Menikah Dengan Sugar Daddy

Menikah Dengan Sugar Daddy
Penghianat


__ADS_3

Sempat mendapatkan jalan buntu, kini pihak Tuan Kob Sinn dan Mike akhirnya mendapatkan satu petunjuk setelah memeriksa semua orang yang berkerja di bawah naungan perusahaan mereka. Dan tanpa diduga, mereka menemukan 2 orang penghianat yang telah membocorkan dokumen yang berisi data pribadi mereka, bahkan selama ini telah membocorkan semua agenda yang akan mereka lakukan, termasuk agenda kumpul di rumah Tuan Kob Sinn pada saat kejadian.


Yang membuat Mike benar-benar kecewa, dua orang tersebut ternyata dari pihak perusahaannya! Dan termasuk orang-orang yang benar-benar Mike percaya, bahkan sampai Mike menyerahkan proyek besar ini pada mereka!


"Terserah kalian, urus saja, aku lepas tangan, mereka bukan dari bagianku lagi!" jawab Mike saat ditanya apa yang akan mereka lakukan kepada kedua orang tersebut.


"Ternyata kepercayaanku tidak ada apa-apanya ya di hadapan kalian?" tatapan Mike benar-benar menyorotkan kekecewaan yang begitu mendalam, selain kepercayaannya yang diremehkan, melainkan juga nyawanya dan nyawa istrinya! Bahkan bukan hanya keselamatan Mike tapi juga orang-orang yang ikut menjadi korban penyerangan hari itu!


"Maaf atas keburukan kinerja orang-orangku, aku pastikan hal seperti ini tidak akan terjadi lagi!"


Tuan Kob Sinn dan yang lainnya tak berani mengeluarkan sepatah kata pun, mereka juga sangat tidak menyangka orang yang mereka kenal selama ini ternyata tega berkhianat kepada mereka!


Yang lebih sialnya lagi, kedua orang penghianat itu tidak tau betul dengan siapa mereka bekerjasama atau siapa yang telah membayar mereka, bahkan mereka sama sekali tidak tau siapa yang bergerak dibalik penyerangan kemarin! Sekuat apapun Mike dan Tuan Kob Sinn memaksa mereka mengaku, jelas saja hasilnya tetap nihil, karena mereka tidak tau menahu soal hal itu!


Meski begitu, Mike dan Tuan Kob Sinn tidak kehilangan akal, mereka masih bisa melakukan cara-cara lain, bahkan jika terus diancam dan ditantang seperti ini, Tuan Kob Sinn bisa aja bermain dengan cara kotor juga!


Mike juga sudah menarik semua tunjangan dan fasilitas yang sudah ia berikan sebelumnya kepala kedua penghianat tersebut, bahkan dengan tegas Mike meminta sekretarisnya untuk kembali memeriksa apakah ada orang lain yang berkhianat kepadanya?


******


Aera yang melihat kedatangan Mike setelah menunggu pria itu cukup lama langsung mendekat, tampak wajah Mike terlihat sangat tidak bersahabat.


"Semuanya baik-baik aja, kan, Dad?"


Mike hembuskan napas pelan. "Iya, maaf membuatmu menunggu lama."


"Hasil kesempatannya gimana?"


"Masih dalam proses, lusa kita sudah diizinkan untuk melakukan perjalanan keluar negara!"

__ADS_1


"Hal seperti ini sering terjadi ya di dunia bisnis?"


"Nggak juga, nggak semua orang suka bermain kotor, udah jangan bahas lagi, kamu udah makan?"


"Belum, Aera tungguin Daddy balik!"


Mike tersenyum, ia menatap sekilas ke arah perut Aera. "Kamu nggak ngerasa mual, atau apa?"


Aera menggeleng pelan. "Enggak."


"Sekarang mau makan apa?"


"Yang pedes boleh?"


"Jangan terlalu pedes ya?" bujuk Mike.


"Ya, Daddy mau makan apa?"


"Aera?"


"Nanti kamunya nangis!" jawab Mike disusul dengan senyumannya yang terlihat mengejek bagi Aera. Karena tak ingin berdebat Aera hanya membalas dengan cubitan kecil pada lengan Mike.


Tanpa Aera ketahui, selama Mike meninggalkan Aera tadi ada sekitar 30 orang yang berjaga di sekitarnya! Memastikan kalau Mike sedang rapat, Aera dalam kondisi aman.


Seharian ini Mike terus berada di dekat Aera, jika tidak ada hal yang begitu mendesak ia tidak akan pernah jauh dari Aera, atau sebenarnya ini terbalik? Aeralah yang tidak pernah jauh dari Mike!


Sampai waktu malam menjelang dan mereka akan tidur, Aera yang tadinya sedang rebahan di dekat Mike tiba-tiba saja.


"Kenapa?" tanya Mike karena melihat perubahan ekspresi Aera.

__ADS_1


"Aera kangen Mama sama Papa," lirih Aera. Padahal siang tadi Aera juga sudah mengobrol dengan Mama Yuna dan Papa Leo lewat sambungan telepon.


"Tahen dulu ya, lusa kan udah bisa ketemu Mama Papa, janji deh, dari bandara kita langsung ke rumah Mama Papa, oke?"


"Beneran ya, Dad?!"


"Iya. Udah sini, tidur lagi!"


Aera menurut, ia kembali merebahkan tubuhnya di samping Mike.


"Aera?"


"Iya, Dad?" Aera menoleh menatap Mike yang sedang menatapnya juga.


"Kenapa kamu memilih untuk mempertahankan pernikahan ini? Bukankah sejak awal kamu tau kalau kita tidak saling mencintai?"


"Kalau sekarang gimana? Daddy udah cinta sama Aera belum?"


Mike diam setelah mendapatkan pertanyaan itu dari Aera.


"Dad?"


"Aku takut kamu terluka dan dalam bahaya, apakah itu juga disebut cinta, Aera?"


"Jangan tinggalin Aera, ya, Dad?!"


"Jangan pernah berkhianat kepadaku, karena aku tidak tau harus percaya kepada siapa lagi--" jawab Mike lalu merengkuh tubuh Aera ke dalam pelukannya.


"Aku akan selalu berada di sisimu, selama kamu juga tidak berkhianat dan menghancurkan kepercayaanku."

__ADS_1


Aera mengeratkan pelukannya, dalam hatinya ia bersumpah, apapun keadaannya ia tidak akan pernah merusak kepercayaan Mike, ia tidak akan pernah berkhianat kepada Mike. Ya, itulah sumpah Aera, meski Aera sendiri belum tau sudahkah ia mencintai Mike? Dan sudahkah Mike mencintainya?


__ADS_2