
saat sedang makan demian mendapatkan telfon dari asistennya kemudian berjalan agak menjauh dari anak dan juga istri nya
ternyata sang asisten yang bernama tama memberitahukan bahwa proposal kerja sama yang sedang diajukan kepada salah satu perusahaan ternama yang bernama perusahaan bintang tidak diterima hal itu membuat nya sangat kesal dan menyuruh sang asisten untuk mencari tahu penyebabnya
setelah selesai demian bergegas kembali dengan wajah masam ria yang melihat nya pun bertanya
"apa. ada masalah tanya nya
" iya sedikit sayang tapi ya sudah lah kita jangan menbahas masalah pekerjaan di depan anak anak ucap nya
"baik lah tapi kamu harus menjelaskan nya nanti karena bagaimana pun saat ini perusahaan black moon yang saat ini kamu pimpin masih merupakan perusahaan keluarga jadi aku tidak ingin masalah itu berdampak buruk nanti nya tegas ria
" iya sayang aku mengerti nanti sampai dirumah baru kita bahas masalah ini oke
saat ini demian menjabat menjadi direktur di perusahaan yang bernama black moon perusahaan tersebut juga cukup terkenal dan pemilik perusahaan blackmoon masih merupakan saudara sang istri ria hal itu juga yang membuat nya enggan untuk meninggalkan mereka serta memilih meninggalkan ketiga anak nya bersama mntan istri nya terdahulu
"gimana dio sama adit kalian suka es krim nya tanya demian kepada kedua putra nya
"suka ayah es krim nya manis banget ucap dio dan diangguki oleh sang kakak adit
"syukurlah kalo kaliann suka anak anak imbuh ria menatap kedua buah hati nya
"kami sayang ayah sama mama ucap kedua nya memeluk ria dan juga demian
" kami juga sangat menyayangi kalian berdua ucap kedua nya
setelah menyelesaikan acara makann bersama keluarga nya demian memutuskan untuk ikut pulang bersama istri dan juga anak nya
sesampainya dikediamann mereka ria mengantar kedua anak nya menuju kamar mereka lalu dirinya menuju ruang kerja sang suami karena demian sengaja menunggu disana agar pembicaraan mereka tidak tersebar ke luar
"jadi ada masalah apa mas diperusahaan tanya ria penuh selidik
"bukan apa apa sayang hanya saja salah satu perusahaan menolak.proposal.kerja sama yang aku ajukan jawab nya
" benar kah perusahaan mana yang begitu bodoh menolak kerja sama dengan kita makin nya
"perusahaan bintang sayang ucap demian
Deg
ria yang mendengar nya seketika terkejut
__ADS_1
" perusahaan bintang gawat mudah mudahan anak itu tidak berkata yang tidak tidak batin nya
"lalu apakah ceo perusahaan itu mengatakan alasan nya ria memutuskan untuk bertanya
" entah lah asisten ku tama tidak memberitahu alasan nya tapi tenang saja sayang aku sudah menyuruh nya untuk mencari tahu memggenggam tangan sang istri yang terlihat gelisah
"ti..tidak jangan ucap ria tanpa sadar setengah berteriak
.demian yang melihat tingkah istri nya menjadi bingung dan mengeryitkan dahinya " ada apa dengan ria bukan kah dirinya terlihat gelisah karena perusahaan sia*** itu tapi kenapa diri nya justru melarangku untuk mencari tahu batin demian
"kenapa sayang kalo kamu tidak ingin aku tau alasan nya mengapa kamu terlihat tidak tenang ucap demian
" tidak apa apa mas aku hanya takut jika kamu mencari tahu perusahaan kita mendapatkan imbasnya
"memangnya apa hubungannya
ria yang tahu suami nya tidak akan berhenti bertanya pun seketika menjadi marah
"sudah lah pokoknya kalo aku bilang tidak usah di selidik ya jangan kamu jangan lupa mas perusahaan bintang bukan lah perusahaan biasa lebih baik kita jangan menyinggung atau mencari masalah bukan kah ceo disana terkenal kejam hah ria sedikit membentak
lalu berjalan keluar meninggalkan demian
" ada apa dengan nya mengapa tiba tiba menjadi sangat emosional atau jangan jangan ada yang sedang disembuyikan dari ku gumam demian menatap kepergian sang istri
sesampainya.dikamar demian mendapati sang istri justru tengah menangis
ria yang melihat suaminya datang pun mendongakan kepala nya
" maafkan aku mas aku tidak bermaksut membentak atau berlaku tidak sopan padamu aku... aku hanya takut lirihnya
"iya sayang maafkan aku juga balas demian memeluk dan mengecup kening sang istri kemudian mereka berdua menaiki ranjang beristirahat
-------------------------------------------------------------
sinar matahari dan kicauan burung yang merdu menyapa teguh yang baru saja terbangun waktu sudah menunjukan pukul enam pagi tidak lupa teguh segera mengambil ponselnya untuk membangunkan kedua adik nya itulah kebiasaaanya dirinya saat berada ditempat kakek dan nenek nya namun karena saat ini mereka berjauhan teguh hanya bisa membangunkan lewat ponsel
" pagi adik adik ku sayang ayo bangun kalian harus bersiap siap bukan tringg pesanpun terkirim
setelah mrngirim pesan teguh pun berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri kemudian bersiap siap karena hari ini dirinya akan mencoba melamar pekerjaan di perusahaan tersebut
sementara di desa alarm pagi terus saja berbunyi namun sang empunya masih terlelap nyenyak di atas kasur dengan posisi telentang
__ADS_1
"dek triyas bangun berisik tauk alarm.kamu ayo cepat bangun udah pagi teriak rara sambil menggedor gedor kamar adiknya
mendengar suara bising dan juga suara kakaknya dengan enggan dan malas triyas pun membuka matanya
" iya mbak bentar lagi lima menit lagi keluhnya
"ga ada lima menit,lima menitan bangun dek nanti kamu terlambat lagi berangkat sekolahnya cepat bangun mbak tunggu dibawah
dengan susah payah akhirnya triyas bangun dan mengambil ponselnya lalu mrmatikan alarm ponselnya dan melihat jam.sudah menunjukan pukul setengah tujuh
" aduh gawat aku kesiangan triyas pun segera melompat menuju kamar mandi lalu mencuci muka dan menggosok gigi
setelah menyelesaikan ritualnya triyas bergegas keluar memakai seragamnya lalu menyisir rambutnya,menyemprotkan parfum dan sedikit memoles wajahnya
"biar gak mandi tetep harus kelihatan fresh dan wangi gumamnya lalu bergegas turun ke meja makan
nenek jirah,kakek naryo dan juga indira yang melihat kelakuan serta tingkah triyas hanya menggelengkan kepala dan tersenyum
" ya ampun anak cewek kok bangun nya kesiangan terus teguh sang nenek
"tauk tuh nek padahal dari tadi rara gedor pintu buat bangunin dek triyas imbuh rara
" kamu udah mandi kan nak kakek naryo ikut mengintrogasi
mendengar pertanyaan kakek nya triyas yang sedang asik makan pun tersedak
uhukkk
uhukk.
uhukk
"makanya pelan pelan omel.rara sambil menyodorkan segelas susu hangat untuk sang adik
" makasih mbak jawab triyas
melihat respon sang adik ketiga nya membulatkan matanya
"hehe nggak sempet kek nggak keburu juga takut telat ucapnya menampilkan sederet gigi putihnya menatap manis pada sang kakek mencoba membela dirinya
" oh iya mbak aku berangkat nya bareng mbak rara ya triyas mengalihkan pembicaraan
__ADS_1