
Di sebuah rumah megah dah mewah, yang masih berada di kawasan Bangkok, terlihat beberapa pelayan wanita berdiri dengan rapi di sepanjang pintu masuk, sedang menyambut kedatangan tamu-tamu spesial sang pemilik rumah.
Dengan langkah yang begitu tegap, Mike menggandeng tangan Aera melewati barisan para pelayan. Kedatangan Mike dan Aera tentu menjadi pusat perhatian orang-orang yang berada di dalam rumah. Para rekan bisnis Mike dan Tuan Kob Sinn mendekat menyambut kedatangan mereka.
Aera yang dihadapkan dengan situasi seperti saat ini bingung harus bersikap seperti apa, alhasil Aera lebih banyak diam dan menyimak saja, meski Aera tak faham apa yang mereka sedang bicarakan. Beruntung masih ada Nyonya Naya yang bisa nyambung jika Aera ajak bicara!
Di tengah kemegahan dan kemeriahan jamuan yang Tuan Kob Sinn hidangkan, tiba-tiba terdengar teriakan dari luar rumah disusul oleh suara ledakan yang membuat semua orang langsung berlarian, mencari tempat berlindung yang aman.
"Aera!" Mike menarik tangan Aera, membawa Aera ke dalam pelukannya!
"Dad, ini kenapa?"
"Aera, Mike, ayo ke sini!" teriak Nyonya Naya, sedangkan para pengawal Tuan Kob Sinn sudah berhamburan untuk mengecek situasi di luar sana.
Di luar, suasana sudah sangat gaduh, mobil-mobil mewah yang terparkir di halaman depan sudah rusak, termasuk mobil yang dikendarai oleh Mike dan Aera. Beberapa pelayan juga ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri, ada dua petugas keamanan yang terkapar akibat terkena tembakan pistol dengan jumlah yang berbeda-beda.
"Periksa semua sudut rumah!" teriak sekretaris Tuan Kob Sinn. Belum sempat mereka berpencar terdengar lagi suara ledakan yang begitu besar sehingga mereka semua refleks merunduk, suasana semakin kacau setelah ledakan tersebut, tak ingin terjadi hal-hal yang lebih bahaya lagi, sekretaris Tuan Kob Sinn segera menghubungi polisi dan bergegas masuk ke dalam rumah untuk mengecek keadaan orang-orang di dalam sana. Sementara pengawal yang lainnya lanjut berpencar untuk mencari para dalang atas semua penyerangan tiba-tiba ini.
Di sebuah ruangan yang sudah di desain khusus untuk tempat berlindung yang anti peluru. Aera tak pernah lepas dari pelukan Mike, suara ledakan tadi benar-benar membuat Aera bergetar ketakutan, bukan hanya Aera tapi semua orang yang ada di dalam sana. Mike yang sudah geram dan tak tahan menahan emosinya sudah menghubungi beberapa orang penting yang ia percaya dapat mengurus kasus penyerangan tiba-tiba ini. Sama halnya dengan Mike, para rekan bisnis yang memang bukan orang-orang sembarangan itu juga melakukan hal yang sama!
"Dad---" Aera mengeratkan pelukannya, ia belum mau mati sekarang! Masih banyak hal-hal menyenangkan yang belum Aera lakukan!
__ADS_1
"Aku di sini."
Mike menatap Tuan Kob Sinn, seolah-olah bertanya siapa yang melakukan semuanya ini? Tapi Tuan Kob Sinn menggelengkan kepalanya, dia benar-benar tidak tau kalau akan ada kejadian seperti ini.
Tak berselang lama, sekretaris Tuan Kob Sinn mengirim pesan, meminta mereka semua untuk tetap berada di dalam sana, sampai para polisi datang, sementara para pengawal masih tersebar, mengecek seluruh penjuru rumah.
Di tengah rasa takut, cemas dan panik itu, Nyonya Naya tiba-tiba saja jatuh dan tak sadarkan diri, membuat suasana semakin kacau, sebab Nyonya Naya sempat kejang-kejang sebelum benar-benar tak sadarkan diri. Mau tidak mau Tuan Kob Sinn membawa Nyonya Naya keluar dari sana untuk segera dilarikan ke rumah sakit.
Sementara Mike dan yang lainnya diminta untuk tetap berada di dalam ruangan. Beruntungnya beberapa saat setelah itu terdengar suara mobil polisi dan teriakan dari para pengawal dari luar ruangan.
"Aera takut, Dad," lirih Aera. Mike mengusap pipi Aera, matanya tak bisa berbohong setakut apa Aera sekarang. Mike segera menggendong tubuh Aera, membawa Aera keluar dari dalam ruangan.
Untuk sementara waktu, semua korban diamankan oleh polisi dan mendapatkan larangan keluar dari Negara tanpa pengawasan dari pihak berwajib, karena ditakutkan akan ada penyerangan lagi tadinya.
Berita tentang penyerangan itu tidak bisa ditutupi lagi, sudah menyebar dengan begitu cepat, ditambah para tetangga Tuan Kob Sinn ternyata juga ikut melaporkan kejadian yang juga membuat mereka merasa tidak aman.
Puluhan pesan masuk dan panggilan tak terjawab datang dari Mama Yuna dan Papa Leo, mereka pasti sekarang sangat khawatir dengan keadaan Aera dan Mike! Dan untuk sementara waktu, baik Mike dan Aera ataupun semua korban yang berada di lokasi kejadian mendapatkan penjagaan ketat dari pihak berwajib, bahkan Mike dan Aera diminta untuk tidak kembali ke penginapan mereka terlebih dahulu, sampai keadaan benar-benar dirasa aman.
Polisi juga minta mereka semua untuk menyerahkan handphone untuk diperiksa apakah salah satu dari mereka pernah mendapatkan pesan ancaman atau sejenisnya?
"Aku di sini, semuanya akan baik-baik saja, percayalah," ucap Mike mencoba untuk menenangkan Aera. "Sekarang makan dulu, ya, aku suapin!"
__ADS_1
Aera menggeleng pelan, ia benar-benar tidak merasakan lapar sekarang! Aera masih belum menyangka kalau dia akan mendapatkan kejutan yang begitu besar dalam hitungan beberapa jam saja, sesuatu yang membuatnya bahagia lalu membuatnya gemetar ketakutan!
"Aera? Hei, aku ada di sini!" Mike kembali memeluk Aera yang tak kunjung merasa tenang dan terus-menerus menangis ketakutan.
"Dad, apakah mereka mengincar salah satu di antara kita?"
"Tidak, itu tidak mungkin, jelas-jelas mereka menyerang ketika kami sedang berkumpul, ini bukan ditunjukkan untuk satu orang, tapi untuk kami semua, maaf karena telah membawamu ke dalam bahaya ini, ini salahku, seharusnya aku tidak mengajakmu, maaf."
"Nggak, Daddy nggak salah, Daddy juga korban, jadi ini bukan salah Daddy!"
"Maaf."
Aera semakin mengeratkan pelukannya, siapapun pelakunya, Aera harap mereka mendapatkan balasan yang setimpal!
*******
Sementara itu, di lokasi kejadian polisi sudah mengamankan beberapa bukti, seperti rekaman cctv yang merekam semua tindakan para pelaku, lalu 54 peluru yang ditemukan di halaman depan dan sebuah tas yang berisikan biodata lengkap dari semua korban yang tergeletak di halaman belakang, yang berarti penyerangan ini memang sudah direncanakan sebelumnya! Dan ditujukan untuk semua orang yang saat itu memang sedang mengadakan pertemuan dan pesta di kediaman Tuan Kob Sinn!
Untuk sementara, Polisi mencurigai beberapa orang pebisnis yang menjadi pesaing dan memang tidak menyukai sosok Tuan Kob Sinn, terlebih lagi pada hari penyerangan Tuan Kob Sinn beserta para rekan bisnisnya baru saja mengadakan acara peresmian pusat perbelanjaan mereka!
Yang menjadi kekhwatiran polisi sekarang adalah para pelaku yang masih berkeliaran bebas di luar sana akan melakukan penyerangan lagi pada para korban! Secara mereka dengan berani menunjukkan kalau data pribadi para korban sudah ada di tangan mereka!
__ADS_1