
"Koala? Bangun!" Mike menyentuh bahu Aera, sedikit menggoyangkannya. Namun gadis itu masih tak kunjung bangun juga, padahal sekarang jam sudah menunjukkan pukul 11 siang, bukan jam 7 pagi lagi!
"Dia mati atau gimana?"
"Hei! Bangun!"
"Em, Dad! Jangan ganggu Aera!" Gumam Aera sambil menyingkirkan tangan Mike dari bahunya.
"Bangun! Mau bangun jam berapa? Jam 7 malam?! Cepat bangun makan siang!"
"Hah? Makan siang?" Aera langsung membuka matanya, silau. "Ini jam berapa?"
"Sebelas!"
"Hah?" Tanpa ba-bi-bu Aera langsung bangun dan duduk di pinggir kasur dengan kepala tertunduk.
"Cepat mandi!" Titah Mike.
"Dad?" Aera menatap Mike dengan mata yang masih bengkak dan rambut yang sedikit berantakan.
"Hmm."
"Aera boleh tanya sesuatu?"
"Ya."
"Daddy lagi ada masalah?"
"Nggak!"
Aera kembali menundukkan kepalanya, "Lain kali, boleh nggak Aera minta Daddy jangan pulang dalam keadaan mabuk lagi?"
"Ya."
Mike menatap Aera yang masih tertunduk, lalu duduk di dekat gadis itu. "Maaf merepotkanmu!"
"Nggak apa-apa, Dad, udah tugas Aera."
"Mandilah, kita pergi makan siang, kamu pasti lapar, 'kan karena belum sarapan?"
Aera mengangguk pelan. Saat ia akan berdiri, Mike tiba-tiba menarik tangannya.
"Terimakasih," ucap Mike dengan tatapan teduh.
"Sama-sama, Dad."
Aera berjalan menuju kamar mandi setelah Mike melepaskan tangannya, gadis itu masih merasa ngantuk meski sudah tidur cukup lama.
__ADS_1
"Untuk dia tau terimakasih, kalau nggak, bakal aku cincang halus tuh dagingnya!" Gerutu Aera, niat hati ingin mendiamkan Mike seharian, tapi gagal karena pria itu malah membuat luluh hati Aera!
Tepat pukul setengah satu siang keduanya pergi menuju salah satu restoran yang ada di pusat kota, suasana begitu hening, mulai dari dalam mobil sampai di meja makan, baik Aera ataupun Mike tak ada yang membuka suara.
"Mau nambah lagi?" ucap Mike setelah melihat semua makanan yang Aera pesan habis tak tersisa!
"Nggak, Aera lagi diet!"
"Cih, diet konon!" Mike membuang muka, pasalnya porsi makan Aera tiga kali lipat lebih banyak dari makan siangnya dan gadis itu bilang dia sedang diet? Yang benar saja!
"Habis ini Daddy temenin Aera belanja ya?"
"Katanya diet!"
"Ya udah kalau nggak mau, nanti Aera pergi sendiri!"
"Hmm."
"Nyebelin banget!" gerutu Aera, gadis itu bersandar sambil mengelus perutnya yang terlihat sedikit buncit! "Sepertinya aku harus diet beneran!"
Mike yang mendengar itu tak bisa berkata-kata lagi, lebih baik diam untuk menghindari perdebatan dengan bocah kematian itu, menuruti semua kemauannya juga termasuk cara ampuh selamat dari berkibarnya bendera perang!
Dengan malas Mike membawa langkah kakinya mengikuti Aera, begitu Mike mengajaknya untuk mampir belanja, mata gadis itu langsung bersinar terang benderang. Tanganya dengan cekatan mengambil barang-barang di rak supermarket, seolah-seolah tangan itu memiliki magnet yang bisa menarik semua barang dengan cepat!
"Boleh beli ini, Dad?" Mata Aera tertuju pada tumpukan coklat di depannya.
"Tapi kan Aera mau diet!"
"Ya udah jangan beli!"
"Tapi Aera mau coklat!"
Mike menghela napas pelan lalu mengambil beberapa bungkus cokelat itu dan berjalan meninggalkan Aera.
"Hiks, tumben peka!" Dengan senyuman lebar Aera mengikuti langkah Mike menuju kasir dengan keranjang belanjaan yang penuh di tangan kanannya!
"Daddy nggak ada niatan beliin Aera es krim?!" Kode keras mulai diluncurkan.
"Mau?"
"Maulah, pakek ditanya! Kalau bisa sama pabriknya juga!"
"Pabrik yang mana?" tanya Mike dengan nada yang begitu serius sampai membuat Aera menoleh tak percaya.
"Daddy sadar,'kan?"
"Hmm."
__ADS_1
"Seriusan mau beli pabrik es krim?"
"Kamu kan yang mau!"
"Ya tapi---" Aera menggaruk kepalanya yang tak gatal, dia kan hanya bercanda! Kenapa pula Mike menanggapi candaannya seserius itu!
"The real Sugar Daddy sih ini!" gumam Aera.
"Jadi?"
"Hah? Aera cuman becanda, Dad!"
"Beli es krim-nya jadi, nggak?!"
"Iya, jadi!"
Mike membawa laju mobilnya menuju salah satu toko es krim yang cukup terkenal, di sana banyak varian rasa, cocok untuk Aera yang banyak maunya!
Setelah puas berbelanja dan menuruti semua kemauan Aera, sekarang giliran Mike yang meminta gadis itu menemaninya. Aera yang sedang mood pun ikut-ikutan saja, kemanapun Mike membawanya!
Mobil hitam Mike berhenti di sebuah rumah dengan cat putih, seorang pria paruh baya menyambut kedatangan mereka.
"Mari masuk," ucapnya dengan senyuman yang terlihat begitu ramah. Aera yang tak tau mereka di mana dan sedang bertemu siapa hanya ikut di belakang Mike tanpa berkomentar apa-apa.
Namun, saat Aera mulai mendengar percakapan di antara Mike dan pria itu, Aera pun tak bisa hanya tinggal diam, ia menatap Mike dengan tatapan penuh tanda tanya.
"Jadi selama ini dia rutin konsultasi ke sini?" Batin Aera. Dari percakapan keduanya Aera bisa menyimpulkan kalau pria di hadapannya ini adalah seorang psikiater yang selama ini menangani Mike!
Gadis itu terus menyimak setiap apa yang mereka bicarakan. Karena Mike sendiri yang meminta Aera untuk tetap duduk di sampingnya, meski seharusnya Aera tidak diperbolehkan mendengar percakapan antara Dokter dan Pasiennya.
"Selamat atas pernikahan kalian, maaf kemarin Saya tidak sempat hadir," ucap Dokter Arnold yang lebih ditujukan pada Aera.
"Terimakasih, Dok." jawab Aera tersenyum kaku.
Tidak seperti apa yang Aera pikirkan, Dokter Arnold ternyata sangat mengerti dengan kondisi pernikahan mereka, bahkan Dokter Arnold memberikan beberapa pesan pada Aera agar gadis itu bisa memaklumi kondisi Mike, Dokter Arnold juga berpesan agar Aera tidak membiarkan Mike sampai mabuk lagi, karena itu berbahaya bagi Mike!
"Biasanya Justin yang memaksanya untuk datang, tapi hari ini dia datang sendiri, saya harap ini sebuah kemajuan untuk Tuan Mike, saya harap bantuan dan kerjasamanya, Nona Aera," ucap Dokter Arnold pada Aera sebelum mereka meninggalkan kediaman Dokter Arnold.
Sepanjang perjalanan pulang, Aera belum berani mengajukan pertanyaan yang sudah memenuhi kepalanya, sebaiknya Aera harus menunggu momen yang lebih tepat lagi, saat Mike terlihat lebih rileks.
"Kita mau ke mana lagi, Dad?" tanya Aera setelah menyadari kalau jalan yang mereka lalui sekarang bukanlah jalan menuju rumah mereka.
"Jalan-jalan!"
"Jalan-jalan? Ke mana!"
Mike tak menjawab lagi membuat Aera tak berani mengajukan pertanyaan lebih lanjut, takut pria itu malah berubah pikiran!
__ADS_1
Diam-diam Aera selalu mencuri pandangan pada Mike, pikirannya sekarang dipenuhi oleh pertanyaan tentang pria itu, meski status Aera sekarang sebagai istri sah Mike, tapi Aera tidak tau menahu apapun tentang suaminya! Entah Aera yang tidak mau tau atau Mike yang tidak mau berbagi lebih tentang dirinya pada Aera!