
Tidak seperti biasanya, Aera yang sering bangun kesiangan atau selalu bangun setelah Mike bangun, pagi itu bangun terlebih dahulu dan mendapati Mike masih tertidur dengan posisi memeluk tubuh Aera dari belakang, tentu hal itu membuat Aera tidak berani bergerak, takut gerakannya akan membangunkan Mike.
Tapi karena Aera sudah tidak bisa lagi menahan pipisnya, ia pun dengan pelan mencoba melepas tangan Mike yang memeluknya dan ternyata hal itu justru tetap membuat Mike terbangun.
"Kamu udah bangun?"
"Udah. Sekarang Aera kebelet pipis!" jawab Aera sembari menepuk pelan tangan Mike yang semakin erat memeluknya.
"Mau ke mana?"
"Aera mau pipis! Aduh, Aera udah nggak tahen, Dad!! Lepasin dulu!"
"Hmm, jangan lama-lama!" Mike akhirnya melepaskan Aera, menatap Aera sampai tubuh mungilnya menghilang di balik pintu kamar mandi.
Cukup lama Mike menunggu Aera keluar dari kamar mandi, hingga setengah jam berlalu, Mike yang tadinya masih nyaman dengan posisi rebahan langsung bangun dan berjalan dengan cepat menuju kamar mandi.
"Aera?"
Tidak ada sahutan. Bahkan tidak ada suara air atau suara apapun itu dari dalam kamar mandi.
"Aera??" panggil Mike diiringi dengan ketukan pintu. "Aera buka pintunya! Aera?"
Mike tampak mulai panik, saat ia hendak mengetuk pintu lagi, pintu kamar mandi itu pun terbuka dengan Aera yang menatap bingung ke arah Mike.
"Daddy kenapa?"
"Kamu nggak apa-apa, kan?" Mike malah balik bertanya.
"Aera nggak apa-apa, kok, Dad!"
"Ngapain? Kenapa lama banget di kamar mandi?!"
"Aera mules, ya udah sekalian aja tadi! Daddy mau ke kamar mandi juga?"
Terdengar Mike menghembuskan napas lega, "Nggak, lain kali jangan diem aja kalau dipanggil!"
"Emang tadi Daddy manggil Aera?"
"Nggak denger?"
"Nggak, hehehe, Aera lagi dengerin musik!" Aera menyingkap rambut yang menutupi telinganya, tampak dua headset bluetooth bertengger di telinga kanan dan kiri Aera.
Mike yang melihat itupun kehabisan kata-kata, ia tidak tau harus berkata apalagi pada Aera yang penuh dengan keajaiban bagi Mike!
"Daddy kalau mau ke kamar mandi cepetan ya, soalnya Aera mau mandi dulu sebelum sarapan!" ucap Aera sambil melangkah menuju lemari, bermaksud untuk mengambil handuk.
__ADS_1
"Nggak mau samaan?" tawar Mike dan dengan santai mengambil handuk yang ada di tangan Aera. "Biar hemat waktu!"
"Ish, dasar mesum!"
"Mau, nggak?" Mike menatap Aera yang kini membuang muka. "Ya udah kalau nggak mau!"
"Mau!"
Husshh. Dalam sekejap Aera sudah masuk ke dalam kamar mandi terlebih dahulu, membuat Mike tersenyum menyeringai.
*******
Senyum ceria terpampang jelas di wajah Mike, berbanding terbalik dengan Aera yang memasang wajah cemberut, kesal karena dikerjai habis-habisan oleh Mike, membuat Aera ingin sekali melempar semua alat make-up ke arah pria yang kini sedang membantu menyisir rambutnya itu!
"Udah jangan cemberut terus, entar cantiknya ilang loh!" goda Mike level buaya tingkat internasional.
"Aera nggak mau lagi ya mandi bareng sama Daddy! Lebih baik Aera nunggu berjam-jam daripada harus satu kamar mandi sama Daddy lagi! Atau Aera jangan mandi aja sekalian!" kesal Aera, Mike malah terkekeh pelan.
"Udah ya marahnya, aku hanya bercanda!"
"Emmm, becanda ya, jadi ini cuman becanda, sampe semerah ini?" ucap Aera sambil menunjuk bagian merah di lehernya, yang membuat Aera bingung bagaimana cara Aera menutupinya sekarang!
"Pakein ini aja?!" Mike menunjuk foundation milik Aera.
"Hmm, ya udah pakein!"
"Ayo, Dad! Aera laper! Mau turun sarapan! Daddy harus tanggung jawab, loh!"
"Iya-iya!" Dengan wajah kikuk Mike mengambil foundation di atas meja, membuka tutupnya lalu mengoleskan sedikit demi sedikit di bagian leher Aera yang merah menggunakan jari telunjuk.
"Awas aja ya kalau nggak bisa!" ancam Aera.
Entah mendapatkan ilmu dan tutorial dari mana, tapi cara yang Mike sarankan dan lakukan mempan juga!
"Udah, jangan marah-marah lagi!" ucap Mike lalui disusul dengan kecupan lembut di pipi kiri Aera. "Udah ya, ayok turun sarapan, kan katanya udah laper!"
Aera yang tadi cemberut pun langsung tersenyum cerah, ia merapikan kembali rambutnya, menatap wajahnya yang sudah dipoles skincare dan make-up tipis, selalu cantik memang!
Saat Mike dan Aera menuruti tangga bersamaan dengan itu juga Mama Yuna sedang menaiki tangga menuju kamar Aera, bermaksud untuk memanggil mereka turun sarapan, karena yang lain sudah menunggu di meja makan!
"Mama baru aja mau ke kamar kalian! Kalau gitu ayo cepat turun! Papa udah nungguin di bawah! Ada Bara juga!" ucap Mama Yuna.
Mendengar nama Bara disebut, seketika itu juga wajah Mike berubah datar, tapi tak disadari oleh Aera yang sudah berpindah haluan bermanja ke Mama Yuna.
Sampai di ruang makan, suasana yang tadinya segar, tenang dan damai langsung berubah begitu Mike masuk dan tatapannya bertemu dengan Bara yang duduk tepat di sisi kanan Papa Arga.
__ADS_1
"Selamat pagi, Mike!" sapa Bara dengan senyuman khasnya.
"Pagi."
Mike menarik kursi yang berada di samping Aera yang sedang menikmati pujian dari Papa Arga dan Papa Leo mengenai kecantikannya. Hal itu juga tak luput dari perhatian dan padangan Bara yang beberapa kali didapati oleh Mike terus memandang ke arah Aera.
"Kak Bara khawatir banget sama kamu, tapi syukurlah kamu baik-baik saja sekarang," ucap Bara dengan wajah yang terlihat benar-benar lega.
"Aera nggak bakal kenapa-kenapa selama Kak Mike ada di sisi Aera, dia suami yang baik dan juga siap siaga untuk Aera," jawab Aera di luar prediksi Mike! Aera bahkan sampai menoleh ke arah Mike dengan senyuman yang begitu tulus saat mengatakannya.
"Semoga kalian selalu dalam kebahagiaan dan lindungan Tuhan, ya, Nak, Papa dan Mama sekarang merasa jauh lebih tenang setelah melihat kalian dalam keadaan baik-baik saja!" ucap Papa Leo.
"Sekarang sarapan yang banyak ya, Mama udah siapin semua yang kamu suka," sahut Mama Yuna sembari meletakkan mangkuk berukuran sedang yang berisi salad buah yang membuat Aera langsung tersenyum lebar, karena ia memang sedang ingin makan salad buah.
Bak seorang putri raja, Aera menjadi kesayangan dan pusat perhatian semua orang, tidak ada seorang pun yang berada di dalam rumah ini yang tidak menyayangi dan memperhatikan Aera, bahkan Aera benar-benar tidak pernah kekurangan kasih sayang dari segi manapun.
"Daddy mau cicip ini?" ucap Aera sembari mengarahkan satu sendok salad buahnya pada Mike, melihat itu Mike tak sanggup untuk menolak, ia pun membuka mulutnya dan menerima suapan yang Aera berikan.
"Seger dan manis, kan?"
Mike mengangguk pelan.
"Mau lagi?"
"Buat kamu aja, ya, makan yang banyak biar ja---" Mike menghentikan ucapannya, hampir saja ia keceplosan mengenai kehamilan Aera!
"Biar jadi lebih sehat lagi!" koreksi Mike dengan cepat.
"Lihatlah, Pa, kelakuan pengantin baru! Gimana, Bar? Kamu nggak ada niatan buat cari pasangan juga?!" goda Mama Yuna.
Bara tertawa kecil sambil menggeleng pelan. "Entaran dulu deh, mau cari yang kayak Aera di mana ya, Tan?"
"Loh bukannya udah ketemu ya, Bar?!" sahut Papa Leo.
"Siapa, Om? Om jangan aneh-aneh ya!!"
"Hahaha siapa lagi kalau bukan Kaela, duplikatnya Aera!" sahut Mama Yuna diiringi tawa kecil dari Papa Leo dan Papa Arga.
"Hihihi, Kak Bara mana mau sama Kaela, Pa! Lagian Papa sama Mama ada-ada aja!" ucap Aera. Bara tersenyum bangga karena mendapatkan pembelaan dari Aera.
"Kan katanya mau kayak kamu, ya udah Mama kasih solusinya, yaitu Kaela!"
"Lagian Kak Bara juga! Yang lebih baik dari Aera kan banyak, Kak! Kenapa malah mau yang kayak Aera?!"
"Kamu spesial dan istimewa, Ra! Mike beruntung banget dapetin istri kayak kamu!" jawab Bara dengan tatapan yang beradu dengan Mike.
__ADS_1
"Ya, kamu benar, aku sangat beruntung mendapatkan istri seperti Aera, terimakasih Ma, Pa, karena udah kasih kepercayaan dan keberuntungan ini ke Mike," jawab Mike tak mau kalah dengan Bara yang malah tersenyum tipis mendengar jawaban Mike.
"Ini kenapa sih kok saling adu tatapan terus dari tadi?!" Batin Aera sambil memperhatikan Mike dan Bara yang seperti sedang mengadakan perang melalui tatapan mata mereka!