
Sejak kejadian pagi tadi, Aera terus memasang wajah masam, ia tidak mau bertatapan dengan Mike, bahkan menghindari pria itu. Sampai-sampai Mike muak melihat wajah dan senyum masamnya. Lebih asam dari jeruk nipis dan delima.
"Mau ikut?"
"Ke mana?" tanya Aera, masih bersantai di sofa sambil menonton lanjutan series BL-nya.
"Mau nggak?"
Aera melirik sekilas. Lalu gadis itu menurunkan kakinya. Tanpa banyak bicara ia sudah berdiri di belakang Mike. "Hmm."
Mike menghela nafas pelan, benar-benar ya tingkah laku bocah kematian ini mewajibkannya untuk banyak bersabar!
Selama di mobil, Aera tak mengeluarkan sepatah kata, ia memperhatikan jalanan sekitar dari balik jendela. Sampai mobil mereka berhenti di salah satu pusat perbelanjaan.
"Cepat turun!"
Aera berjalan di samping Mike dengan wajah masam yang disembunyikan di balik masker. Gadis itu masih tidak mau memaafkan Mike yang dengan tega menceburkannya ke dalam kolam! Sampai Aera benar-benar menggigil kedinginan!
"Nih, beli apapun yang kamu mau!" ucap Mike, pria itu menyerah sebuah kartu kredit pada Aera.
"Curang! Ini namanya nyogok!"
"Nggak mau?"
Aera langsung menyambar kartu kredit yang Mike ambil lagi dari tangannya. "Rezeki nggak boleh ditolak!"
Dengan semangat gadis itu menelusuri setiap sudut, melihat dan memilih semua barang yang tertangkap oleh matanya. Sebagai suami yang baik, Mike berjalan di belakang Aera, dia tidak mau repot kalau sampai gadis itu kenapa-kenapa!
__ADS_1
Setelah puas berkeliling dan berbelanja sesuka hati, akhirnya Aera pun kelelahan, sekarang ia butuh tenaga untuk melanjutkan acara liburannya.
"Daddy, mau makan steak!" rengek gadis itu, membuat Mike menutup mata sambil menarik napas pelan.
"Ayo!"
Entah mimpi apa, tapi hari itu keduanya benar-benar terlihat akur, seperti pasangan pada umumnya, Mike bahkan membawakan semua belanjaan Aera sejak tadi, membuat hati mungil Aera sedikit tersentuh, suaminya tidak buruk-buruk juga!
"Jangan-jangan ada udang di balik batu?" gumam Aera setelah puas menikmati uang Mike seharian. Gadis itu menggeleng pelan, apapun itu, Aera tidak boleh lengah, tidak boleh jatuh pada perangkap-perangkap curang Mike lagi!
Sementara Mike yang sudah cukup lelah setelah menuruti semua keinginan Aera langsung terkapar begitu sampai Villa, pria itu terpejam dengan posisi terlentang di atas kasur, tau begini, Mike lebih senang bekerja dari pada menemani Aera berbelanja ke sana kemari, tidak hanya menguras uang, melainkan juga tenaga!
"Daddy?"
"Hmm."
"Nggak ada manggil aja, kirain udah tidur!"
"Mamaaaa!" pekik Aera, membuat Mama Yuna di seberang sana langsung menjauhkan handphonenya dari telinga, bahkan Mike membuka mata, menatap Aera dengan isyarat agar gadis itu mengecilkan suaranya!
"Mama, Aera kangen!"
"Mama juga kangen, Sayang. Gimana liburannya?"
"Seru banget, Ma!" Aera melirik sekilas ke arah Mike yang kembali memejamkan mata.
"Mike mana?"
__ADS_1
"Ini, lagi tidur di samping Aera."
"Pasti kecapekan, ya?" tanya Mama Yuna sedikit ambigu.
"Iya, tadi kita pergi belanja, baru pulang sekarang. Ohya, Ma. Aera ada beli sesuatu buat Mama, pasti Mama suka!"
"Astaga, ini Mama ganggu kalian nggak ya?"
"Eh, nggak kok, Ma."
"Udah malam, lanjut besok lagi ya, Sayang. Selamat malam dan beristirahat, salam buat Mike!"
"Em, iya, Ma. Salam buat Papa juga, ya."
Tut.
Sambungan telpon langsung terputus, Aera tampak bingung dengan tingkah laku Mama yang tidak biasa bagi Aera. "Aneh, Mama kenapa sih?"
Gadis itu lanjut rebahan sambil memainkan handphone, membelakangi Mike. Ia membuka akun instagramnya, ada beberapa pemberitahuan baru di sana.
"Nahkan, sekumpulan orang nggak punya kerjaan pada ngumpul di sini!" gumam Aera. Hilang sudah mood-nya untuk bermain Instagram. Aera muak dengan pertanyaan seputar pernikahannya dengan Mike, kok bisa, kok bisa, kalian kenal udah lama? Kenal di mana? Kok kita nggak tau ya, Ra? Dan bla-bla-bla.
Pertanyaan-pertanyaan yang membuat pusing kepala Aera!
Aera mematikan handphone-nya, baru sekarang ia merasakan pegal-pegal, terutama pada kaki, gadis itu berbalik badan, menatap Mike yang masih terpejam tenang.
"Dia pasti lebih capek," lirih Aera, pelan Aera menarik selimut hingga menutupi sampai bagian pinggang Mike, gadis itu menatap wajah Mike lekat, tidak dipungkiri kalau pria itu memiliki wajah yang tampan, alisnya tidak terlalu tipis dan juga tebal, hidungnya mancung, matanya indah namun tajam, bibirnya --- Seketika Aera mengalihkan pandangannya ketika melihat bibir Mike, masih sangat jelas di ingatan Aera ketika bibir itu menyentuh bibirnya di hari pernikahan mereka, membuat wajah Aera merah merona.
__ADS_1
"Apaan sih, nggak jelas banget!" gerutu Aera pada dirinya sendiri, gadis itu kembali merebahkan tubuhnya, menarik selimut dengan posisi yang selalu membelakangi Mike.
Namun diam-diam Aera kembali merona, entah mengapa suasana hatinya tak seperti biasa, ada perasaan aneh yang mulai menyelimuti hati mungil gadis itu!