
Setelah menikmati waktu liburan bersama, Mike dan Aera akhirnya harus balik lagi, karena sudah ada beberapa pekerjaan yang menunggu Mike, bahkan besok, Mike akan pergi ke Singapura untuk menyelesaikan beberapa masalah di sana.
Di lantai dua, tepatnya di kamar utama yang ditempati oleh Mike dan Aera, terlihat Mike masih tertidur pulas di atas kasur sejak mereka sampai 3 jam yang lalu, sedangkan Aera yang baru bangun langsung bergegas menuju kamar mandi setelah merasa ada yang aneh dengan dirinya.
Sekitar lima belas menit kemudian, Aera pun keluar dari kamar mandi, gadis itu memegangi perutnya yang mulai terasa tidak nyaman. Ya, Aera baru saja didatangi oleh tamu bulanan. Beruntung saat mereka belanja ke supermarket beberapa hari yang lalu, Aera sudah mempersiapkan kedatangan tamu bulanannya. Jadi tidak ada drama menyuruh suami untuk membeli pembalut di sini!
Gadis yang merasakan sakit perut karena baru datang bulan itu pun kembali merebahkan tubuhnya di atas kasur, beruntung Aera cepat sadar dan ke kamar mandi tadi, jika tidak, pasti seprei putih mereka sudah mendapatkan cap merah!
"Hiks." Aera meringis pelan sembari menekuk lututnya hingga ke dada, bukanlah hal yang baru bagi Aera, karena hampir setiap datang bulan dia akan merasakan nyeri yang sangat hebat, seolah-seolah sedang meremas dan mengaduk-aduk perutnya, biasanya itu terjadi di hari pertama sampai ke tiga, atau sehari sebelum tamu bulanan itu datang.
Mike yang tertidur pun terganggu dengan pergerakan Aera di sampingnya, membuat pria itu membuka mata, berbalik badan untuk melihat apa yang sedang gadis itu lakukan.
"Kenapa?" tanya Mike pada Aera yang kini sudah dalam posisi duduk sambil memeluk bantal, wajahnya terlihat seperti orang yang sedang menahan sakit yang amat.
Aera menggeleng pelan, "Nggak apa-apa, ini udah biasa kok."
"Kenapa?" Mike ikut mengubah posisinya, dengan wajah dan suara khas baru bangun tidur pria itu duduk menghadap Aera. "Sakit?"
Hening, tidak ada jawaban.
"Mau dipanggilin Dokter?"
Bohong kalau Mike bilang dia tidak peduli dan khawatir! Karena bagaimana pun Aera adalah tanggungjawabnya sekarang! Kalau terjadi apa-apa pada gadis itu, pasti Mike lah orang pertama yang akan dimintai pertanggungjawaban!
"Nggak apa-apa, Aera cuman butuh istirahat aja!"
"Beneran?"
"Iya."
Gadis yang biasanya membuat keributan itu pun akhirnya tumbang, sepanjang hari ia hanya rebahan di kasur, bangun untuk ke kamar mandi, lalu tidur lagi, bahkan untuk turun makan pun tidak pernah. Alhasil, Mike yang masih waras dan punya rasa tanggungjawab dengan rendah hati membawakan beberapa makanan ke kamar untuk istrinya. Ya, Aera adalah istrinya meski belum sepenuhnya!
"Koala?"
Mike menyentuh pundak Aera pelan, di atas meja samping kasur sudah ada beberapa kotak susu, beberapa potong apel, melon, dan setangkai anggur merah yang sudah dicuci bersih, Mike juga membuatkan roti panggang dengan selai coklat dan strawberry untuk Aera. Terserah gadis itu mau makan atau tidak, yang penting Mike sudah melakukan tugasnya dan memenuhi tanggungjawabnya.
"Bangun, makan!"
Aera tak memberikan jawaban, bahkan membuka mata pun tidak, membuat Mike menarik napas pelan.
"Sesakit itukah?" lirih Mike. Pria itu mengambil handphone-nya, men-searching beberapa hal yang berkaitan dengan datang bulan. Entah apa yang menggerakkan hati Mike untuk melakukan itu!
"Bisa reda kalau dikompres dengan air hangat?" gumam Mike saat membaca artikel tentang cara meredakan nyeri saat datang bulan.
__ADS_1
Saat sedang sibuk membaca artikel itu, sebuah panggilan masuk di handphone Mike, tertera nama Kevin, sekretarisnya di sana.
"Ya, aku akan ke sana," ucap Mike sebelum sambungan terputus.
Mike pun menatap ke arah Aera yang masih terpejam di kasur, pria itu mendekat. "Koala? Bangun, makan!"
Masih tidak ada jawaban apapun.
"Bener-bener tidur kebo!" Mike berdecak kesal. Namun tangannya spontan menyentuh pundak Aera pelan.
"Aku keluar dulu, nanti kalau udah bangun langsung makan!"
Setelah itu, Mike meninggalkan kamar dengan Aera yang masih tertidur pulas, sama sekali tidak menyadari apapun yang Mike lakukan dan ucapkan tadi.
*******
Pukul delapan malam, Aera yang sudah merasa puas tidur pun mulai membuka mata, gadis itu celingak-celinguk menatap sekitar, kosong, tidak ada siapapun selain dirinya.
"Si Daddy ke mana?"
Tatapan mata Aera kini terfokus pada meja samping kasur, gadis itu mengerutkan keningnya. "Untukku?"
Dengan wajah yang masih kusut, Aera mengambil susu kotak, kebetulan sekali dia sudah merasa haus dan lapar, tanpa menunggu waktu lama Aera sudah menyantap habis makanan di depannya, termasuk dua roti bakar yang sudah dingin itu. Menyisakan beberapa potong melon.
Aera meraih handphone-nya, mencari kontak Mike.
Aera :
Daddy!
Daddy di mana?
Aera yang mageran dan masih merasakan sakit sangatlah malas untuk turun ke bawah, bahkan untuk ke kamar mandi saja rasanya ia ingin digendong! Tapi siapa yang akan melakukan itu? Suaminya saja sekarang entah sedang di mana!
Ting.
Satu notifikasi baru. Aera buru-buru menyalakan handphone-nya.
^^^My Sugar Daddy :^^^
^^^Masih di jalan.^^^
Aera :
__ADS_1
Cepetan pulangggg...
Aera takut sendirian!
Sekitar setengah jam kemudian, Aera yang masih di kamar mandi mendengar ada seseorang yang masuk ke dalam kamar, kebetulan gadis itu baru selesai mandi dan sekarang sedang berdiri di depan kaca. Karena penasaran dan ingin memastikan siapa yang masuk, Aera pun buru-buru menyelesaikan kegiatan menyisir rambutnya dan segera keluar.
"Daddy habis dari mana?" tanya Aera pada Mike yang berdiri di depan lemari. Pria itu menoleh dengan handuk putih di tangannya.
"Rapat."
"Penting banget ya? Sampai ninggalin Aera sendirian?"
"Kamu kebo, udah dibangunin berkali-kali nggak bangun-bangun!"
"Ish, mulai deh!" Aera melangkah mendekati kasur dengan wajah cemberutnya.
"Terus besok jadi mau ke Singapura?"
"Iya."
"Aera gimana?"
Mike menoleh. "Mau diam di sini atau ke rumah Papa Mama?"
"Mau ikut!"
Mike berdecak pelan. "Nggak bisa! Ini bukan acara liburan!"
"Hmm, iya-iya, Aera tau kok! Kalau gitu Aera ke rumah Mama Papa aja! Nggak mau sendirian di sini! Serem!"
"Dasar penakut!"
"Aera nggak takut sama hantu ya! Tapi Aera takut diculik! Secara kan Aera cantik! Mana sendirian lagi di rumah sebesar ini!"
Mike membuang buka. "Penculik mana yang mau memelihara Penyu seperti kamu!"
"Heh! Daddy ngomong apa?!"
"Dasar Budeg!"
"Dasar suami jahat!"
Mike memicingkan matanya, setelah semua yang ia lakukan, gadis itu masih menyebutnya sebagai suami jahat? Yang benar saja!
__ADS_1
"Huh, dasar jahat!" teriak Aera pada Mike yang tidak mempedulikan lagi celotehan, pria itu lebih memilih untuk segera masuk ke dalam kamar mandi, membilas badannya dan segera beristirahat! Daripada harus melayani perdebatan dengan Aera yang tidak ada habisnya!