Menikah Dengan Sugar Daddy

Menikah Dengan Sugar Daddy
Pulang


__ADS_3

Setelah melakukan banyak pertimbangan dengan berbagai alasan, akhirnya Mike memutuskan untuk mengikuti saran Tuan Kob Sinn, meski awalnya sedikit ragu, tapi Mike yakin ini benar-benar pilihan yang terbaik sekarang, dengan ditemani 4 orang utusan dari Papa Arga dan 2 orang utusan dari Papa Leo dan Mama Yuna, sore itu Mike dan Aera melakukan perjalanan udara dari Thailand menuju Indonesia.


Di Indonesia, Papa Arga sudah mengirim orang-orang yang akan menyambut kedatangan Mike dan Aera di Bandara, sementara Papa Leo dan Mama Yuna menyambut kedatangan mereka di rumah, karena sebelum berangkat, Mike sempat mengabari mereka kalau Mike dan Aera akan langsung pulang ke rumah Mama Yuna dan Papa Leo, Mike juga meminta agar Papa Arga berkenan menyambut mereka di sana.


Selama perjalanan, Aera tidak begitu banyak tingkah dan bicara, membuat Mike merasa lebih tenang dan bisa menikmati perjalanan mereka.


Sebelumnya, Aera meminta Mike untuk mengantarnya menuju tempat Tuan Kob Sinn dan Nyonya Naya, bermaksud untuk berpamitan dan berterima kasih karena telah banyak membantu mereka selama di Thailand. Meski sedikit berat, Nyonya Naya harus tetap membiarkan Aera pulang, demi keselamatan Aera, padahal masih banyak hal-hal menyenangkan yang ingin Nyonya Naya lakukan dengan Aera! Masih banyak tempat wisata yang ingin ia tunjukkan!


Di tengah perjalanan mereka yang tadinya tenang, Aera tiba-tiba saja mencengkeram lengan Mike dengan kuat dan detik berikutnya, Aera memuntahkan semua isi perutnya hingga mengotori pakaian yang Mike kenakan.


"Jangan ditahen, keluarin aja, nggak papa."


Bukannya marah, Mike malah menyuruh Aera untuk mengeluarkan semuanya, agar Aera merasa lebih tenang.


"Huek."


Aera menggeleng pelan, ia merasa perutnya seperti sedang diaduk-aduk sekarang. Beruntung mereka berada ruangan first class, jadi Mike dan Aera tidak takut menganggu penumpang yang lainnya!


Dengan sigap Mike mengambil minyak kayu putih yang memang selalu Mike temukan di dalam tas milik Aera, lalu meminta Aera untuk bersandar agar Mike bisa mengoleskan minyak kayu putih ke perut Aera.


"Mau minum teh hangat?"


Aera menggeleng.

__ADS_1


Tangan Mike masih dengan pelan mengusap permukaan perut Aera, "Jagoan Papa baik-baik aja kan di sana?"


Mendengar ucapan Mike membuat Aera membuka matanya, menatap Mike yang sedang berada tepat di depan perutnya. Refleks Aera memegang rambut Mike dengan senyuman tipis di wajahnya.


"Dia baik-baik aja, Aera cuman masuk angin biasa," ucap Aera pelan. Mike pun mendongak dan barulah Aera melihat raut wajah Mike yang terlihat begitu khawatir dan cemas.


Aera kembali tersenyum seolah-olah berusaha menyakinkan Mike kalau dia baik-baik saja, diraihnya tangan yang lalu Aera letakkan tangan itu kembali di atas perutnya.


"Makasih ya Papa udah khawatir sama aku," ucap Aera dengan senyuman yang masih membingkai wajahnya yang sedikit pucat.


"Kalian yang kuat, ya, ada aku di sini."


Mike mengelus pelan perut Aera sampai Aera yang awalnya merasa geli mulai merasa nyaman dengan elusan tangan Mike. Hingga tak terasa Aera mulai terpejam dengan tangan yang berada di atas punggung tangan Mike yang masih setia mengelus pelan perutnya.


Kepulangan Mike dan Aera benar-benar disambut dengan penuh suka cita, terutama oleh Mama Yuna yang tidak bisa tidur dengan tenang setelah mendengar kabar tentang mereka, bahkan jika mendapatkan izin Mama Yuna ingin langsung mendatangi mereka, memeluk Aera dengan erat, karena Mama Yuna faham betul perasaan seperti apa yang sedang anaknya rasakan saat itu.


Dan kini, saat Aera sudah ada di hadapannya, Mama Yuna tidak ingin jauh, mulai dari saat pintu mobil yang membawa Aera dan Mike dari bandara menuju rumah terbuka, Mama Yuna tidak pernah jauh dari Aera, ia selalu berada di sisi putrinya yang kini sedang beristirahat setelah dokter mengecek kesehatannya.


Bukan Mama Yuna saja, tapi Mike juga ternyata melakukan hal yang sama, ia tidak pernah jauh dari Aera, bahkan di saat Papa Arga dan Papa Leo mengajak Mike untuk makan bersama, pria itu menolak dan memilih untuk tetap menemani Aera yang sedang tertidur lelap di dalam kamarnya.


"Mike kamu pasti belum makan kan dari tadi, sekarang makan ya, Mama udah bawain makanan loh buat kamu, Mama taruh di atas meja ya, jangan lupa di makan, kamu juga harus jaga kesehatan ya, Nak," pesan Mama Yuna pada Mike sebelum meninggalkan kamar Aera.


"Iya, Ma, terimakasih."

__ADS_1


Mike menatap kepergian Mama Yuna, ingin rasanya Mike memberitahu kabar bahagia tentang kehamilan Aera, tapi sayangnya, Aera ingin menyiapkan sebuah kejutan dan belum mau mengatakannya sekarang, padahal dokter tadi juga sempat menyinggung perihal itu dengan Mike, beruntungnya belum disampaikan pada Mama Yuna, yang ada rencana kejutan Aera akan gagal!


Di ruang keluarga, Papa Arga dan Papa Leo yang sedang berbincang dan membahas kasus penyerangan Mike menghentikan ucapannya mereka saat melihat kedatangan Mama Yuna yang disusul oleh kemunculan Bara.


"Selamat malam, Om."


"Malam, Bar, ayo duduk, dari mana aja, kenapa baru datang sekarang?" tanya Papa Leo.


"Maaf, Om, tadi Bara ada urusan mendadak, gimana keadaan Aera sekarang?"


"Aera baik-baik aja, sekarang dia lagi tidur di kamarnya."


"Syukurlah, Mike juga ada di sini, kan?"


"Iya, dia lagi istirahat juga."


"Kenapa, Bar? Ada yang mau kamu omongin sama Mike?" sambung Papa Leo.


"Nggak apa-apa, Om, besok aja."


Obrolan mereka kembali berlanjut dengan Papa Arga menanyakan beberapa hal pada Bara, dari cara bicara dan pola pikirnya membuat Papa Arga tertarik dengan sosok Bara, terlebih Bara yang bisa bersikap lebih dewasa dibanding dengan umurnya yang masih terbilang cukup muda.


Karena keasikan mengobrol, tak terasa malam mulai larut dan alhasil Mama Yuna meminta Bara untuk menginap saja, lagipula Bara sudah seperti memiliki kamar pribadi di rumah mereka! Sama halnya seperti Kaela!

__ADS_1


__ADS_2