
Benar saja, setelah istirahat beberapa jam, kondisi Mike mulai membaik, demamnya sudah turun, dia juga mau makan tanpa dipaksa. Kini, pria itu sedang menikmati waktu bersama dengan sang Papa, duduk berdua di tepi kolam, ditemani oleh teh hangat dan beberapa cemilan, serta hembusan sejuk angin malam.
"Bagaimana dengan Aera, Mike?"
Mike tersenyum tipis. "Dia cukup baik."
"Kamu masib meragukannya?"
"Entah, Pa."
"Bagaimanapun itu, dia sekarang istrimu!"
"Ya, Mike tau itu."
"Cobalah berbagi dengannya, dia pasti mau menerimamu, dia gadis yang baik."
"Hmm."
"Jangan berpikir terlalu lama, ambilah keputusan secepat mungkin, jangan sampai menyesal karena telah melewatkan kesempatan emas seperti ini!"
Papa Arga menoleh, menatap Mike yang tak memberikan jawaban apapun.
"Masuklah, sudah larut malam, Papa juga ingin beristirahat."
Mike mengangguk, "Selamat malam, Pa."
"Istrimu pasti sedang menunggu!" Papa Arga melangkah terlebih dahulu, meninggalkan Mike setelah ia menepuk-nepuk pundak putranya itu!
Mike menghela napas pelan, beberapa menit setelah kepergian Papa Arga, pria itu pun meninggalkan kolam membawa langkah kakinya menuju kamar.
Sedangkan di dalam sana, Aera yang tadinya sedang menonton series sekarang sudah terlelap dengan handphone yang masih menyala di tangannya. Setelah mandi tadi, ia tidak langsung menggunakan baju, melainkan mengacak-acak lemari Mike terlihat dahulu, mencari kaos oversize yang bisa ia gunakan!
Jadilah sekarang, Aera tertidur menggunakan kaos oversize berwarna putih milik Mike, tanpa menggunakan apapun lagi! Mike yang melihat itu hanya bisa berdecak pelan! Bagaimana tidak? Baju yang Aera gunakan tidak bisa menutupi bagian pahanya, sehingga terekspos dengan jelas!
"Bocah nakal!"
Mike mendekat, ia tak habis pikir dengan gadis di depannya ini! "Dasar gadis mesum!"
Pria itu mematikan layar handphone Aera yang sedang menampilkan adegan ciuman antara pria dan pria! Bukannya tergoda, Mike malah merasa geli sekaligus merinding melihatnya!
"Kamu sengaja ya?"
Ujung jari telunjuk Mike menyentuh paha putih mulus Aera, naik hingga perutnya yang tersembunyi di balik kaos.
"Daddy?"
Aera menyentuh tangan Mike, membuat pria itu sempat membuang muka! Bisa-bisanya Koala itu menyadari pergerakannya!
"Ketangkap basah!" Gadis itu menyunggingkan senyum. "Apakah Daddy sudah berubah pikiran sekarang?"
__ADS_1
"Gak!"
Mike berusaha melepaskan tangannya, namun Aera malah bangun dan duduk menghadap pria itu.
"Kenapa?"
"Tidur! Sudah larut malam!" Mike membuang muka.
"Aera belum ngantuk!"
Tangan gadis itu menyelinap masuk ke kaos yang Mike gunakan, menyentuh permukaan kulit perut Mike. Pria itu tak menunjukkan ekspresi apapun, seolah sedang menunggu sejauh mana Aera berani menggodanya.
"Daddy?" Tangan Aera berhenti di depan dada Mike. "Apakah aku semenakutkan itu sampai Daddy berdebar seperti ini?!"
"Cih! Minggir!"
Telat. Aera keburu melompat naik ke pangkuan Mike, tanpa takut gadis itu menggantungkan tangannya pada leher Mike.
"Liar juga--"
"Jangan salah menilaiku, Dad!"
Entah setan apa yang sedang merasuki Aera yang membuatnya berprilaku sebrutal itu, tanpa pernah berpikir akan sejauh mana ia memancing Mike nantinya!
Tangan gadis itu membelai seluruh bagian wajah Mike, turun ke dada lalu diikuti oleh bibirnya yang menyapa sekilas permukaan bibir Mike.
"Sialan!" Mike mendesis pelan. Tak kenal malu, Aera semakin menggila, mulai berani menyentuh bagian-bagian sensitif Mike. Bahkan kaos yang tadinya masih Mike gunakan sekarang sudah hilang entah kemana, gadis itu melemparnya asal!
"Kamu yang memulainya!"
Aera hanya menjawab dengan senyuman. Dengan penuh kesadaran gadis itu menikmati setiap apa yang Mike lakukan, memberikan sebuah sensasi yang tidak pernah Aera rasakan sebelumnya!
Seperti memutar ulang semua adegan yang pernah ia tonton, Aera berusaha menyeimbangi bermain Mike, tidak mau kalah dan dianggap payah!
"Siapa yang mengajari bocah untuk melakukan hal seperti ini?!" rancau Mike saat Aera berhasil memecahkan konsentrasi dan akal sehatnya.
"Aku sudah dua puluh tahun, Dad! Tolong ingat itu!" bisik Aera tanpa menghentikan gerakan tangannya.
"Cabul!"
"Hahaha, bukannya Daddy sedang kucabuli sekarang? Daddy menikmatinya? Daddy suka?"
Mike menarik tengkuk Aera, membungkam gadis berisik itu!
Malam itu akan menjadi malam yang tidak pernah Mike dan Aera lupakan dalam hidup mereka! Bagaimana tidak? Ketika Mike ingin benar-benar memulai Aera malah berubah pikiran hingga membuat Mike harus sedikit bermain kasar!
"Sakit!!!" Aera memberontak, tak mau Mike melanjutkan apa yang seharusnya terjadi.Tangan gadis itu memukul-mukul bahu dan dada Mike.
"Stop!! Jangan lagii!!!"
__ADS_1
Semua sudah terlambat, Mike sudah mencampai puncak ketidaksadarannya, hingga apapun bentuk pemberontakan yang Aera tunjukan tak membuat Mike berhenti.
"Daddy! Aku membencimu!"
Aera terisak ditengah rasa sakit yang Mike ciptakan, ia memang menginginkan sesuatu hal seperti ini, tapi bukan dengan cara yang kasar!
"Bodoh!"
Mike tak memperdulikan Aera, ia terus bergerak mencapai kenikmatan yang ia inginkan beringinan dengan airmata yang terus mengalir melalui sudut mata Aera.
"Dia benar, aku hanya sebuah pelampiasan saja!" Batin Aera. Gadis itu membuang muka, tak ingin melihat wajah Mike yang membuatnya merasa sekacau ini!
*****
Dua jam sebelum kejadian. Aera yang baru selesai mandi dan berpakaian berjalan mendekati kasur, berniat untuk bersantai sembari menunggu Mike yang sedang menghabiskan waktu bersama Papa Arga.
Belum sempat Aera membuka aplikasi yang biasa ia gunakan untuk menonton film atau serius, beberapa notifikasi Instagram masuk, membatalkan rencana awal Aera.
@evilyhaa14_ :
Aku pastikan semua kebahagiaan yang kamu rasakan sekarang hanyalah kebahagiaan sementara!
Semuanya akan lenyap, karena kamu hanyalah orang asing yang sedikit beruntung!
Ingat, kamu hanyalah istri di atas kertas!
Mike tidak akan pernah mencintaimu!
Lebih sialnya lagi, dia tidak akan pernah menyentuhmu!
Selamat bersenang-senang, sebelum semuanya hilang, Nyonya Pelampiasan!
Aera melempar handphonenya, karena saat ia ingin membalas pesan itu, tiba-tiba saja semuanya hilang dan akun Instagram itu sepertinya sudah memblokir Aera!
"Baiklah, mari kita buktikan apakah semua yang kamu katakan itu benar?!"
Api dalam diri Aera seolah-olah terbakar, sangat tidak terima dengan semua yang pengirim pesan itu katakan! Ia akan buktikan pada siapapun itu! Kalau seorang Aera bukan sekedar istri di atas kertas! Aera bisa lebih dari itu!
Namun tanpa Aera sadari, amarah dan obsesinyalah yang akan menjadi petaka baginya! Lihat sekarang, gadis itu malah menangis saat Mike mewujudkan apa yang dia inginkan!
*****
"Jangan sentuh Aera!" Aera menjauhkan tubuhnya, menarik selimut agar udara dingin tidak menyapa permukaan kulit yang tidak dibalut apa-apa.
"Maaf."
Gadis itu meringkuk memunggungi Mike.
Brakkk.
__ADS_1
Gelas yang berada di atas meja melayang dan hancur berkeping-keping di lantai, terdengar Mike mengucapkan beberapa kata-kata kasar, sebelum akhirnya pria itu menghilang di balik pintu kamar mandi.
Senjata makan tuan, satu kata itulah yang langsung terlintas di pikiran Aera. Ini salahnya, dia yang memulai terlebih dahulu semua ini, tapi malah dialah yang tersakiti!