Menikah Dengan Sugar Daddy

Menikah Dengan Sugar Daddy
Kotor


__ADS_3

Tuan Kob Sinn melempar semua dokumen laporan yang ia dapatkan dari orang-orang suruhannya, ternyata apa yang Tuan Kob Sinn duga benar-benar terjadi, ada seseorang yang bermain kotor dalam kasusnya, sesuai hasil pengamatan dan penyelidikan orang-orang suruhan Tuan Kob Sinn, mereka menemukan fakta, kalau polisi yang menangani kasus Tuan Kob Sinn telah lebih dahulu dibungkam oleh para pelaku, agar kasus ini tidak bisa diselesaikan atau menemukan jalan buntu, bahkan ada beberapa barang bukti yang sudah dilenyapkan!


Hal itu tentu benar-benar memancing emosi Tuan Kob Sinn, sebagai seorang warga negara, ia merasa tidak mendapatkan haknya, malah orang-orang yang seharusnya membantunya malah bermain kotor kepadanya!


Memang benar, uang memang bukan segalanya, tapi segala sesuatu bisa diatur dengan uang!


Bahkan kepercayaan Mike saja bisa ditukar dengan sejumlah uang yang tak sebanding dengan sebuah kepercayaan! Dan sekarang, keselamatan dan nyawa mereka malah dibayar dengan uang pula!


Tak bisa menahan diri lagi, Tuan Kob Sinn mengambil satu keputusan besar, yaitu dengan mengerahkan semua orang-orang yang berada di belakangnya untuk menyelesaikan kasus ini seadil-adilnya! Tak peduli lagi, mau itu dengan cara bersih atau kotor, Tuan Kob Sinn akan mendapatkan dan merampas kembali haknya!


3 detektif kepercayaannya sudah ia kerahkan untuk menyelediki ulang kasur ini, dan ada satu team khusus yang dibentuk untuk menyeret pada manusia yang tidak bisa menjalankan tugas dan amanah dengan benar sampai ke persidangan nanti!


******


Masih pagi, tapi Mike sudah dibuat geleng-geleng kepala dengan kelakuan Aera! Bagaimana tidak? Setelah sekian lama, bocil kematian itu kembali berulah! Dan kali ini benar-benar di luar naral Mike!


"Aera? Sampai kapan mau di situ?" tanya Mike dari ambang pintu kamar mandi dengan tatapan yang tertuju pada Aera yang sedang berendam di dalam bathtub dan menggunakan selimut hotel untuk menutupi tubuhnya! Tentu selimut itu ikut basah dan memenuhi bathtub!


"Bentar, Aera masih mau berendam!"


Mike menatap jam tangannya, sudah hampir sejam lebih Aera di sana dan Aera belum makan ataupun minum apapun sejak tadi! Mike benar-benar dibuat tidak bisa berkata apa-apa selain menuruti mood dan kemauan Aera untuk saat ini! Mungkin itu salah satu cara Aera menghibur dirinya?


Entahlah!

__ADS_1


Belom sempat Mike bernapas lega, ia kembali mendengar suara musik yang begitu kencang dari kamar mandi, dan yang membuat Mike keheranan, musik yang Aera setel adalah musik Thailand yang jelas-jelas saja Mike yakin Aera tidak paham apa isinya?!


"Lakukan saja apa yang ingin kamu lakukan, Aera," lirih Mike pasrah, daripada ia pusing sendiri lebih baik Mike sekarang memesan sarapan mereka sembari menunggu bocil kematian itu selesai dengan acara bersenang-senangnya!


"Daddy?!!" panggil Aera dengan suara yang melengking dari kamar mandi. "Dad! Sini, Dad!"


"Kenapa?" Dengan sabar Mike berjalan menghampiri Aera dan kini menatap Aera yang sudah keluar dari bathtub dengan hanya menggunakan pakaian dalam saja!


"Dingin, Dad!"


"Tunggu sebentar!"


Mike kembali ke dalam kamar, mengambil handuk untuk ia berikan kepada Aera.


"Udah puas main airnya?" tanya Mike, tapi bukan ia tujukan pada Aera, melainkan pada janin yang berada dalam perut, Mike kini sedang menunduk hingga wajahnya berada tepat di depan perut Aera yang masih rata.


Tanpa diduga, Mike memberikan kecupan lembut pada permukaan perut Aera yang tentu saja membuat jantung Aera berdebar kencang!


Emang boleh ya semanis ini?!!


"Udah ya, sekarang ganti baju, terus sarapan." Mike menutupi tubuh Aera menggunakan handuk yang ia bawa tadi.


"Dad?"

__ADS_1


"Kenapa?"


Aera menatap Mike dalam, lalu detik berikutnya ia memalingkan wajah dan berlalu begitu saja keluar dari kamar mandi.


"Dia kenapa?"


Tak ingin ambil pusing, Mike merapikan beberapa benda yang bergeletakan di kamar mandi sebelum akhirnya menyusul Aera ke kamar dan ternyata Aera sudah berganti pakaian dan duduk dengan tenang di sofa sambil memainkan handphone-nya.


"Dad?"


"Hmm?" sahut Mike yang sedang sibuk merapikan kasur, memperbaiki seprei dan sarung bantal.


"Kita jangan sarapan di kamar ya? Aera bosen!"


"Mau sarapan di mana?"


"Di bawah aja!"


Sesuai permintaan, Mike menghubungi pihak hotel, membatalkan untuk sarapan di kamar dan akan turun sarapan ke bawah. Sampai di bawah, ternyata sangat berbanding terbalik dengan keadaan, tidak ada seorang pun yang mereka temui di sana selain para pria berpakaian rapi yang Aera duga sebagai para pengawal dan keamanan yang memang ditugaskan untuk berjaga di hotel tempat mereka diamankan.


"Loh kok sepi, Dad? Nih orang-orang nggak turun sarapan atau gimana?" gumam Aera sambil mengamati sekitar.


"Udah jangan peduliin yang lain, sarapan kita udah siap!" Mike menarik pelan tangan Aera mengajak Aera untuk duduk di sebuah meja makan yang memang sudah di siapkan sebelumnya.

__ADS_1


Pagi itu, Mike dan Aera benar-benar menikmati sarapan mereka tanpa gangguan seseorang pun, bahkan serasa hotel yang begitu besar itu hanya milik mereka berdua!


Menjelang siang, Tuan Kob Sinn kembali menghubungi Mike dan menyampaikan sebuah keputusan yang cukup membuat Mike sedikit mempertimbangkan, Tuan Kob Sinn meminta Mike untuk berangkat pulang ke Indonesia sore nanti, bukan tanpa alasan, Tuan Kob Sinn merasa ada yang janggal dengan keadaan di sekitar mereka, mau tidak mau mereka harus mencari posisi yang aman sekarang, dan hal yang paling aman bagi Mike dan Aera adalah kembali ke negara mereka!


__ADS_2