
tanpa sepengetahuan demian ria sang istri menghubungi.anak anaknya dan mengatakan dirinya tidak bisa tinggal.bersama mereka
Triyas yang kebetulan saat itu menerima telfon pun terkejut lalu menjatuhkan ponsel yang dipegangnya sontak hal itu membuat rara berteriak disaat dirinya masuk justru melihat adiknya yang seperti orang linglung sedangkan ponsel sang kakak berada di bawah
"de triyas kamu kenapa siapa yang tadi menelfon ucap rara menepuk pundak sang adik
" kenapa....kenapa ayah tega melakukann ini mbak ,mas apa salah kita apakah kita tidak pantas mendapatkann kasih sayang dari kedua orang tua kita hiks hiks tangis triyas pun pecah pada akhirnya
sementara rara dan juga teguh saling berpandangan karena tidak mengetahui alasan adik nya menangis
"kenapa kamu bilang begitu dek bukahkah kita masih mempunyai kakek dan nenek masih ada kami berdua juga teguh mencoba menghibur triyas
" memangnya siapa de yang menelfon kembali rara menanyakan hal tersebut srmbari mengambil ponsel sang kakak yang berada dekat dengan triyas ini nomor siapa mas kok nggk ada namanya rara bertanya kepada sang kakak
"i..itu nomor istrinya ayah mbak jawab triyas
mendengar ucapan sang adik teguh diam diam mengepalkan tangannya " siapa dek ucap nya memastikan pendengarannya
"itu nomor wanita yang datang kesini bersama ayah mas istrinya ayah benar dek rara ikut menanyakan kepada triyas
" iya mbak ,mas itu nomor istrinya ayah yang baru yang kemarin datang kesini bersama ayah dan juga kedua anak laki laki ayah
"mau apa dia menelfon kesini dek selidik teguh
" iya benar dek apa yang dia katakan sehingga kamu menjadi linglung dan juga menangis imbuh rara
triyas pun menghela nafas sebelum menceritakan kepada kedua kakaknya
"dia bilang ayah sudah memutuskan tidak akan tinggal di sini bersama kita sepertinya ayah memang tidak menyayangi kita
__ADS_1
" brengsek maki teguh baiklah kalo memang laki laki itu tidak mau mengakui dan tinggal di sini bersama kita lebih baik kita menganggapnya mati saja tegasnya
"aku nggak menyangka sosok.ayah yang selalu kurindukan siang dan malam.setiap hari aku bermimpi bisa bertemu dengannya tapi mengapa justru dia tidak menyayangi kita dan lebih memilih orang lain yang baru ditemui seru rara menahan air matanya
sedangkan triyas saat ini.perasaannya sungguh tidak karuan kecewa,sakit ,menyesal dan juga benci semua menjadi satu padahal dirinya dulu selalu bermimpi mempunyai sebuah keluarga yang utuh tapi apa ini yang didapatkan justru kekecewaan yang teramat dalam
-------------------------------------------------------------
sementara setelah ria menghubungi dan mengatakan keinginannya kepada anak anak sang suami dirinya justru berpura pura menangis dan sedih ketika demian melihat hal tersebut dirinya segera menghampiri sang istri
"lho sayang kamu kenapa siapa yang membuatmu menangis tanya nya
" aku tidak apa apa mas tapi sepertinya ketiga anakmu tidak menyukaiku jawabnya berpura pura sedih
mendengar nama anak anak nya dibawa bawa demian pun bertanya"memang nya kenapa dengan mereka apa yang sudah mereka katakan apakah kamu menghubungi mereka ?
" siapa... siapa yang mengatakan hal yang menyakitimu pasti ini ulah teguh dasar anak durhaka makinya aku harus menenggurnya anak itu makin lama semakin kurang ajar imbuhnya
ria hanya tersenyum.samar melihat aktingnya berhasil dan demian terprovokasi "dengan begini hubungan ayah dan anak itu akan hancur secara perlahan lahan mas demian hanya boleh menyayangi kedua anak ku batinnya
" jangan mas bagaimanapun mereka anak anak mu mungkin saja mereka masih membutuhkan waktu untuk menerimaku,menerima tentang hubungan kita dan juga mengakui.anak anak sebagai saudara mereka ria mencoba mencegah sang suami
"aku bangga padamu sayang tidak salah aku memilihmu hatimu begitu baik dan juga tulus andai anak anak melihat nya tapi bagaimanapun aku harus menegur anak anak ku agar kedepannya mereka bisa menghargai dan juga menghormatimu sebagai ibu mereka tegas demian
" ya sudah terserah kamu mas tapi ingat jangann telalu keras biar gimana pun mereka masih anak anak mu ingat itu ya sudah aku kekamar dulu mas kamu juga cepat menyusul setelah nanti berbicara pada mereka ria pun berlalu pergi
teguh, rara dan juga triyas hendak pergi menemui kakek dan juga nenek mereka di ladang namun tiba tiba ponsel teguh berbunyi melihat nama yang tertera seketika emosinya meluap
triyas dan rara pun memilih pergi dahulu mereka sudah malas berurusan dengan laki laki yang bergelar sebagai ayah nya
__ADS_1
"mas aku dan de triyas pergi dulu ucap rara berpamitan lalu berlalu pergi
KLIK
teguh memencet tombol.ponsel nya untuk menganggkat telfon " ada perlu apa lagi anda menelfon tuan demian ucap nya dingin
"dasar anak kurang ajar apa yang sudah kamu katakan kepada ibumu hah bentak demian
" memangnya saya mengatakan apa ucap teguh santai karena dirinya merasa tidak melakukannya
"jangan berpura pura bodoh ayah tidak mau tahu kamu harus meminta maaf kepada mama ria
" hahaha meminta maaf jangan harap memangnya apa yang sudah kulakuka. sehingga harus meminta maaf pada nya seharusnya anda dan istri anda yang meminta maaf pada kami terutama dek.triyas balas teguh
"jangan mengalihkan pembicaraan memangnya apa yang sudah dilakukan nya dia hanya ingin lebih dekat dengan kalian.memang nya salah maki demian
" cih lebih dekat dengan kami anda bilang tapi sayang nya saya tidak yakin kalau hal tersebut benar ada nya oh iya terimskasih atas keputusan anda ucap teguh
mendengar ucapan putranya membuat demian bingung dan terkejut "kapan ayah membuat keputusan tersebut gumamnya
melihat hal itu teguh justru mengejek sang ayah
" kenapa tuan demian apakah anda akan mengatakan bahwa anda sama sekali tidak mengetahui hal tersebut tidak usah berpura pura setidaknya dengan begini kami tidak akan terlalu mengharapkan anda semoga anda bahagia bersama keluarga baru anda tuan demian karena mulai saat ini bagi kami anda sudah mati klik.telfon pun terputus
setelah sambungan telfon terputus teguh segera menyusul kedua adiknya sementara demian bergegas masuk menemui ria
"sayang apakah benar kamu mengatakan kepada anak anak ku bahwa aku tidak akan tinggal bersama .mereka tanya demian
dengan malas ria pun menjawab" iya memangnya kenapa mas bukan kah kamu srndiri yang mengatakan tidak ingin tinggal bersama mereka aku hanya membantumu memberitahukan kepada anak anak mu keinginannmu bukan kah seharusnya kamu berterimakasih pada ku
__ADS_1