapi anda sanggup meninggalkan kami bertiga apakah anda masih pantas menyebut diri anda seorang ayah ucapnya penuh penekanan

__ADS_1


DEG


TE..TEGUH sejak kapan kamu disitu


__ADS_2